{"id":28712,"date":"2026-07-25T18:12:00","date_gmt":"2026-07-25T11:12:00","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=28712"},"modified":"2026-07-25T18:12:00","modified_gmt":"2026-07-25T11:12:00","slug":"hari-anak-nasional-dr-cantiari-keluarga-adalah-benteng-pertama-bela-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/25\/hari-anak-nasional-dr-cantiari-keluarga-adalah-benteng-pertama-bela-negara\/","title":{"rendered":"Hari Anak Nasional: Dr. Cantiari, Keluarga Adalah Benteng Pertama Bela Negara"},"content":{"rendered":"<p>Hari Anak Nasional 2026: Dr. Made Cantiari, Keluarga Adalah Benteng Pertama Bela Negara<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Analisnews.co.id \u2013 DENPASAR | Memperingati Hari Anak Nasional 2026 Tokoh Perempuan Bali Dr. Dra. Ni Made Cantiari,M.Si.,mengingatkan bahwa keluarga adalah Pendidikan dan pelajaran pertama dan utama bagi setiap anak.<\/p>\n<p>Belajar jujur saat mengaku salah, belajar disiplin saat bangun pagi tanpa diingatkan, belajar tanggung jawab saat membereskan mainannya sendiri, dan belajar empati saat melihat orang tuanya menolong terangga<\/p>\n<p>\u201cKejujuran, disiplin, tanggung jawab, empati, hingga rasa hormat tidak lahir begitu saja. Semua itu dibentuk lewat teladan dan pola asuh di rumah,\u201d ujar Dr. Cantiari, di RRI Singaraja, Sabtu 25 Juli 2026.<\/p>\n<p>Namun di tahun 2026, tantangan nyata. Survei KPAI dan Kemendikbudristek menunjukkan, rata-rata anak usia sekolah kini menghabiskan 6-8 jam sehari didepan layar.<\/p>\n<p>Gadget jadi pengasuh, kemandirian anak tergerus. Sedikit kesulitan langsung cari jawaban di YouTube, sedikit bosan, langsung minta HP. Jadi otak anak TDK diasah dgn latihan soal maka saat terjadi masalah gagap mencari solusi<\/p>\n<p>Di tengah derasnya pengaruh teknologi, media sosial, dan perubahan zaman, dan pengaruh lingkungan maka peran keluarga perhatian orang tua justru semakin krusial diikuti kemana arah anak apalagi perkembangan teknologi banyak anak kehilangan kesadaran akibat kecanduan hp.<\/p>\n<p>Jika demikian, mengalami gangguan sakit kepala, akibat kecanduan hp, menurut nya obat nya yang bisa menyembuhkan hanya obat penenang (obat stress). Untuk itu mari hindari anak kita kecanduan hp dengan lebih sering melatih konsentrasi pikiran melakukan sembahyang maupun memotivasi kursus tari gamelan musik olah raga dan les Mata pelajaran.<\/p>\n<p>\u201cKalau orang tua lengah, dalam sedetik saja maka dlm detik itu anak akan hancur apalagi anak-anak kita yang dibentuk oleh TikTok dan YouTube.<\/p>\n<p>Semestinya karakter kuat, berakhlak, dan cinta tanah air, dimulai dari meja makan, dari komunikasi dan pelukan &amp; asuhan ibu dan tauladan bapak sebagai kepala keluarga. Orang tua paham akan hak kewajiban sbg seorang anak<\/p>\n<p>Menurut Dr. Cantiari, Bela Negara dimulai sejak mulai anak masuk TK, anak dibina beserta orang tua nya anak dilatih kemandirian sbg syarat utama dg cinta tanah air dg pendidikan pendahuluan bela negara.<\/p>\n<p>Bangsa yang besar lahir dari individu yang kuat dan mampu berfikir, bertindak, dan bertanggung jawab, tambahnya.<\/p>\n<p>\u201cMenurutnya, anak yang memiliki karakter kuat, beretika, dan cinta budaya, kelak akan jadi pagar untuk menjaga budaya dan adat Tanah Bali \/ Indonesia,\u201d .<\/p>\n<p>\u201cEkonomi boleh tumbuh, teknologi boleh maju. Tapi jangan sampai kita kehilangan jati diri.<\/p>\n<p>Untuk itu, mari kuatkan keluarga, karena dari keluarga yang kuat, lahirlah Generasi Emas 2045 yang siap menjaga Bali, siap menjaga Indonesia,\u201d pungkasnya(ranu)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hari Anak Nasional 2026: Dr. Made Cantiari, Keluarga Adalah Benteng Pertama Bela Negara &nbsp; &nbsp; Analisnews.co.id \u2013 DENPASAR | Memperingati Hari Anak Nasional 2026 Tokoh Perempuan Bali Dr. Dra. Ni Made Cantiari,M.Si.,mengingatkan bahwa keluarga adalah Pendidikan dan pelajaran pertama dan utama bagi setiap anak. Belajar jujur saat mengaku salah, belajar disiplin saat bangun pagi tanpa<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":28715,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-28712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28712"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28712\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28716,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28712\/revisions\/28716"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}