{"id":32276,"date":"2026-08-03T21:46:53","date_gmt":"2026-08-03T14:46:53","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=32276"},"modified":"2026-08-03T21:46:53","modified_gmt":"2026-08-03T14:46:53","slug":"universitas-warmadewa-perkuat-kolaborasi-multiaktor-dalam-pengelolaan-kepada-masyarakat-program-studi-ilmu-pemerintahan-fisip-universitas-warmadewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/08\/03\/universitas-warmadewa-perkuat-kolaborasi-multiaktor-dalam-pengelolaan-kepada-masyarakat-program-studi-ilmu-pemerintahan-fisip-universitas-warmadewa\/","title":{"rendered":"Universitas Warmadewa Perkuat Kolaborasi Multiaktor dalam Pengelolaan Kepada Masyarakat -Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Warmadewa"},"content":{"rendered":"<p>Universitas Warmadewa Perkuat Kolaborasi Multiaktor dalam Pengelolaan Sampah di Desa Belalang Pengabdian kepada Masyarakat &#8211; Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Warmadewa<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Analisnews.co.id<\/strong> &#8212; Tabanan | Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat.<\/p>\n<p>Kegiatan dengan tajuk \u201cKolaborasi Multiaktor dalam Pengelolaan Sampah sebagai Upaya Penguatan Tata Kelola Lingkungan di Desa Belalang\u201d, Jumat (24\/7\/2026), bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.<\/p>\n<p>Kegiatan tersebut merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kontribusi Universitas Warmadewa dalam mendukung penguatan tata kelola lingkungan di tingkat desa.<\/p>\n<p>Kegiatan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari Pemerintah Desa, Desa Adat, kepala lingkungan, PKK, sekaa teruna-teruni atau kelompok pemuda, pengelola bank sampah, masyarakat, hingga pelaku usaha.<\/p>\n<p>Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Carolina Augi Widya Putri, S.AP., M.AP., menyampaikan bahwa perkembangan aktivitas masyarakat dan pariwisata di kawasan Desa Belalang, khususnya di sekitar Pantai Kedungu, memberikan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat.<\/p>\n<p>Namun, perkembangan tersebut juga perlu diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang semakin baik, terutama dalam menghadapi peningkatan volume dan keragaman sampah dari rumah tangga, kegiatan usaha, dan aktivitas pariwisata.<\/p>\n<p>\u201cPersoalan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah desa maupun petugas kebersihan. Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan pembagian peran, koordinasi, dan komitmen dari seluruh unsur masyarakat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Mendorong Perubahan Perilaku dari Sumber Sampah<br \/>\nKegiatan diisi dengan penyampaian dua materi utama. Materi pertama disampaikan oleh Ida Ayu Bulan Utami Arti, S.IP., M.Sos. (dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa) dengan topik mengenai krisis sampah, perubahan perilaku, dan partisipasi masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa penyediaan infrastruktur seperti tempat sampah terpilah, bank sampah, TPS3R, mesin pengolah sampah, dan armada pengangkutan merupakan hal penting, tetapi belum cukup untuk menjamin keberhasilan pengelolaan sampah.<\/p>\n<p>Keberhasilan juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat, tersedianya kesempatan dan fasilitas pendukung, serta motivasi untuk menjalankan pemilahan sampah secara konsisten.<\/p>\n<p>Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga harus memahami cara melakukannya, memperoleh akses terhadap layanan pengelolaan sampah, serta mendapatkan dukungan sosial dan kelembagaan yang berkelanjutan. Perubahan perilaku tersebut diharapkan berkembang menjadi partisipasi aktif masyarakat dalam merencanakan, melaksanakan, mengawasi, dan mengevaluasi pengelolaan sampah di desa.<\/p>\n<p>Memperkuat Koordinasi Antaraktor<br \/>\nMateri kedua disampaikan oleh I Putu Hadi Pradnyana, S.IP., M.Si. (dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa), mengenai penguatan kolaborasi antaraktor dalam tata kelola lingkungan Desa Belalang.<br \/>\nDalam penyampaian materi tersebut ditegaskan bahwa sampah bukan hanya persoalan teknis mengenai cara mengangkut dan membuang sampah.<\/p>\n<p>Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana membangun sebuah sistem agar pemerintah desa, desa adat, masyarakat, pemuda, kelompok perempuan, pengelola bank sampah, dan pelaku usaha dapat menjalankan tanggung jawabnya secara terkoordinasi.<\/p>\n<p>Setiap aktor memiliki sumber daya dan peran yang berbeda. Pemerintah desa memiliki kewenangan dalam penyusunan kebijakan, anggaran, penyediaan fasilitas, serta koordinasi. Desa adat memiliki legitimasi sosial dan norma budaya.<\/p>\n<p>Selain itu, PKK berperan dalam edukasi rumah tangga dan perubahan perilaku, sedangkan pemuda dapat terlibat melalui kampanye lingkungan dan inovasi digital.<\/p>\n<p>PPengelola bank sampah memiliki peran teknis dalam pemilahan, pengumpulan, pencatatan, dan pemberian nilai ekonomi terhadap sampah. Sementara itu, pelaku usaha berkewajiban mengurangi serta mengelola sampah yang dihasilkan dari kegiatan usahanya.<\/p>\n<p>Pemerintah desa dalam konteks tersebut tidak harus mengerjakan seluruh kegiatan secara langsung, tetapi berperan sebagai koordinator yang menghubungkan para aktor, menyediakan aturan dan sumber daya, serta memastikan bahwa pembagian tanggung jawab dapat dilaksanakan secara nyata dan terukur.<\/p>\n<p>Sosialisasi Interaktif dan Evaluasi Pemahaman<br \/>\nPelaksanaan kegiatan menggunakan metode sosialisasi interaktif yang diawali dengan pre-test, dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi, serta diakhiri dengan post-test. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengetahui perubahan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber, partisipasi masyarakat, peran pemerintah desa, serta pentingnya kolaborasi antaraktor dalam tata kelola lingkungan.<\/p>\n<p>Selain penyampaian materi, kegiatan juga menjadi ruang dialog bagi peserta untuk menyampaikan kondisi, hambatan, serta kebutuhan pengelolaan sampah di Desa Belalang. Diskusi tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan membangun kesadaran bahwa keberhasilan program lingkungan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari perubahan perilaku, peningkatan jumlah sampah yang dipilah, berkurangnya sampah yang dibuang, serta meningkatnya keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan, tim pengabdian turut menyerahkan sarana pendukung dan media edukasi pengelolaan sampah kepada Pemerintah Desa Belalang.<\/p>\n<p>Sarana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat edukasi serta mendorong penerapan pemilahan sampah dari sumbernya.<br \/>\nMelalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Warmadewa berharap terbangun tata kelola pengelolaan sampah yang semakin partisipatif, terintegrasi, akuntabel, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Kolaborasi antara pemerintah desa, kelembagaan adat, masyarakat, generasi muda, pengelola bank sampah, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung perkembangan pariwisata Desa Belalang yang berkelanjutan.(red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Warmadewa Perkuat Kolaborasi Multiaktor dalam Pengelolaan Sampah di Desa Belalang Pengabdian kepada Masyarakat &#8211; Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Warmadewa &nbsp; Analisnews.co.id &#8212; Tabanan | Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Warmadewa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan dengan tajuk \u201cKolaborasi Multiaktor dalam Pengelolaan Sampah sebagai Upaya Penguatan<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":32277,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-32276","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32276","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32276"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32276\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32278,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32276\/revisions\/32278"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32277"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32276"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32276"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32276"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}