{"id":30479,"date":"2026-07-30T11:54:42","date_gmt":"2026-07-30T04:54:42","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=30479"},"modified":"2026-07-30T11:54:42","modified_gmt":"2026-07-30T04:54:42","slug":"sambut-kemerdekaan-kemenag-gelar-doa-bersama-pada-1-agustus-2026-di-monas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/30\/sambut-kemerdekaan-kemenag-gelar-doa-bersama-pada-1-agustus-2026-di-monas\/","title":{"rendered":"Sambut Kemerdekaan, Kemenag Gelar Doa Bersama Pada 1 Agustus 2026 di Monas"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong>\u00a0 | Jakarta &#8211; Kemerdekaan bukan hanya diperingati lewat upacara dan pengibaran bendera. Di tengah beragam tantangan yang dihadapi bangsa, ruang-ruang spiritual juga menjadi tempat masyarakat merawat harapan. Itulah semangat yang ingin dihadirkan Kementerian Agama melalui Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.<\/p>\n<p>Kegiatan yang terbuka untuk umum ini akan berlangsung mulai pukul 17.00 hingga 21.30 WIB sebagai bagian dari rangkaian menyambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya warga Jabodetabek, untuk hadir bersama keluarga dan kerabat dalam ikhtiar spiritual tersebut.<\/p>\n<p>Salah satu agenda utama adalah Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Selain itu, rangkaian acara akan diisi dengan panduan zikir, khataman Al-Qur&#8217;an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, pembacaan ayat suci Al-Qur&#8217;an oleh Muhammad Zian Fahrezi, hingga doa bersama lintas agama.<\/p>\n<p>Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin menjelaskan, doa lintas agama akan dipimpin oleh tokoh-tokoh dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kehadiran para pemuka agama tersebut menjadi simbol bahwa semangat kebangsaan tumbuh dari keberagaman yang saling menghormati.<\/p>\n<p>Menurut Kamaruddin, doa merupakan kekuatan spiritual yang mengiringi setiap ikhtiar bangsa. Melalui kebersamaan itu, seluruh elemen masyarakat diajak memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Esa agar Indonesia terus melangkah menjadi bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur.<\/p>\n<p>Untuk mendukung kelancaran acara, kawasan Monas mulai dibuka bagi peserta sejak pukul 15.00 WIB melalui pintu pemeriksaan di sisi utara dan selatan. Panitia juga menyiapkan layar LED di area luar bagi masyarakat yang tidak dapat memasuki lokasi utama sehingga tetap dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.<\/p>\n<p>Fasilitas pendukung seperti ratusan toilet dan area wudu dengan sekitar 1.000 hingga 1.500 keran juga disediakan demi kenyamanan jamaah. Peserta dianjurkan mengenakan pakaian berwarna putih, membawa perlengkapan salat yang praktis, serta menghindari membawa barang bawaan berlebihan. Demi keamanan bersama, panitia melarang membawa benda tajam, senjata api, petasan, maupun barang berbahaya lainnya ke lokasi kegiatan.<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar agenda keagamaan, Zikir dan Doa Kebangsaan diharapkan menjadi ruang perjumpaan lintas umat yang mempererat persaudaraan. Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, doa-doa yang dipanjatkan di jantung ibu kota diharapkan menjadi pengingat bahwa kekuatan bangsa tidak hanya lahir dari pembangunan fisik, tetapi juga dari persatuan, gotong royong, dan ikhtiar spiritual seluruh anak bangsa. (DB\/Yd)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | Jakarta &#8211; Kemerdekaan bukan hanya diperingati lewat upacara dan pengibaran bendera. Di tengah beragam tantangan yang dihadapi bangsa, ruang-ruang spiritual juga menjadi tempat masyarakat merawat harapan. Itulah semangat yang ingin dihadirkan Kementerian Agama melalui Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan yang terbuka untuk umum<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":30480,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[246],"tags":[101,157,964,962,965,963,961],"class_list":["post-30479","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-nasional","tag-kementerianagama","tag-persatuanbangsa","tag-bulankemerdekaan","tag-doauntukindonesia","tag-habibsyech","tag-monas","tag-zikirkebangsaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30479","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30479"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30479\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30481,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30479\/revisions\/30481"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30480"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30479"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30479"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30479"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}