{"id":24856,"date":"2026-07-15T20:15:09","date_gmt":"2026-07-15T13:15:09","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=24856"},"modified":"2026-07-15T20:15:09","modified_gmt":"2026-07-15T13:15:09","slug":"antisipasi-kebakaran-hutan-tim-terpadu-gencarkan-patroli-dan-sosialisasi-pencegahan-di-sebangau-jaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/15\/antisipasi-kebakaran-hutan-tim-terpadu-gencarkan-patroli-dan-sosialisasi-pencegahan-di-sebangau-jaya\/","title":{"rendered":"Antisipasi Kebakaran Hutan, Tim Terpadu Gencarkan Patroli dan Sosialisasi Pencegahan di Sebangau Jaya"},"content":{"rendered":"<p>Pulang Pisau &#8211; Upaya berkelanjutan dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digalakkan oleh jajaran kepolisian bersama instansi terkait. Langkah proaktif ini diwujudkan melalui kegiatan patroli terpadu pencegahan karhutla yang dilaksanakan oleh Tim Manggala Agni Kalimantan II Kapuas bersama TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Desa Sebangau Jaya, Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan yang berlangsung di bawah kondisi cuaca cerah hingga berawan ini dimulai sejak pagi hari guna menyisir area-area yang dinilai memiliki kerawanan tinggi. Rabu (15\/07\/2026) Pagi.<\/p>\n<p>Dalam pergerakannya, tim gabungan yang terdiri dari Eliependri dan Heri Setiawan dari Manggala Agni, Sertu Imansyah dari TNI, Aipda Walnaldo dari Polri, serta Abdul Sidik dari MPA, memfokuskan tindakan pada pemetaan berkala. Petugas melakukan peninjauan langsung ke titik-titik krusial, termasuk memeriksa ketersediaan sumber air di lapangan berupa galian irigasi sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar 3 meter dan kedalaman 70 sentimeter yang dapat difungsikan sewaktu-waktu. Langkah taktis ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan penuh dalam meminimalisir potensi gangguan di wilayah hukum setempat.<\/p>\n<p>Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sebangau Kuala IPDA Purwanto menjelaskan bahwa patroli ini mengedepankan tindakan preventif dan edukatif langsung kepada masyarakat. &#8220;Kami mengedepankan pendekatan dialogis dengan merangkul seluruh elemen, baik perangkat desa maupun warga secara langsung. Sinergi ini sangat penting agar semua pihak memiliki kesadaran penuh untuk saling menjaga lingkungan tempat tinggal mereka dari bahaya kebakaran,&#8221; ujar IPDA Purwanto saat memberikan keterangan mengenai jalannya kegiatan di lapangan.<\/p>\n<p>Selain melakukan pemetaan wilayah rawan kebakaran yang didominasi oleh lahan tidak digarap bervegetasi galam, pakis, dan semak belukar, tim juga melaksanakan uji remas serasah di titik koordinat yang telah ditentukan. Dari hasil pengujian tersebut, diketahui bahwa serasah di lokasi hancur menjadi kepingan kecil dengan kondisi yang cukup kering, menandakan tingkat kerawanan yang memerlukan kewaspadaan ekstra. Oleh karena itu, edukasi intensif diberikan kepada warga, termasuk kepada Bapak Supri, agar sama sekali tidak melakukan pembersihan atau membuka lahan dengan cara dibakar.<\/p>\n<p>Melalui komunikasi yang terjalin dengan perangkat desa seperti Bapak Kustoro, diharapkan pesan-pesan pencegahan ini dapat diteruskan secara berantai kepada seluruh warga desa jangkauan. Upaya preventif yang terintegrasi ini dipastikan akan terus berjalan secara berkala demi memastikan ruang gerak potensi karhutla dapat ditekan sedini mungkin. Seluruh rangkaian kegiatan patroli gabungan berjalan dengan aman, tertib, dan mendapatkan respons yang sangat positif dari masyarakat setempat. (Humasrespulpis)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pulang Pisau &#8211; Upaya berkelanjutan dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digalakkan oleh jajaran kepolisian bersama instansi terkait. Langkah proaktif ini diwujudkan melalui kegiatan patroli terpadu pencegahan karhutla yang dilaksanakan oleh Tim Manggala Agni Kalimantan II Kapuas bersama TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di wilayah Desa Sebangau Jaya, Kecamatan Sebangau<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":24845,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-24856","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24856","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=24856"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24856\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24864,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/24856\/revisions\/24864"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=24856"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=24856"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=24856"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}