{"id":23528,"date":"2026-07-12T20:08:42","date_gmt":"2026-07-12T13:08:42","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=23528"},"modified":"2026-07-12T20:08:42","modified_gmt":"2026-07-12T13:08:42","slug":"percepat-penanganan-aduan-kekerasan-anak-kemenko-pmk-luncurkan-platform-aman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/12\/percepat-penanganan-aduan-kekerasan-anak-kemenko-pmk-luncurkan-platform-aman\/","title":{"rendered":"Percepat Penanganan Aduan Kekerasan Anak, Kemenko PMK Luncurkan Platform AMAN"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id<\/strong><\/em>, Depok \u2014 Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, menjadi titik awal pencanangan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) untuk Pesantren dan Madrasah Ramah Anak. Program yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Komunikasi dan Digital ini menjadi langkah strategis pemerintah memperkuat perlindungan anak di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan.<\/p>\n<p>Pencanangan yang berlangsung pada Minggu (12\/7\/2026) ditandai dengan peluncuran platform AMAN (Aplikasi Manajemen Aduan Antikekerasan). Aplikasi tersebut dirancang sebagai sarana pelaporan dan penanganan cepat berbagai bentuk kekerasan, mulai dari kekerasan fisik, verbal, seksual, hingga kekerasan digital.<\/p>\n<p>Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, Prof. KH. Oman Fathurahman, menegaskan bahwa menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman merupakan bagian dari amanah pesantren dalam mendidik para santri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Santri adalah titipan orang tua yang harus dididik menjadi generasi yang cerdas, berakhlakul karimah, dan berkarakter. Karena itu, perlindungan terhadap mereka menjadi prioritas utama,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Prof. Oman, komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan, tetapi juga diperkuat dengan sistem tata kelola yang modern. Sejak 2023, Pesantren Al-Hamidiyah telah menerapkan Pedoman Pencegahan dan Penanganan Tindak Kekerasan serta aturan khusus mengenai pencegahan aksi vandalisme di lingkungan pesantren.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari implementasi kebijakan tersebut, pesantren juga membentuk Majelis Amni, lembaga nonstruktural yang berfungsi layaknya komite etik untuk menerima, merespons, dan menindaklanjuti setiap laporan dugaan kekerasan. Santri dapat menyampaikan pengaduan secara langsung maupun melalui kanal aduan yang telah disediakan.<\/p>\n<p>Prof. Oman menambahkan, transformasi Pesantren Al-Hamidiyah dilakukan dengan tetap mempertahankan tradisi keilmuan salaf berbasis kitab kuning, sekaligus mengadopsi sistem manajemen pendidikan modern yang dilengkapi standar operasional prosedur (SOP) pada seluruh aspek pendidikan dan pengasuhan.<\/p>\n<p>Komitmen terhadap tata kelola pendidikan yang profesional itu mendapat pengakuan melalui sertifikasi ISO 21001:2018 yang diterima pada Januari 2024. Sertifikat tersebut menjadi penanda bahwa sistem manajemen mutu pendidikan di Pesantren Al-Hamidiyah telah memenuhi standar internasional.<\/p>\n<p>Peluncuran Gernas RANA turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi&#8217;i, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, Menteri Agama periode 2014\u20132019 Lukman Hakim Saifuddin, serta jajaran pejabat kementerian dan lembaga.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-23549\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260712-WA0238-300x201.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"201\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260712-WA0238-300x201.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260712-WA0238-150x100.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260712-WA0238-450x301.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG-20260712-WA0238.jpg 538w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Melalui Gernas RANA dan peluncuran platform AMAN, pemerintah berharap budaya perlindungan anak dapat mengakar di seluruh pesantren dan madrasah di Indonesia, sehingga tercipta ruang belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id, Depok \u2014 Pesantren Al-Hamidiyah, Depok, menjadi titik awal pencanangan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) untuk Pesantren dan Madrasah Ramah Anak. Program yang digagas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Kementerian Komunikasi dan Digital ini menjadi langkah strategis<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":23540,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[246],"tags":[701,703,699,101,704,281,467,700,702],"class_list":["post-23528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-nasional","tag-alhamidiyah","tag-aman","tag-gernasrana","tag-kementerianagama","tag-madrasahramahanak","tag-perlindungananak","tag-pesantrenindonesia","tag-pesantrenramahanak","tag-stopkekerasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23528","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23528"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23551,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23528\/revisions\/23551"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23540"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}