Example 728x250
PolitikJakarta

Tolak Politik Uang dan Ujaran Kebencian, KMSU Jakarta Deklarasi Pemilu Damai

366
×

Tolak Politik Uang dan Ujaran Kebencian, KMSU Jakarta Deklarasi Pemilu Damai

Sebarkan artikel ini
IMG 20240209 WA0026 1

JAKARTA – Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara (KMSU) Jakarta menggelar konsolidasi dan deklarasi pemilu damai di Jakarta, pada Kamis, 8 Februari 2024.

Dalam deklarasinya, Ketua KMSU Jakarta, Sukma Wijaya Hasibuan menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia terkhusus masyarakat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk menjadikan pemilu 2024 berjalan kondusif.

Ia mengimbau kepada seluruh mahasiswa perantauan dari daerah Sumut untuk melakukan deklarasi pemilu damai. Sebab menurutnya, persatuan dan keutuhan di atas segalanya, tanpa harus adanya perpecahan di antara masyarakat.

“Deklarasi ini adalah bagian dari literasi tentang bagaimana memaksimalkan peran pemuda didalam kanca politik Indonesia, ” ujarnya.

Selain itu, Sukma mengatakan pemilih muda harus menjadi pemilih cerdas, rasional, kritis, dan kalkulatif.

“Tidak menjadi pemilih irasional, pragmatis, skeptis, apatis, apalagi pemilih transaksional, Sehingga melahirkan pemilih yang berkualitas dan cerdas, khususnya di kalangan kaum milenial, ” tandasnya.

Dirinya kembali menegaskan bahwa akan mengawal pemilu damai 2024, dalam rangka menciptakan pemilu yang berintegritas, kondusif yang berlandaskan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (Luber- Jurdil).

Adapun isi deklarasi KMSU Jakarta melahirkan 7 point komitmen diantaranya;

1. Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Berkomitmen menyukseskan penyelenggaraan pemilu tahun 2024 yang langsung, Ulumum, Blbebas, rahasia, jujur dan adil.

3. Berkomitmen mewujudkan situasi yang kondusif, aman dan damai untuk menyukseskan pemilu 2024 yang berkualitas dan berintegritas. 

4. Berkomitmen melawan segala bentuk perbuatan yang dapat menimbulkan kegaduhan Politik dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. 

5. Menolak segala bentuk penyebaran hoaks, kampanye hitam, ujaran kebencian, politik uang, dan politisasi sara.

6. Menolak upaya yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat dan menghindari kegiatan yang bersifat provokatif, menghasut, ujaran kebencian serta tidak menggunakan isu sara dalam pelaksanaan Pemilu 2024.

7. Menghimbau agar seluruh elemen masyarakat Indonesia terkhusus masyarakat Sumatera Utara turut aktif menggunakan hak suaranya demi terciptanya pemilu yang berintegritas dan berkualitas. **