{"id":30914,"date":"2026-07-31T12:02:08","date_gmt":"2026-07-31T05:02:08","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=30914"},"modified":"2026-07-31T12:07:21","modified_gmt":"2026-07-31T05:07:21","slug":"anak-sulit-fokus-saat-belajar-tenyata-kekuatan-otot-perut-bisa-berpengaruh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/07\/31\/anak-sulit-fokus-saat-belajar-tenyata-kekuatan-otot-perut-bisa-berpengaruh\/","title":{"rendered":"Anak Sulit Fokus Saat Belajar, Tenyata Kekuatan Otot Perut Bisa Berpengaruh"},"content":{"rendered":"<p>Anak Sulit Fokus Saat Belajar ? Ternyata Kekuatan Otot Perut Bisa Berpengaruh<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Analisnews &#8211;DENPASAR | Ketika anak sulit berkonsentrasi saat belajar, banyak orang tua langsung mengaitkannya dengan kurangnya motivasi atau gangguan perhatian.<\/p>\n<p>Padahal, kemampuan fokus tidak hanya bergantung pada otak, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh, terutama kemampuan menjaga postur tetap stabil.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-30918\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_125847-300x189.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"189\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_125847-300x189.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_125847-150x94.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_125847-450x283.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_125847.jpg 668w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Ilustrasi hubungan stabilitas otot inti (core stability) dengan kemampuan fokus anak saat belajar (pexels.com\/Anna Shvets)<\/p>\n<p>Fokus bukan hanya soal kerja otak<br \/>\nBanyak orang menganggap konsentrasi hanya berkaitan dengan fungsi otak. Saat anak duduk di kelas, tubuh menjaga keseimbangan, mengontrol posisi kepala, menggerakkan mata mengikuti tulisan, dan menggerakkan tangan saat menulis.<\/p>\n<p>Jika tubuh belum stabil, sebagian perhatian digunakan untuk mempertahankan postur sehingga kapasitas belajar berkurang.<\/p>\n<p>Ilustrasi contoh aktivitas bermain untuk melatih kekuatan otot inti dan kontrol postur anak(pexels.com\/Anna Shvets)<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-30928\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_130537-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_130537-300x200.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_130537-150x100.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/IMG_20260731_130537.jpg 382w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Otot core bukan hanya six-pack:<\/p>\n<p>Ilustrasi contoh aktivitas bermain untuk melatih kekuatan otot inti dan kontrol postur anak. (pexels.com\/Anna Shvets)<\/p>\n<p>Core meliputi otot perut, punggung, diafragma, dasar panggul, dan otot di sekitar panggul serta tulang belakang. Semua bekerja bersama menjaga kestabilan tubuh.<\/p>\n<p>Postur yang baik membantu kepala tetap stabil, mata mengikuti tulisan, dan tangan menulis lebih efisien sehingga perhatian lebih mudah dipusatkan pada tugas belajar.<\/p>\n<p>Pada tubuh terdapat sistem yang berpengaruh besar dalam menjaga stabilitas tubuh. Sistem vestibular yang terdapat di telinga bagian dalam membantu menjaga keseimbangan dan bekerja bersama otot inti untuk mempertahankan postur. Sehingga hubungan antara keadaan otot dan sitem vestibular sangat berpengaruh pada aktivitas anak.<\/p>\n<p>Perkembangan motorik dan kontrol postur dapat berkembang melalui aktivitas fisik. Latihan sambil bermain bisa jadi salah satu pilihan untuk meningkatkan kemampuan fisik yang berpengaruh pada focus anak saat belajar.<\/p>\n<p>Terdapatlah berbagai pilihan Latihan fisik yang bisa dijadikan variasi penguatan otot core seperti bear walk, crab walk, animal walk, wheelbarrow walk, berguling di matras, dan cannon ball.<\/p>\n<p>Selain didukung oleh kebugaran fisik, fokus anak dapat dimaksimalkan melalui mengatur pola hidup anak.<\/p>\n<p>Pola hidup anak yang perlu diperhatikan adalah kualitas tidur, nutrisi, kesehatan, emosi, lingkungan belajar, serta stimulasi sensorik.<br \/>\nReferensi<br \/>\nShumway-Cook A, Woollacott MH.<\/p>\n<p>Motor Control: Translating Research into Clinical Practice. 5th ed. 2017.<br \/>\nKibler WB, Press J, Sciascia A. The Role of Core Stability in Athletic Function. Sports Medicine. 2006.<\/p>\n<p>Diamond A. Executive Functions. Annual Review of Psychology. 2013. doi.org\/10.1146\/annurev-psych-113011-143750<br \/>\nCase-Smith J, O&#8217;Brien JC. Occupational Therapy for Children and Adolescents. 8th ed. 2019.<\/p>\n<p>Ayres AJ. Sensory Integration and the Child. 2005.<br \/>\nBundy AC, Lane SJ, Murray EA. Sensory Integration: Theory and Practice. 3rd ed. 2020.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anak Sulit Fokus Saat Belajar ? Ternyata Kekuatan Otot Perut Bisa Berpengaruh &nbsp; Analisnews &#8211;DENPASAR | Ketika anak sulit berkonsentrasi saat belajar, banyak orang tua langsung mengaitkannya dengan kurangnya motivasi atau gangguan perhatian. Padahal, kemampuan fokus tidak hanya bergantung pada otak, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi tubuh, terutama kemampuan menjaga postur tetap stabil. Ilustrasi hubungan<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":30916,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-30914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30914"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30929,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30914\/revisions\/30929"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/30916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}