{"id":37138,"date":"2026-08-23T07:20:25","date_gmt":"2026-08-23T00:20:25","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=37138"},"modified":"2026-08-23T07:20:25","modified_gmt":"2026-08-23T00:20:25","slug":"khansa-syahlaa-berbagi-perjuangan-dalam-ekspedisi-lenin-peak-di-ketinggian-7-134-mdpl","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/08\/23\/khansa-syahlaa-berbagi-perjuangan-dalam-ekspedisi-lenin-peak-di-ketinggian-7-134-mdpl\/","title":{"rendered":"Khansa Syahlaa Berbagi Perjuangan dalam Ekspedisi Lenin Peak di Ketinggian 7.134 MDPL"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-37139\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001-300x174.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"174\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001-300x174.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001-1024x594.jpg 1024w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001-768x445.jpg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001-1536x891.jpg 1536w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001-150x87.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001-450x261.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001-1200x696.jpg 1200w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG-20260823-WA0001.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Jakarta,Analisnews.co.id, 22 Agustus 2026 \u2014 Pendaki gunung muda Indonesia, Khansa Syahlaa, berbagi pengalaman penuh tantangan selama mengikuti ekspedisi ke Lenin Peak, yang memiliki ketinggian 7.134 meter di atas permukaan laut (MDPL) di Pegunungan Pamir, Kirgistan.<\/p>\n<p>Ekspedisi tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-21 Federasi Mountaineering Indonesia (FMI), yang mengusung semangat pembinaan atlet, pencapaian prestasi, serta memperkuat kiprah pendaki Indonesia di tingkat internasional.<br \/>\nSetibanya kembali di Indonesia, Khansa disambut oleh Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) sebagai bentuk apresiasi atas ketekunan dan dedikasinya dalam membawa nama Indonesia di kancah pendakian gunung internasional.<\/p>\n<p>Acara penyambutan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Nasional FMI, Mayjen TNI (Purn.) Mar Buyung Lalana, Sekretaris Jenderal dr. M. Iqbal El Mubarak, Sp.B, serta jajaran Pengurus Nasional FMI lainnya. Kehadiran jajaran FMI menunjukkan dukungan dan apresiasi terhadap perjuangan Khansa selama menjalani ekspedisi di Pegunungan Pamir.<br \/>\nKhansa menceritakan bahwa ekspedisi tersebut merupakan pengalaman yang sangat mengesankan sekaligus penuh tantangan.<\/p>\n<p>Sejak hari pertama hingga hari terakhir, tim harus menghadapi badai salju, suhu ekstrem yang mencapai minus 27 derajat Celsius, serta medan yang sangat menguras fisik.<br \/>\nPerjalanan dari Camp 1 menuju Camp 3 hampir selalu dihadapkan pada badai, sehingga setiap langkah harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan penuh kewaspadaan.<br \/>\n\u201cPerjalanannya sangat seru dan sangat menantang, dari hari pertama sampai hari terakhir. Kami harus menghadapi salju dalam kondisi yang sangat dingin dan semuanya sangat melelahkan,\u201d ujar Khansa.<\/p>\n<p>Meskipun kondisi cuaca ekstrem membuat tim tidak dapat mencapai puncak demi alasan keselamatan, Khansa berhasil membawa dan mengibarkan Bendera Merah Putih di ketinggian sekitar 6.400 MDPL di Pegunungan Pamir, Kirgistan.<br \/>\nPengibaran Sang Merah Putih tersebut menjadi simbol semangat dan kebanggaan Indonesia di panggung pendakian gunung internasional.<\/p>\n<p>\u201cKami tidak mencapai puncak karena kondisi yang sangat ekstrem. Tetapi kami sangat bangga untuk Indonesia karena kami tetap bisa mengibarkan Bendera Merah Putih,\u201d ungkapnya.<br \/>\nKhansa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga, sahabat, FMI, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama berlangsungnya ekspedisi.<\/p>\n<p>\u201cSaya benar-benar berterima kasih kepada teman-teman, keluarga, FMI, dan seluruh panitia yang telah memberikan dukungan penuh terhadap ekspedisi ini,\u201d kata Khansa.<br \/>\nBagi Khansa, perjalanan tersebut bukan semata-mata tentang mencapai puncak, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam menghadapi kondisi alam yang ekstrem.<\/p>\n<p>Keberhasilannya mengibarkan Bendera Merah Putih di ketinggian 6.400 MDPL menjadi bukti bahwa semangat pantang menyerah tetap menyala meskipun harus menghadapi cuaca buruk dan risiko yang tinggi.<br \/>\nMeski belum berhasil mencapai puncak Lenin Peak, Khansa menegaskan bahwa tekadnya untuk kembali mencoba tetap kuat. Ia berharap dapat mengikuti ekspedisi berikutnya dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cInsyaallah, kami akan terus mencoba dan kembali untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Hidup dan jayalah Indonesia,\u201d pungkas Khansa Syahlaa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta,Analisnews.co.id, 22 Agustus 2026 \u2014 Pendaki gunung muda Indonesia, Khansa Syahlaa, berbagi pengalaman penuh tantangan selama mengikuti ekspedisi ke Lenin Peak, yang memiliki ketinggian 7.134 meter di atas permukaan laut (MDPL) di Pegunungan Pamir, Kirgistan. Ekspedisi tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-21 Federasi Mountaineering Indonesia (FMI), yang mengusung semangat pembinaan atlet, pencapaian prestasi, serta<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[246],"tags":[],"class_list":["post-37138","post","type-post","status-publish","format-standard","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37138","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37138"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37138\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37140,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37138\/revisions\/37140"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37138"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37138"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37138"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}