{"id":23985,"date":"2026-07-13T18:38:11","date_gmt":"2026-07-13T11:38:11","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=23985"},"modified":"2026-07-13T18:38:11","modified_gmt":"2026-07-13T11:38:11","slug":"kemenag-ajak-masyarakat-cek-arah-kiblat-saat-rashdul-qiblat-15-16-juli-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/13\/kemenag-ajak-masyarakat-cek-arah-kiblat-saat-rashdul-qiblat-15-16-juli-2026\/","title":{"rendered":"Kemenag Ajak Masyarakat Cek Arah Kiblat Saat Rashdul Qiblat 15-16 Juli 2026"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id\u00a0 |<\/strong><\/em>\u00a0Jakarta \u2013 Umat Islam di Indonesia akan kembali memperoleh kesempatan langka untuk memastikan ketepatan arah kiblat melalui fenomena astronomi saat Matahari berada tepat di atas Kakbah. Peristiwa yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini akan berlangsung pada Rabu dan Kamis, 15\u201316 Juli 2026.<\/p>\n<p>Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Menurutnya, fenomena ini merupakan metode ilmiah yang mudah, praktis, sekaligus memiliki tingkat akurasi tinggi untuk memverifikasi arah kiblat.<\/p>\n<p>&#8220;Menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. Karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar agar ibadah kita semakin sempurna,&#8221; ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (13\/7\/2026).<\/p>\n<p>Fenomena Matahari tepat di atas Kakbah terjadi dua kali setiap tahun. Pada saat itu, posisi Matahari berada di titik zenit Kakbah sehingga bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi akan mengarah tepat ke kiblat.<\/p>\n<p>Tahun ini, fenomena tersebut dapat diamati pada pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT. Masyarakat hanya perlu menempatkan tongkat atau benda yang benar-benar tegak lurus di area terbuka yang terkena sinar Matahari. Garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Kakbah dan dapat dijadikan acuan untuk memeriksa arah kiblat rumah, masjid, musala, maupun bangunan lainnya.<\/p>\n<p>Kementerian Agama mengajak berbagai kalangan untuk berpartisipasi, mulai dari takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat di lingkungan tempat tinggal.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, peserta dapat mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal indonesiaberkiblat.kemenag.dev. Setelah membuat akun dan mengisi data lokasi, masyarakat dapat mengikuti pengukuran secara serentak sesuai waktu terjadinya fenomena di wilayah masing-masing. Portal tersebut juga menyediakan panduan teknis agar proses verifikasi arah kiblat dapat dilakukan secara mandiri maupun bersama petugas Kementerian Agama.<\/p>\n<p>Selain memastikan ketepatan arah kiblat, gerakan nasional ini juga menjadi sarana meningkatkan literasi masyarakat terhadap ilmu falak, yang selama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam pelayanan keagamaan. Edukasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman publik mengenai pentingnya akurasi arah kiblat di tempat ibadah maupun fasilitas umum.<\/p>\n<p>&#8220;Mari kita sukseskan Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Semoga ikhtiar ini menjadi bagian dari upaya kita menyempurnakan kualitas ibadah kepada Allah SWT,&#8221; kata Nasaruddin Umar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 |\u00a0Jakarta \u2013 Umat Islam di Indonesia akan kembali memperoleh kesempatan langka untuk memastikan ketepatan arah kiblat melalui fenomena astronomi saat Matahari berada tepat di atas Kakbah. Peristiwa yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini akan berlangsung pada Rabu dan Kamis, 15\u201316 Juli 2026. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat memanfaatkan momentum tersebut<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":23986,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[246],"tags":[719,721,723,101,722,720],"class_list":["post-23985","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-nasional","tag-gerakannasionalindonesiaberkiblat2026","tag-arahkiblat-ilmufalak","tag-islamindonesia","tag-kementerianagama","tag-menagnasaruddinumar","tag-rashdulqiblat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23985"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23988,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23985\/revisions\/23988"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/23986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}