{"id":36777,"date":"2026-08-21T17:51:31","date_gmt":"2026-08-21T10:51:31","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=36777"},"modified":"2026-08-21T17:51:31","modified_gmt":"2026-08-21T10:51:31","slug":"dan-bandung-saat-cinta-dan-nostalgia-bertemu-di-kota-kembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/08\/21\/dan-bandung-saat-cinta-dan-nostalgia-bertemu-di-kota-kembang\/","title":{"rendered":"\u201cDan Bandung\u201d: Saat Cinta dan Nostalgia Bertemu di Kota Kembang"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | Jakarta \u2014 Bandung bukan sekadar nama sebuah kota bagi Pidi Baiq. Ia adalah ruang tempat perasaan, kenangan, dan kisah cinta menemukan bahasanya sendiri. Semangat itulah yang kembali dihidupkan melalui film \u201cDan Bandung\u201d, yang resmi tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis (20\/8\/2026).<\/p>\n<p>Film produksi Verona Films ini disutradarai Rudi Soedjarwo, sutradara yang dikenal melalui Ada Apa dengan Cinta?, dan diadaptasi dari novel sekaligus karya Pidi Baiq. Perpaduan keduanya membuat \u201cDan Bandung\u201d sejak awal membawa beban ekspektasi sebagai film romantis yang ingin menjembatani nostalgia dengan selera penonton masa kini.<\/p>\n<p>Kisahnya berpusat pada Basil dan Elma, dua mahasiswa dari latar belakang berbeda yang menemukan cinta di tengah suasana Bandung. Hubungan keduanya tak berjalan mulus. Perbedaan lingkungan dan kelas sosial membuat cinta mereka harus berhadapan dengan keadaan yang seolah tak memberi ruang bagi keduanya untuk bersama.<\/p>\n<p>Bandung kemudian bukan hanya menjadi latar cerita. Kota itu ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan emosional kedua tokoh.<\/p>\n<p>Nuansa tersebut terasa semakin kuat melalui kutipan ikonis karya Pidi Baiq yang terpatri di kawasan Jalan Asia Afrika: \u201cDan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan&#8230;.\u201d<\/p>\n<p>Shanna Shannon Debut di Layar Lebar<\/p>\n<p>Daya tarik film ini juga datang dari kehadiran Shanna Shannon sebagai Elma. Penyanyi muda tersebut menjalani debut layar lebarnya setelah penampilannya membawakan \u201cTanah Airku\u201d dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka beberapa waktu lalu menjadi sorotan.<\/p>\n<p>Shanna beradu akting dengan Samo Rafael yang memerankan Basil. Tak hanya berakting, Shanna juga turut mengisi soundtrack utama film dengan lagu yang liriknya ditulis langsung oleh Pidi Baiq.<\/p>\n<p>\u201cDan Bandung\u201d turut mempertemukan aktor dan aktris dari berbagai generasi. Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Arswendy Bening Swara, Donny Damara, Jenny Zhang, Paul Aro, Nugie, hingga Tike Priatnakusumah ikut memperkuat jajaran pemain.<\/p>\n<p>Dari Nostalgia hingga \u201cKupu-kupu di Perut\u201d<\/p>\n<p>Sebelum tayang secara nasional, film ini lebih dulu diperkenalkan melalui Gala Premiere di Jakarta pada 12 Agustus dan rangkaian \u201cDan Bandung Day\u201d di Bandung pada 14-15 Agustus.<\/p>\n<p>Respons penonton pun cukup hangat. Salah seorang penonton dalam gala premiere menyebut film tersebut menghadirkan kembali sensasi menonton kisah cinta yang membuat penonton ikut berbunga-bunga.<\/p>\n<p>Sejumlah media ulasan film juga memberikan apresiasi. Paradigma Film menilai \u201cDan Bandung\u201d berpotensi menjadi comfort movie bagi penikmat karya Pidi Baiq. Sementara Habis Nonton Film menyoroti chemistry Basil dan Elma yang dinilai mampu menghadirkan sensasi \u201ckupu-kupu di perut\u201d.<\/p>\n<p>WatchmenID melihat sentuhan romantisme khas Pidi Baiq masih terasa, tetapi hubungan kedua karakter utama dinilai tampil dengan chemistry yang lebih dewasa.<\/p>\n<p>Rangkaian respons tersebut memperlihatkan bahwa \u201cDan Bandung\u201d mencoba mengambil jalur yang tak sepenuhnya baru, tetapi dikemas dengan pendekatan yang lebih kekinian.<\/p>\n<p>Produser Verona Films, Titin Suryani, mengatakan film tersebut sejak awal dirancang untuk menghadirkan Bandung secara autentik, bukan sekadar sebagai dekorasi cerita.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin membawakan rasa romantis, nostalgia, bahkan segala kepahitan yang mungkin pernah kita rasakan di bawah langit kota Bandung. Harapannya, film ini bisa menjadi ruang memori yang hangat bagi seluruh penonton Indonesia,\u201d ujar Titin.<\/p>\n<p>Dengan perpaduan kisah cinta, lanskap Bandung, karya Pidi Baiq, serta pertemuan pemain lintas generasi, \u201cDan Bandung\u201d kini menyerahkan ceritanya kepada penonton. Bagi mereka yang merindukan film romantis dengan aroma nostalgia, layar bioskop mulai hari ini menjadi tempat untuk kembali jatuh cinta\u2014setidaknya selama film berlangsung.<\/p>\n<p>Promo Penayangan Perdana<\/p>\n<p>Verona Films juga menghadirkan promo Buy One Get One Free (BOGOF) untuk pembelian tiket penayangan perdana. Promo tersebut tersedia melalui TIX.ID, MTIX, CGV, dan CINEPOLIS.<\/p>\n<p>Informasi mengenai film dan aktivitas di balik layar dapat diikuti melalui akun media sosial resmi \u201cDan Bandung\u201d di Instagram dan TikTok @filmdanbandung. (Phyd)<\/p>\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | Jakarta \u2014 Bandung bukan sekadar nama sebuah kota bagi Pidi Baiq. Ia adalah ruang tempat perasaan, kenangan, dan kisah cinta menemukan bahasanya sendiri. Semangat itulah yang kembali dihidupkan melalui film \u201cDan Bandung\u201d, yang resmi tayang serentak di bioskop Indonesia mulai Kamis (20\/8\/2026). Film produksi Verona Films ini disutradarai Rudi Soedjarwo, sutradara yang dikenal<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":36778,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[166,655,165,659,657,354,694,693,1138],"class_list":["post-36777","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-1","tag-bioskopindonesia","tag-danbandung","tag-filmindonesia","tag-filmromantis","tag-pidibaiq","tag-rudisoedjarwo","tag-samorafael","tag-shannashannon","tag-filmdanbandung"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36777","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36777"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36780,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36777\/revisions\/36780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/36778"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}