{"id":29109,"date":"2026-07-27T10:06:08","date_gmt":"2026-07-27T03:06:08","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=29109"},"modified":"2026-07-27T10:06:08","modified_gmt":"2026-07-27T03:06:08","slug":"usia-boleh-muda-mimpi-setinggi-langit-fantastic-girls-siap-warnai-musik-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/27\/usia-boleh-muda-mimpi-setinggi-langit-fantastic-girls-siap-warnai-musik-indonesia\/","title":{"rendered":"Usia Boleh Muda, Mimpi Setinggi Langit! Fantastic Girls Siap Warnai Musik Indonesia"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id<\/strong><\/em> | Jakarta \u2013 Panggung Suara Anak Indonesia 2026 bukan hanya menjadi arena kompetisi bagi para penyanyi cilik. Di ajang yang digelar di J Town, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (26\/7\/2026), lahir pula sebuah girl group muda yang siap meramaikan industri musik Tanah Air. Mereka adalah Fantastic Girls, trio vokal beranggotakan Sancia Sae, Syifa Marsifa, dan Auni Batrisyia.<\/p>\n<p>Tampil penuh percaya diri membawakan single perdana berjudul &#8220;Mati Lampu&#8221;, ketiganya langsung mencuri perhatian. Harmonisasi vokal, koreografi yang enerjik, serta chemistry yang mulai terbangun membuat penampilan mereka terasa menjanjikan, meski grup ini baru terbentuk sekitar satu bulan.<\/p>\n<p>Di balik aksi panggung yang kompak, tersimpan kisah tiga remaja dengan mimpi yang berbeda namun dipersatukan oleh kecintaan pada dunia hiburan.<\/p>\n<p>Bagi Sancia Sae, bernyanyi bukanlah hobi yang datang begitu saja. Sejak usia delapan tahun, ia sudah akrab dengan berbagai perlombaan menyanyi hingga akhirnya berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Wieta Musik.<\/p>\n<p>&#8220;Aku memang ingin menjadi penyanyi. Dari kecil sudah senang ikut lomba. Penghargaan yang pernah aku dapat jadi semangat untuk terus belajar dan berkembang,&#8221; ujar Sancia.<\/p>\n<p>Pelantun favoritnya adalah Mahalini dan Lyodra, dua penyanyi yang menurutnya membuktikan kualitas musisi muda Indonesia mampu bersaing di level tertinggi.<\/p>\n<p>&#8220;Aku lebih suka penyanyi Indonesia. Mereka membuktikan kalau penyanyi muda Indonesia juga punya kualitas yang luar biasa,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Sancia, Syifa Marsifa justru memendam cita-cita menjadi aktris film. Namun ketika aktivitas aktingnya sempat terhenti, dunia musik membuka jalan baru baginya.<\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya impian aku jadi pemain film. Tapi karena sempat vakum, akhirnya aku mencoba masuk ke dunia musik dulu. Buat aku, ini kesempatan untuk terus berkarya,&#8221; ungkap siswi kelas VIII SMP tersebut.<\/p>\n<p>Meski belum pernah mengikuti lomba menyanyi, Syifa menerima ajakan bergabung dari Bunda Wieta sebagai tantangan baru untuk mengasah bakat sekaligus membangun rasa percaya diri.<\/p>\n<p>Sementara itu, Auni Batrisyia sudah mengenal studio rekaman sejak berusia tujuh tahun melalui single pertamanya. Walaupun belum banyak mengoleksi gelar juara, semangatnya terhadap musik tidak pernah padam.<\/p>\n<p>&#8220;Aku memang belum banyak juara lomba, tapi aku senang bernyanyi. Yang penting terus belajar dan menikmati prosesnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Auni juga membawa warna berbeda di Fantastic Girls. Sejak kecil ia jatuh cinta pada musik K-Pop dan bercita-cita suatu hari bisa tampil sebagai idol di panggung internasional.<\/p>\n<p>&#8220;Aku terinspirasi dari artis-artis Korea. Mereka disiplin dan kerja keras. Itu yang ingin aku contoh,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Terbentuknya Fantastic Girls bukanlah sebuah kebetulan. Grup ini merupakan gagasan Bunda Wieta, yang ingin menyatukan talenta-talenta muda hasil pembinaan Wieta Musik menjadi sebuah girl group dengan karakter yang kuat.<\/p>\n<p>Menurut Auni, Sancia dipilih karena prestasinya di ajang menyanyi, Syifa diajak bergabung, dan akhirnya mereka dipertemukan dalam satu proyek musik.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya Bunda Wieta memang ingin bikin girl group. Sancia dipilih karena juara lomba menyanyi, Syifa diajak bergabung, lalu kami bertiga dipertemukan. Alhamdulillah semuanya cocok, akhirnya terbentuk Fantastic Girls,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Proses membangun kekompakan dimulai dari ruang rekaman Wieta Musik. Dari latihan vokal, menyusun koreografi, hingga proses produksi lagu, ketiganya perlahan menemukan chemistry sebagai sebuah grup.<\/p>\n<p>Menariknya, Fantastic Girls hampir memiliki nama yang berbeda. Sebelum resmi diperkenalkan ke publik, trio ini sempat menggunakan nama S2A, singkatan dari inisial para personelnya.<\/p>\n<p>&#8220;Awalnya nama kami bukan Fantastic Girls, tapi S2A. S itu dari Sancia dan Syifa, karena ada dua huruf S, lalu A dari Auni. Tapi akhirnya diputuskan memakai nama Fantastic Girls karena terasa lebih kuat dan lebih menggambarkan semangat kami,&#8221; ungkap Auni.<\/p>\n<p>Kini, melalui single &#8220;Mati Lampu&#8221;, Fantastic Girls membuka lembaran pertama perjalanan mereka di industri musik Indonesia. Dengan karakter yang saling melengkapi, ketiganya ingin membuktikan bahwa usia muda bukanlah batas untuk berkarya.<\/p>\n<p>Mereka membawa mimpi yang sama: terus belajar, menciptakan karya, dan menginspirasi anak-anak Indonesia agar berani mengejar cita-cita.<\/p>\n<p>&#8220;Semoga lagu ini bisa diterima masyarakat, dan Fantastic Girls bisa terus berkembang, menginspirasi anak-anak Indonesia untuk berani mengejar cita-citanya,&#8221; ujar mereka kompak.<\/p>\n<p>Debut ini mungkin baru langkah pertama. Namun, dengan semangat, pembinaan yang berkelanjutan, dan mimpi yang besar, Fantastic Girls berpeluang menjadi salah satu wajah baru kebangkitan musik anak Indonesia. (DB\/Yd)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | Jakarta \u2013 Panggung Suara Anak Indonesia 2026 bukan hanya menjadi arena kompetisi bagi para penyanyi cilik. Di ajang yang digelar di J Town, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (26\/7\/2026), lahir pula sebuah girl group muda yang siap meramaikan industri musik Tanah Air. Mereka adalah Fantastic Girls, trio vokal beranggotakan Sancia Sae, Syifa Marsifa, dan<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":29110,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[938,687,941,939,942,318,943,932,944,940],"class_list":["post-29109","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-celebs","tag-fantasticgirls","tag-generasimuda","tag-girlgroupindonesia","tag-matilampu","tag-musikanak","tag-musikindonesia","tag-penyanyicilik","tag-suaraanakindonesia2026","tag-talentaindonesia","tag-wietamusik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29109","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=29109"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29109\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29112,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/29109\/revisions\/29112"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/29110"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=29109"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=29109"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=29109"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}