{"id":13014,"date":"2026-06-14T14:53:28","date_gmt":"2026-06-14T07:53:28","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=13014"},"modified":"2026-06-14T14:54:20","modified_gmt":"2026-06-14T07:54:20","slug":"polsek-kapuas-hulu-lakukan-imbauan-cegah-rusaknya-lingkungan-karena-illegal-mining","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/06\/14\/polsek-kapuas-hulu-lakukan-imbauan-cegah-rusaknya-lingkungan-karena-illegal-mining\/","title":{"rendered":"POLSEK KAPUAS HULU LAKUKAN IMBAUAN CEGAH RUSAKNYA LINGKUNGAN KARENA ILLEGAL MINING"},"content":{"rendered":"<p>Tribratanews.kalteng.polri.go.id-Kapuas Hulu-Tujuan imbauan ini adalah agar terciptanya masyarakat yang sadar akan lingkungan, dengan tidak membuat ataupun melakukan penambangan liar yang merusak alam, Sosialisasi yang dilaksanakan oleh personel Polsek Kapuas Hulu Aipda Simpang L. S. Purba dan Bripda I Wayan Aditya di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (14\/06\/2026) pukul 14.05 Wib.<\/p>\n<p>Kapolsek Kapuas Hulu Ipda Zaenal Abidin, S.H., M.E., mengatakan sosialisasi ini digelar dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem alam agar lingkungan tetap sehat, dan juga sebagai upaya pihaknya dalam mendukung dan memerangi tindak kejahatan terhadap lingkungan.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-13011 alignleft\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-14-at-14.12.56-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-14-at-14.12.56-300x225.jpeg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-14-at-14.12.56-1024x767.jpeg 1024w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-14-at-14.12.56-768x575.jpeg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-14-at-14.12.56-150x112.jpeg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-14-at-14.12.56-450x337.jpeg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-14-at-14.12.56-1200x899.jpeg 1200w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/WhatsApp-Image-2026-06-14-at-14.12.56.jpeg 1516w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>\u201cSanksi hukum dan denda sebagaimana tertuang pada undang-undang RI nomor 3 tahun 2020 tentang pertambangan mineral dan batubara, undang-undang RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan bahan kimia\/sianida, dan undang-undang RI nomor 9 tahun 2008 tentang penggunaan bahan kimia sebagai senjata kimia dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun dan denda 100 milyar rupiah.\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Kegiatan ini kami lakukan supaya tidak ada lagi penambangan liar khususnya di wilayah Kecamatan Kapuas Hulu dan juga menumbuhkan kesadaran dari masyarakat yang persepsinya selama ini salah dengan melakukan penambangan liar dengan maksud hanya untuk keuntungan diri sendiri saja namun tidak melihat dampak untuk orang banyak dalam jangka waktu yang panjang.<\/p>\n<p>\u201cSelain itu, tujuan kami adalah agar timbulnya wawasan kepada masyarakat mengingat kondisi geografis Kecamatan Kapuas Hulu yang sebagian besar masih kondisi persawahan, perkebunan dan perairan, dan kondisi air sungai akan tercemar bilamana terjadi penambangan liar.\u201d tutup Kapolsek. (<em>@13<\/em>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tribratanews.kalteng.polri.go.id-Kapuas Hulu-Tujuan imbauan ini adalah agar terciptanya masyarakat yang sadar akan lingkungan, dengan tidak membuat ataupun melakukan penambangan liar yang merusak alam, Sosialisasi yang dilaksanakan oleh personel Polsek Kapuas Hulu Aipda Simpang L. S. Purba dan Bripda I Wayan Aditya di Desa Sei Hanyo Kecamatan Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, Minggu (14\/06\/2026) pukul<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-13014","post","type-post","status-publish","format-standard","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=13014"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":13017,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/13014\/revisions\/13017"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=13014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=13014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=13014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}