{"id":32612,"date":"2026-08-04T16:10:40","date_gmt":"2026-08-04T09:10:40","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=32612"},"modified":"2026-08-04T16:10:40","modified_gmt":"2026-08-04T09:10:40","slug":"i-love-you-bestie-lagu-baru-harry-de-fretes-yang-menjaga-cinta-dan-tradisi-betawi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/08\/04\/i-love-you-bestie-lagu-baru-harry-de-fretes-yang-menjaga-cinta-dan-tradisi-betawi\/","title":{"rendered":"&#8220;I Love You, Bestie&#8221;, Lagu Baru Harry De Fretes yang Menjaga Cinta dan Tradisi Betawi"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong>\u00a0 | Jakarta\u00a0 &#8211;\u00a0 Di tengah derasnya arus musik populer yang kian beragam, Harry De Fretes memilih tetap setia pada akar budayanya. Musisi, pencipta lagu, sekaligus pegiat seni Betawi itu kembali hadir lewat single terbaru &#8220;I Love You, Bestie&#8221;, sebuah lagu yang merayakan ketulusan persahabatan sekaligus menghidupkan kembali warna musik gambang kromong.<\/p>\n<p>Dirilis melalui label demajors dan telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 24 Juli 2026, lagu ini mempertemukan Harry dengan penyanyi muda Ika Amoy, yang juga aktif melestarikan kesenian gambang kromong di Tangerang Selatan. Kolaborasi keduanya menghadirkan perpaduan yang segar antara nuansa tradisional dan semangat generasi masa kini.<\/p>\n<p>Bagi Harry, lagu ini menjadi penanda kembalinya ia ke dapur rekaman setelah sekian lama konsisten berkarya sebagai pencipta lagu. Namanya telah dikenal sejak pertengahan 1990-an bersama grup Lenong Rumpi, sebelum kemudian menghasilkan berbagai karya yang lekat dengan identitas musik Betawi. Salah satu lagunya, &#8220;Jatuh Cinta&#8221;, bahkan kembali populer setelah direkam ulang oleh Marion Jola dan Teza Sumendra sebagai lagu tema film Keluarga Cemara 2.<\/p>\n<p>Melalui &#8220;I Love You, Bestie&#8221;, Harry mengangkat makna persahabatan sebagai bentuk cinta yang sederhana namun tulus. Di tengah fenomena hubungan yang kerap dibayangi kepentingan dan pencitraan, ia ingin mengingatkan bahwa kasih sayang tanpa pamrih masih dapat ditemukan dalam ikatan persahabatan.<\/p>\n<p>&#8220;Lagu ini bercerita tentang rasa cinta kepada sahabat. Sekarang banyak cinta yang tidak murni, dibungkus kepalsuan dan berbagai modus. Saya ingin mengingatkan bahwa masih ada cinta yang tulus, salah satunya melalui persahabatan,&#8221; ujar Harry.<\/p>\n<p>Tema yang dekat dengan kehidupan modern itu dipadukan dengan aransemen gambang kromong yang menjadi ciri khasnya. Bagi Harry, menghadirkan unsur musik tradisional bukan sekadar pilihan artistik, melainkan bentuk kecintaan terhadap budaya Betawi yang perlu terus dirawat di tengah perubahan zaman.<\/p>\n<p>Ditulis pada awal 2025 dan direkam di Bens Studio, Pamulang, lagu ini menghadirkan lirik yang ringan, jenaka, serta mudah diterima berbagai kalangan. Sentuhan instrumen khas Betawi membuat lagu ini terasa hangat sekaligus menawarkan warna yang berbeda di tengah dominasi musik populer.<\/p>\n<p>Melalui kolaborasi bersama demajors, Harry De Fretes berharap &#8220;I Love You, Bestie&#8221; mampu menjangkau pendengar lintas generasi dan menjadi pintu bagi masyarakat untuk kembali mengenal kekayaan musik Betawi dalam kemasan yang lebih segar, ringan, dan relevan dengan kehidupan masa kini. (Db\/yd)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | Jakarta\u00a0 &#8211;\u00a0 Di tengah derasnya arus musik populer yang kian beragam, Harry De Fretes memilih tetap setia pada akar budayanya. Musisi, pencipta lagu, sekaligus pegiat seni Betawi itu kembali hadir lewat single terbaru &#8220;I Love You, Bestie&#8221;, sebuah lagu yang merayakan ketulusan persahabatan sekaligus menghidupkan kembali warna musik gambang kromong. Dirilis melalui label<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":32613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[529,172,767,318,837,1005,1007,1002,1004,1003,1006],"class_list":["post-32612","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-celebs","tag-budayabetawi","tag-hiburanindonesia","tag-lagubaru","tag-musikindonesia","tag-persahabatan","tag-demajors","tag-gambangkromong","tag-harrydefretes","tag-ikaamoy","tag-iloveyoubestie","tag-musikbetawi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32612","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=32612"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32612\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32616,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/32612\/revisions\/32616"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/32613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=32612"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=32612"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=32612"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}