{"id":11842,"date":"2026-06-10T11:47:48","date_gmt":"2026-06-10T04:47:48","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=11842"},"modified":"2026-06-10T11:47:48","modified_gmt":"2026-06-10T04:47:48","slug":"trailer-baru-jangan-buang-ibu-bikin-terhenyak-dwi-sasono-tampil-sebagai-sosok-ayah-yang-menyakitkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/06\/10\/trailer-baru-jangan-buang-ibu-bikin-terhenyak-dwi-sasono-tampil-sebagai-sosok-ayah-yang-menyakitkan\/","title":{"rendered":"Trailer Baru Jangan Buang Ibu Bikin Terhenyak, Dwi Sasono Tampil Sebagai Sosok Ayah yang Menyakitkan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id<\/strong><\/em> | Jakarta \u2014 Publik yang selama ini mengenal Dwi Sasono sebagai sosok ayah keluarga yang hangat akan melihat sisi yang sangat berbeda dalam film Jangan Buang Ibu. Dalam trailer terbaru yang dirilis menjelang penayangannya pada 25 Juni 2026, Dwi tampil sebagai figur ayah problematik yang keras, emosional, dan kerap melontarkan kata-kata kasar kepada keluarganya.<\/p>\n<p>Trailer terbaru film produksi [Leo Pictures](https:\/\/leopictures.id?utm_source=chatgpt.com) itu memperlihatkan dinamika keluarga yang penuh luka, terutama dari sudut pandang anak-anak yang tumbuh tanpa kehadiran dan kasih sayang seorang ayah. Tema tersebut menjadi potret yang dekat dengan realitas banyak keluarga di Indonesia.<\/p>\n<p>Bagi Dwi, memerankan sosok ayah yang absen secara emosional sekaligus menjadi sumber trauma bagi anak-anaknya merupakan tantangan tersendiri. Karakter yang ia perankan digambarkan memiliki cara pandang keras terhadap kehidupan, namun di balik itu tersimpan keinginan agar anak-anaknya tidak mengalami kegagalan yang sama seperti dirinya.<\/p>\n<p>Meski demikian, pandangan Dwi dalam kehidupan nyata justru bertolak belakang dengan karakter yang ia mainkan. Ia mengaku meyakini bahwa anak bukanlah milik orangtua sepenuhnya, melainkan individu yang memiliki jalan hidup dan tujuan masing-masing.<\/p>\n<p>Konflik keluarga dalam film ini juga tergambar melalui tokoh Tria yang diperankan oleh Saputra Kori. Sebagai anak bungsu Ibu Ristiana, Tria tumbuh tanpa mengenal sosok ayahnya sejak masih dalam kandungan. Kekosongan itu membentuk perjalanan hidupnya sebagai remaja yang sering bermasalah di sekolah, meski kasih sayang sang ibu terus menjadi pegangan untuk memperbaiki diri.<\/p>\n<p>Dalam pandangan Saputra Kori, jika dirinya berada di posisi Tria dalam kehidupan nyata, ia ingin membalas seluruh pengorbanan ibunya dengan kerja keras dan kehidupan yang lebih baik. Pernyataan itu menjadi salah satu momen emosional yang memperkuat pesan utama film tentang bakti anak kepada orangtua.<\/p>\n<p>Film ini juga mempertemukan Dwi Sasono dengan Nirina Zubir sebagai pasangan suami istri. Keduanya akan menyuguhkan dinamika rumah tangga yang sarat konflik, harapan, dan pengorbanan.<\/p>\n<p>Selain Dwi dan Nirina, film ini turut dibintangi oleh Refal Hady, Amanda Manopo, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra.<\/p>\n<p>Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, diproduseri oleh Agung Saputra, serta ditulis oleh Widya Arifianti, Jangan Buang Ibu diharapkan melanjutkan keberhasilan film drama keluarga Indonesia yang menyentuh hati penonton.<\/p>\n<p>Film ini sekaligus menjadi langkah berikutnya bagi Leo Pictures setelah kesuksesan Bila Esok Ibu Tiada yang meraih jutaan penonton di bioskop.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | Jakarta \u2014 Publik yang selama ini mengenal Dwi Sasono sebagai sosok ayah keluarga yang hangat akan melihat sisi yang sangat berbeda dalam film Jangan Buang Ibu. Dalam trailer terbaru yang dirilis menjelang penayangannya pada 25 Juni 2026, Dwi tampil sebagai figur ayah problematik yang keras, emosional, dan kerap melontarkan kata-kata kasar kepada keluarganya.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":11844,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[166,268,264,173,165,267,269,263,266,265],"class_list":["post-11842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-1","tag-bioskopindonesia","tag-dramakeluarga","tag-dwisasono","tag-film2026","tag-filmindonesia","tag-hadrahdaengratu","tag-hiburankompas","tag-janganbuangibu","tag-leopictures","tag-nirinazubir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11842"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":11846,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11842\/revisions\/11846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}