Example 728x250
BeritaJatengMusikNasionalSosialTerkini

Sekumpulan Remaja Bangunkan Sahur dengan Alat Musik Seadanya (Tradisi Tong-tonglek)

143
×

Sekumpulan Remaja Bangunkan Sahur dengan Alat Musik Seadanya (Tradisi Tong-tonglek)

Sebarkan artikel ini
Flyerwiz 17124319022182

Masyarakat desa Tegaldowo, kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, masih mempertahankan tradisi membangunkan sahur dengan kegiatan Tong-tonglek, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.


Pada Minggu dini hari (7/4/2024), suasana di perempatan desa menjadi hidup ketika beberapa rombongan remaja dari berbagai Dukuhan di desa tersebut berkumpul. Mereka membawa alat musik seadanya, seperti drum bekas tempat aspal, bambu, seng, botol, gentong yang diberi karet, dan lainnya.


Secara bergantian, mereka memainkan musik dengan penuh semangat, menciptakan harmoni yang merdu dengan lagu-lagu campursari yang sedang populer saat ini. Aktivitas ini tidak hanya sebagai cara untuk melestarikan budaya, tetapi juga menjadi kegiatan yang menyenangkan sebelum menjalankan ibadah sahur.


Salah satu anggota dari rombongan Tong-tonglek, (Tegar) yang diwawancarai oleh awak media, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya tentang menjaga tradisi, tetapi juga tentang kebersamaan dan kegembiraan bersama teman-teman.


“Selain mendapatkan pahala dengan membangunkan orang sahur, kami juga merasa senang bisa berkumpul dan berbagi keceriaan bersama teman-teman sebelum waktunya menjalani ibadah sahur,” katanya.


Tak jauh berbeda dari para rombongan remaja ini, warga masyarakat yang kebetulan melihat keriuhan ini juga merasa terhibur, walaupun dengan alat ala kadarnya namun sudah bisa membuat suasana meriah dan menghibur.


” Senang mas lihatnya, daripada bulan puasa diisi dengan hal-hal yang kurang positif seperti bunyi petasan, saya malah lebih asyik lihat begini, selain menghibur juga senang lihat mereka pada akur dan terlihat semangat semua,” tutur Rumaji salah satu warga yang kebetulan menonton


Tradisi Tong-tonglek menjadi contoh nyata bagaimana kegiatan budaya lokal dapat terus lestari dan memberi nilai tambah bagi komunitas. Semangat remaja desa Tegaldowo dalam mempertahankan tradisi ini patut diapresiasi, karena mereka tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan dalam masyarakat._Aji