{"id":19394,"date":"2026-07-01T17:19:36","date_gmt":"2026-07-01T10:19:36","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=19394"},"modified":"2026-07-01T17:19:36","modified_gmt":"2026-07-01T10:19:36","slug":"rela-bawa-kamera-5-kg-ini-3-fakta-menarik-saputra-kori-di-film-402-rumah-sakit-angker-korea","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/01\/rela-bawa-kamera-5-kg-ini-3-fakta-menarik-saputra-kori-di-film-402-rumah-sakit-angker-korea\/","title":{"rendered":"Rela Bawa Kamera 5 Kg, Ini 3 Fakta Menarik Saputra Kori di Film 402 Rumah Sakit Angker Korea"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id<\/strong><\/em>\u00a0 | Film horor Korea legendaris Gonjiam: Haunted Asylum kini hadir dalam versi remake resmi Indonesia lewat 402 Rumah Sakit Angker Korea. Diproduksi oleh MD Pictures bersama Umbara Brothers Films dan disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini mengusung konsep point of view (POV) yang mengikuti sekelompok kreator konten saat melakukan penelusuran di rumah sakit paling angker di Korea Selatan.<\/p>\n<p>Salah satu daya tarik film ini adalah keterlibatan kreator konten Saputra Kori yang memulai debut aktingnya sebagai Adit, anggota kelompok &#8220;Para Pencari Hantu&#8221;. Meski sama-sama berperan sebagai kreator konten, Kori mengaku tantangan yang dihadapinya jauh berbeda dari aktivitasnya sehari-hari.<\/p>\n<p>Berikut tiga fakta menarik di balik peran Saputra Kori dalam film 402 Rumah Sakit Angker Korea.<\/p>\n<p>1. <em>Memerankan Karakter yang Bertolak Belakang<\/em><\/p>\n<p>Dalam kehidupan sehari-hari, Saputra Kori dikenal memiliki pembawaan yang tenang dan ramah. Namun, di film ini ia memerankan Adit, seorang kameramen dengan karakter usil, tengil, dan kerap memicu konflik di dalam tim.<\/p>\n<p>Menurut Kori, perbedaan karakter tersebut menjadi tantangan tersendiri karena ia harus menampilkan sisi yang sangat berbeda dari kepribadiannya.<\/p>\n<p>2. <em>Membawa Kamera Berbobot 5 Kilogram Selama Syuting<\/em><\/p>\n<p>Untuk menghadirkan pengalaman menonton yang terasa realistis, para pemain tidak hanya berakting, tetapi juga mengoperasikan kamera sendiri.<\/p>\n<p>Saputra Kori mengungkapkan bahwa setiap pemain menggunakan rig kamera dengan bobot sekitar lima kilogram sepanjang proses pengambilan gambar. Pengalaman tersebut menjadi salah satu tantangan fisik terbesar yang pernah ia rasakan selama syuting.<\/p>\n<p>3. <em>Syuting Penelusuran Tanpa Didampingi Kru<\/em><\/p>\n<p>Nuansa horor dalam film ini juga dibangun melalui metode syuting yang tidak biasa. Demi mendapatkan reaksi yang natural, para pemain dibiarkan melakukan adegan penelusuran sendirian di dalam lokasi syuting yang menyerupai rumah sakit terbengkalai.<\/p>\n<p>Sementara sutradara dan kru memantau dari luar lokasi, enam pemeran utama menjalani proses syuting secara mandiri sehingga suasana mencekam yang mereka rasakan benar-benar nyata.<\/p>\n<p>Dengan konsep produksi yang unik dan totalitas para pemain, 402 Rumah Sakit Angker Korea menjanjikan pengalaman horor yang lebih imersif bagi penonton.<\/p>\n<p>Film 402 Rumah Sakit Angker Korea dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | Film horor Korea legendaris Gonjiam: Haunted Asylum kini hadir dalam versi remake resmi Indonesia lewat 402 Rumah Sakit Angker Korea. Diproduksi oleh MD Pictures bersama Umbara Brothers Films dan disutradarai oleh Anggy Umbara, film ini mengusung konsep point of view (POV) yang mengikuti sekelompok kreator konten saat melakukan penelusuran di rumah sakit paling<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":19395,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-19394","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-1"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19394","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19394"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19394\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19397,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19394\/revisions\/19397"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19394"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19394"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19394"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}