{"id":14837,"date":"2026-06-20T20:09:31","date_gmt":"2026-06-20T13:09:31","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=14837"},"modified":"2026-06-20T20:09:31","modified_gmt":"2026-06-20T13:09:31","slug":"pemprov-dki-gandeng-perhotelan-perkuat-wisata-budaya-menuju-jakarta-kota-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/06\/20\/pemprov-dki-gandeng-perhotelan-perkuat-wisata-budaya-menuju-jakarta-kota-global\/","title":{"rendered":"Pemprov DKI Gandeng Perhotelan Perkuat Wisata Budaya Menuju Jakarta Kota Global"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id<\/strong><\/em>\u00a0 | Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak industri perhotelan untuk turut memperluas promosi budaya Betawi melalui beragam aktivitas yang dekat dengan wisatawan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyajian kuliner khas, pertunjukan seni tradisional, hingga pengalaman bernuansa Betawi di lingkungan hotel.<\/p>\n<p>Ajakan tersebut disampaikan Rano saat membuka acara Discover Betawi Art &amp; Culture di Hotel Borobudur Jakarta, Jumat (19\/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta sekaligus persiapan menyambut usia lima abad Jakarta pada 2027.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Rano mengapresiasi konsistensi Hotel Borobudur yang setiap tahun berpartisipasi dalam kegiatan budaya menjelang ulang tahun Jakarta. Menurut dia, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dunia usaha.<\/p>\n<p>&#8220;Saya sangat tahu, hampir setiap tahun saat Jakarta berulang tahun, Hotel Borobudur pasti berpartisipasi dengan kegiatan budayanya. Ini menandakan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dengan semua bidang usaha, termasuk hotel, berjalan dengan baik,&#8221; ujar Rano.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, saat ini sekitar 15 hotel telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkenalkan budaya Betawi kepada wisatawan yang datang ke ibu kota.<\/p>\n<p>Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Jakarta sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata. Melalui pengalaman budaya yang autentik, wisatawan dapat mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Betawi sebagai bagian dari karakter Jakarta.<\/p>\n<p>Menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027, Pemprov DKI juga tengah menyusun kalender kegiatan budaya dan pariwisata sepanjang tahun. Setiap bulan direncanakan akan menghadirkan agenda berskala internasional guna memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.<\/p>\n<p>&#8220;Kami sedang mendesain kalender kegiatan dari Januari sampai Desember 2027. Setiap bulan akan ada kegiatan berskala internasional karena Jakarta sedang menuju kota global. Ini juga akan menjadi panduan bagi sektor pariwisata dan perhotelan untuk menyiapkan berbagai atraksi yang mendukung,&#8221; kata Rano.<\/p>\n<p>Menurut dia, kegiatan budaya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian tradisi, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah melalui peningkatan kunjungan wisatawan.<\/p>\n<p>Rano menyebutkan, rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak perayaan Natal hingga Idulfitri telah menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp68 triliun. Karena itu, Pemprov DKI terus mendorong berbagai agenda budaya yang dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Jakarta.<\/p>\n<p>Selain agenda budaya dan pariwisata, rangkaian HUT Jakarta tahun ini juga menghadirkan kegiatan keagamaan, termasuk Haul Ulama dan Habaib, sebagai bentuk penghormatan terhadap para tokoh yang berperan dalam perjalanan sejarah Jakarta.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengajak industri perhotelan untuk turut memperluas promosi budaya Betawi melalui beragam aktivitas yang dekat dengan wisatawan. Upaya tersebut dilakukan melalui penyajian kuliner khas, pertunjukan seni tradisional, hingga pengalaman bernuansa Betawi di lingkungan hotel. Ajakan tersebut disampaikan Rano saat membuka acara Discover Betawi Art &amp; Culture di Hotel<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":14859,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[247],"tags":[529,528,530,531,54],"class_list":["post-14837","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah","tag-budayabetawi","tag-jakarta499","tag-jakartamenuju500tahun","tag-pariwisatajakarta","tag-ranokarno"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14837","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14837"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14837\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14860,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14837\/revisions\/14860"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/14859"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14837"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14837"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14837"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}