{"id":36772,"date":"2026-08-21T17:43:16","date_gmt":"2026-08-21T10:43:16","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=36772"},"modified":"2026-08-21T17:43:16","modified_gmt":"2026-08-21T10:43:16","slug":"teaser-trailer-empat-musim-pertiwi-ungkap-misteri-kepulangan-putri-marino","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/08\/21\/teaser-trailer-empat-musim-pertiwi-ungkap-misteri-kepulangan-putri-marino\/","title":{"rendered":"Teaser Trailer \u201cEmpat Musim Pertiwi\u201d Ungkap Misteri Kepulangan Putri Marino"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | Jakarta \u2014 Teka-teki kepulangan Pertiwi mulai terkuak. Rumah produksi Forka Films merilis official teaser trailer film Empat Musim Pertiwi, karya sutradara Kamila Andini yang sebelumnya dikenal lewat serial Gadis Kretek.<\/p>\n<p>Dalam teaser tersebut, Putri Marino tampil sebagai Pertiwi, perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah 20 tahun pergi. Namun, kepulangannya justru disambut dengan kecurigaan. Warga mengawasi setiap gerak-geriknya, sementara kedua orangtuanya seolah tidak menginginkan dirinya kembali.<\/p>\n<p>Di balik kepulangannya, tersimpan kemarahan, kekecewaan, dan luka yang belum selesai. Pertiwi seperti datang untuk menghadapi masa lalu yang selama ini membayangi hidupnya.<\/p>\n<p>Nuansa misterius semakin kuat melalui visual yang menampilkan Bromo sebagai salah satu latar penting dalam perjalanan Pertiwi. Teaser ini sekaligus memperlihatkan atmosfer film yang penuh teka-teki dan ketegangan emosional.<\/p>\n<p>Empat Musim Pertiwi menjadi reuni Kamila Andini dan Putri Marino setelah kesuksesan Gadis Kretek. Arya Saloka juga kembali terlibat bersama sejumlah kru dari serial tersebut, di antaranya sinematografer Batara Goempar, desainer produksi Dita Gambiro, penata busana Hagai Pakan, penata rias Astrid Sambudiono, perekam suara Sutrisno, serta editor Ahmad Fesdi Anggoro.<\/p>\n<p>Kamila mengatakan, Pertiwi merupakan sosok perempuan yang tidak takut menghadapi apa pun. Namun, keberanian itu lahir dari trauma besar yang membentuk dirinya.<\/p>\n<p>\u201cPertiwi tidak takut apa pun. Tapi kepulangannya juga membawa trauma yang besar,\u201d ujar Kamila.<\/p>\n<p>Sementara itu, produser Ifa Isfansyah mengungkapkan bahwa Bromo telah menjadi bagian dari gagasan film ini sejak awal pengembangannya pada 2017. Bahkan, ide tersebut lahir jauh sebelum Gadis Kretek dibuat.<\/p>\n<p>\u201cYang memantik adalah latarnya, yakni Bromo,\u201d kata Ifa.<\/p>\n<p>Selain Putri Marino dan Arya Saloka, film ini dibintangi Christine Hakim dan Hana Malasan. Empat Musim Pertiwi diproduksi Forka Films dengan dukungan Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, TeamUp, Julie Estelle, dan Navvaros.<\/p>\n<p>Film ini mengikuti perjalanan Pertiwi setelah dua dekade meninggalkan kampung halaman. Ia tahu kepulangannya tidak diharapkan, bahkan oleh keluarganya sendiri. Namun, ada alasan yang membuatnya kembali: menghadapi empat musim dalam hidupnya, dari masa gelap hingga menemukan kembali cahaya yang sempat hilang.<\/p>\n<p>Empat Musim Pertiwi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Oktober 2026.(Phyd)<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\nRedaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | Jakarta \u2014 Teka-teki kepulangan Pertiwi mulai terkuak. Rumah produksi Forka Films merilis official teaser trailer film Empat Musim Pertiwi, karya sutradara Kamila Andini yang sebelumnya dikenal lewat serial Gadis Kretek. Dalam teaser tersebut, Putri Marino tampil sebagai Pertiwi, perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah 20 tahun pergi. Namun, kepulangannya justru disambut dengan<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":36767,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[778,166,360,181,165,1127,1131,1130,1129,1128],"class_list":["post-36772","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-1","tag-aryasaloka","tag-bioskopindonesia","tag-filmdrama","tag-filmhoror","tag-filmindonesia","tag-empatmusimpertiwi","tag-forkafilms","tag-gadiskretek","tag-kamilaandini","tag-putrimarino"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36772"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36773,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36772\/revisions\/36773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}