{"id":10386,"date":"2026-06-05T04:21:51","date_gmt":"2026-06-05T04:21:51","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/06\/05\/fakta-menarik-mendagri-tito-tegaskan-penilaian-apresiasi-pemda-berprestasi-dilakukan-secara-objektif\/"},"modified":"2026-06-05T04:21:51","modified_gmt":"2026-06-05T04:21:51","slug":"fakta-menarik-mendagri-tito-tegaskan-penilaian-apresiasi-pemda-berprestasi-dilakukan-secara-objektif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/06\/05\/fakta-menarik-mendagri-tito-tegaskan-penilaian-apresiasi-pemda-berprestasi-dilakukan-secara-objektif\/","title":{"rendered":"Fakta Menarik: Mendagri Tito Tegaskan Penilaian Apresiasi Pemda Berprestasi Dilakukan secara Objektif"},"content":{"rendered":"<p>Yogyakarta \u2013 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penilaian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 dilakukan secara objektif berdasarkan data dan indikator kinerja yang terukur. Penilaian tersebut mencakup sejumlah aspek, seperti penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, creative financing, pengendalian inflasi daerah, serta penurunan tingkat pengangguran.<\/p>\n<p>\u201cTim yang menilai betul-betul saya awasi. Dan saya menyatakan bahwa inilah kredibilitas Kemendagri. Harus kita jaga. Kalau tidak, akan kehilangan marwah kalau misalnya diatur-atur,\u201d ujar Mendagri kepada awak media usai menghadiri Apresiasi Pemda Berprestasi 2026 Regional Jawa-Bali di Hotel Marriott Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (4\/6\/2026) malam.<\/p>\n<p>Mendagri menjelaskan, penilaian dilakukan menggunakan data kuantitatif yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Data tersebut bersumber dari indikator-indikator yang selama ini menjadi perhatian pemerintah, seperti kemiskinan, pengangguran, stunting, dan inflasi. Khusus untuk inflasi, perkembangan datanya terus dipantau dan diperbarui setiap minggunya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Mendagri mengatakan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membagi pelaksanaan Apresiasi Pemda ke dalam enam regional. Skema tersebut diterapkan agar kompetisi berlangsung lebih proporsional dan memberikan kesempatan yang setara bagi daerah untuk berkompetisi sesuai karakteristik serta kapasitas masing-masing.<\/p>\n<p>Selain menghadiri Apresiasi Pemda, Mendagri juga mengikuti sejumlah agenda strategis lainnya di Yogyakarta. Kegiatan tersebut di antaranya terkait program perumahan rakyat dan Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Regional Jawa-Bali. Menurutnya, berbagai agenda tersebut saling berkaitan dalam upaya mendorong kesejahteraan masyarakat dan menjaga stabilitas nasional.<\/p>\n<p>\u201cMasalah perumahan ini berhubungan langsung, berbanding lurus dengan kemiskinan, pengangguran, kemiskinan ekstrem. Akar masalah yang utamanya di rumah. [Manfaat] program ini besar sekali. Kemudian Rapat Forkopimda oleh Menko Polkam. Jadi untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Ia menuturkan, rangkaian Apresiasi Pemda akan terus berlanjut di berbagai wilayah, termasuk di regional Papua. Melalui kegiatan tersebut, Mendagri berharap daerah terus meningkatkan kinerja dan menghadirkan berbagai inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cSekaligus acara ini untuk memberikan message kepada publik bahwa terlepas tadi ada beberapa kepala daerah yang mungkin menghadapi masalah hukum, [tapi] cukup banyak kepala daerah yang peduli kepada rakyatnya. Berprestasi, bisa menangani kemiskinan, pengangguran, kemudian inflasi,\u201d tandasnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta \u2013 Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penilaian dalam Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 dilakukan secara objektif berdasarkan data dan indikator kinerja yang terukur. Penilaian tersebut mencakup sejumlah aspek, seperti penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting, creative financing, pengendalian inflasi daerah, serta penurunan tingkat pengangguran. \u201cTim yang menilai betul-betul saya awasi.<\/p>\n","protected":false},"author":11,"featured_media":10385,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-10386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10386"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10386\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10385"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}