{"id":28860,"date":"2026-07-26T18:31:48","date_gmt":"2026-07-26T11:31:48","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=28860"},"modified":"2026-07-26T18:31:48","modified_gmt":"2026-07-26T11:31:48","slug":"lagu-anak-belum-kehilangan-nada-suara-anak-indonesia-2026-buka-jalan-menuju-panggung-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/26\/lagu-anak-belum-kehilangan-nada-suara-anak-indonesia-2026-buka-jalan-menuju-panggung-dunia\/","title":{"rendered":"Lagu Anak Belum Kehilangan Nada, Suara Anak Indonesia 2026 Buka Jalan Menuju Panggung Dunia"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id<\/strong><\/em>\u00a0 | Jakarta \u2014 Di tengah dominasi lagu-lagu dewasa yang memenuhi ruang dengar anak-anak, ajang Suara Anak Indonesia 2026 menghadirkan secercah harapan. Digelar di J Town, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, kompetisi ini bukan sekadar adu kemampuan vokal, melainkan menjadi panggung yang menegaskan bahwa lagu anak Indonesia masih memiliki masa depan yang layak diperjuangkan.<\/p>\n<p>Peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Majalengka hingga Palembang, memperlihatkan keberagaman talenta yang tumbuh di berbagai penjuru negeri. Mereka tampil dengan karakter, penghayatan, dan kemampuan vokal yang menunjukkan bahwa regenerasi penyanyi anak masih terus berjalan.<\/p>\n<p>Pamong Budaya Ahli Madya Direktorat Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Ismi Hadriati, mengaku terkesan melihat kualitas para peserta. Menurutnya, kemampuan anak-anak di atas panggung mencerminkan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan.<\/p>\n<p>&#8220;Bukan hanya suara yang bagus, tetapi mereka juga memiliki karakter dan penguasaan panggung yang kuat. Ini menjadi bukti bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta, melainkan membutuhkan ruang agar bakat tersebut terus berkembang,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ismi menilai, Suara Anak Indonesia telah berkembang menjadi wadah berskala nasional. Karena itu, ia berharap ajang ini dapat menjadi bagian dari pembinaan talenta melalui program-program Kementerian Kebudayaan, sehingga anak-anak berprestasi tidak berhenti hanya sebagai juara kompetisi, tetapi mampu melangkah ke panggung nasional hingga internasional.<\/p>\n<p>Menurutnya, kebangkitan lagu anak harus dimulai dengan menghadirkan karya yang dekat dengan dunia mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Anak-anak berhak memiliki lagu yang mencerminkan usia, kegembiraan, dan imajinasi mereka. Ketika mereka bernyanyi dengan lagu yang memang diciptakan untuk mereka, di situlah kejayaan lagu anak dapat kembali tumbuh,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Pandangan serupa disampaikan Kepala Seksi Ekonomi Kreatif Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Administrasi Jakarta Timur, Eris Priyowibowo. Ia menilai lagu anak tidak pernah benar-benar hilang, tetapi kalah ruang dari derasnya arus musik dewasa.<\/p>\n<p>Menurut Eris, tantangan utama bukan terletak pada minimnya karya, melainkan terbatasnya panggung, media, dan saluran distribusi yang mampu memperkenalkan lagu anak kepada masyarakat luas. Karena itu, ekosistem yang melibatkan pencipta lagu, media, penyelenggara pertunjukan, pemerintah, hingga masyarakat perlu dibangun secara bersama.<\/p>\n<p>&#8220;Ajang seperti Suara Anak Indonesia adalah investasi budaya. Anak-anak mendapatkan ruang untuk mencintai lagu sesuai usia mereka sekaligus memperkenalkan karya-karya anak Indonesia kepada publik,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Semangat itu semakin terasa ketika penyanyi cilik legendaris Puput Melati hadir menyapa para peserta. Ia membawakan lagu Satu Tambah Satu dan Bunda, dua karya yang telah menjadi bagian dari kenangan banyak keluarga Indonesia.<\/p>\n<p>Puput juga berbagi kisah perjalanan kariernya yang dimulai sejak usia lima tahun. Ia mengaku tidak pernah mengikuti kursus menyanyi, tetapi tumbuh dalam lingkungan keluarga musisi dan terus berlatih hingga kesempatan datang menghampirinya.<\/p>\n<p>Baginya, keberhasilan bukan lahir dari impian menjadi artis semata, melainkan dari ketekunan mengasah kemampuan sejak dini.<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-28862\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_161040-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_161040-300x169.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_161040-768x433.jpg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_161040-150x84.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_161040-450x253.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260726_161040.jpg 980w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>Suara Anak Indonesia 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ajang ini menghadirkan optimisme bahwa kebangkitan lagu anak bukanlah nostalgia masa lalu, melainkan ikhtiar membangun generasi baru yang tumbuh bersama karya-karya yang sesuai dengan dunia mereka. Ketika talenta dipertemukan dengan pembinaan dan ekosistem yang sehat, bukan tidak mungkin Indonesia kembali melahirkan penyanyi anak yang mampu bersinar, baik di tingkat nasional maupun dunia. (DB\/Yd).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | Jakarta \u2014 Di tengah dominasi lagu-lagu dewasa yang memenuhi ruang dengar anak-anak, ajang Suara Anak Indonesia 2026 menghadirkan secercah harapan. Digelar di J Town, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, kompetisi ini bukan sekadar adu kemampuan vokal, melainkan menjadi panggung yang menegaskan bahwa lagu anak Indonesia masih memiliki masa depan yang layak diperjuangkan. Peserta yang<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":28861,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[688,273,934,933,936,935,932,937],"class_list":["post-28860","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-celebs","tag-budayaindonesia","tag-industrimusik","tag-kementeriankebudayaban","tag-laguanak","tag-musikanakindonesia","tag-puputmelati","tag-suaraanakindonesia2026","tag-talentamuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28860","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=28860"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28860\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":28866,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/28860\/revisions\/28866"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/28861"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=28860"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=28860"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=28860"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}