{"id":37828,"date":"2026-08-25T10:35:02","date_gmt":"2026-08-25T03:35:02","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=37828"},"modified":"2026-08-25T10:35:02","modified_gmt":"2026-08-25T03:35:02","slug":"forza-kisah-anak-bali-mengejar-mimpi-ke-lapangan-ac-milan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/08\/25\/forza-kisah-anak-bali-mengejar-mimpi-ke-lapangan-ac-milan\/","title":{"rendered":"FORZA: Kisah Anak Bali Mengejar Mimpi ke Lapangan AC Milan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong>\u00a0 | Jakarta \u2014 Sebuah mimpi besar kerap tumbuh dari tempat yang sederhana. Begitu pula dengan Bima, bocah 11 tahun dari Bali yang menjadikan sepak bola sebagai jalan untuk mengubah masa depan keluarganya.<\/p>\n<p>Kisah itu diangkat RIVA Studios bersama Adhya Pictures melalui film FORZA, drama keluarga berlatar sepak bola yang baru saja merilis teaser trailer resminya. Film ini menjadi debut layar lebar RIVA Studios sekaligus menandai langkah pertama Marco Balsamo sebagai sutradara sekaligus penulis.<\/p>\n<p>Bima diperankan Ghazi Alhabsyi, aktor pendatang baru yang membawa karakter seorang anak dari keluarga kurang mampu dengan mimpi menjadi pesepak bola profesional. Bagi Bima, sepak bola bukan sekadar permainan. Ada harapan untuk membawa keluarganya keluar dari kesulitan dan menemukan masa depan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Jalan menuju mimpi itu terbuka ketika Bima bertemu Marco Cagliostro, pesepak bola profesional yang diperankan Marco Balsamo. Pertemuan tersebut menghadirkan kesempatan yang sebelumnya terasa begitu jauh: berangkat ke Italia dan mengikuti seleksi di akademi muda AC Milan, salah satu klub besar Serie A.<\/p>\n<p>Namun, perjalanan Bima bukan cerita tentang kemenangan yang datang dengan mudah. Kemiskinan, tekanan sosial, keraguan, hingga ketidakpastian menjadi bagian dari perjalanan yang harus ia lewati. Di tengah semua itu, keluarga tetap menjadi sumber kekuatan yang membuat Bima terus berani mengejar impiannya.<\/p>\n<p>\u201cFORZA\u201d tidak hanya menempatkan sepak bola sebagai pusat cerita, tetapi juga menjadikannya bahasa universal tentang keluarga, pengorbanan, persahabatan, dan harapan.<\/p>\n<p>\u201cLewat FORZA, saya ingin menceritakan kisah yang mengangkat kekuatan jiwa manusia. Mimpi Bima lebih besar daripada sepak bola,\u201d ujar Marco Balsamo.<\/p>\n<p>Keunikan film ini juga terletak pada bentang ceritanya yang bergerak dari Indonesia hingga Italia. Lanskap Bali menjadi bagian penting dari identitas Bima, sementara atmosfer sepak bola Italia menghadirkan dunia baru yang harus ia taklukkan.<\/p>\n<p>Tara Sibel Demren, produser sekaligus salah satu pendiri RIVA Studios, menyebut film tersebut sebagai kisah tentang keluarga dan hubungan antarmanusia.<\/p>\n<p>\u201cSepak bola adalah bahasa bersama yang melampaui batas negara, budaya, dan generasi,\u201d kata Tara.<\/p>\n<p>Deretan pemain FORZA turut mempertemukan nama-nama seperti Atiqah Hasiholan, Yoriko Angeline, Arie Kriting, Tio Pakusadewo, Rifnu Wikana, Oka Antara, dan Ruth Marini. Film ini juga menjadi debut bagi Ghazi Alhabsyi, Tara Sibel, dan Lodovico Costacurta.<\/p>\n<p>Yang menarik, FORZA turut menghadirkan Alessandro Costacurta, mantan bek AC Milan dan tim nasional Italia, dalam jajaran pemerannya. Kehadirannya memberi sentuhan autentik pada kisah yang mempertemukan mimpi seorang anak Indonesia dengan panggung sepak bola Italia.<\/p>\n<p>Bagi Adhya Pictures yang mendistribusikan film ini di Indonesia, FORZA menjadi pertemuan antara karakter lokal Bali dan atmosfer sepak bola dunia.<\/p>\n<p>\u201cIni lebih dari sekadar kisah tentang sepak bola. Ini adalah kisah yang sangat manusiawi dari Indonesia,\u201d ujar Shierly Kosasih, co-producer FORZA sekaligus perwakilan Adhya Pictures.<\/p>\n<p>FORZA dijadwalkan hadir di bioskop Indonesia, sementara penayangan internasional direncanakan dimulai pada awal 2027. Melalui teaser yang telah dirilis, film ini menawarkan satu perjalanan sederhana tetapi emosional: tentang seorang anak yang berani bermimpi besar ketika kehidupan justru berkali-kali mengatakan sebaliknya.<\/p>\n<p>Karena pada akhirnya, FORZA bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang mampu menendang bola. Film ini berbicara tentang seberapa kuat seseorang mempertahankan mimpi ketika harapan menjadi satu-satunya jalan menuju masa depan.FORZA dan Mimpi Bima: Dari Bali Mengejar Cahaya San Siro<\/p>\n<p>Jakarta \u2014 Dari gang-gang sederhana di Bali menuju gemerlap sepak bola Italia, sebuah perjalanan penuh harapan segera hadir lewat film FORZA.<\/p>\n<p>RIVA Studios bekerja sama dengan Adhya Pictures memperkenalkan teaser trailer film drama keluarga tersebut pada 21 Agustus 2026. Disutradarai dan ditulis Marco Balsamo, FORZA mengikuti perjalanan Bima, anak 11 tahun yang menggantungkan harapan masa depannya pada sepak bola.<\/p>\n<p>Bima, yang diperankan Ghazi Alhabsyi, memiliki satu tekad: menjadi pesepak bola profesional. Namun, di balik ambisi itu tersimpan alasan yang jauh lebih besar. Ia ingin membantu keluarganya keluar dari kemiskinan.<\/p>\n<p>Kesempatan datang melalui pertemuannya dengan Marco Cagliostro, pemain profesional yang berada di penghujung karier. Dari sinilah pintu menuju Italia terbuka. Bima mendapat kesempatan mengikuti seleksi di akademi muda AC Milan.<\/p>\n<p>Tetapi mimpi besar selalu datang bersama ujian. Bima harus berhadapan dengan keterbatasan ekonomi, tekanan lingkungan, serta ketidakpastian tentang masa depannya. Dalam perjalanan tersebut, keluarga menjadi tempat ia kembali sekaligus alasan untuk terus melangkah.<\/p>\n<p>Dengan pengambilan gambar di Indonesia dan Italia, FORZA berusaha mempertemukan dua dunia: kehangatan keluarga dan kehidupan sederhana di Bali dengan atmosfer sepak bola profesional Eropa.<\/p>\n<p>Film ini dibintangi Atiqah Hasiholan, Yoriko Angeline, Arie Kriting, Tio Pakusadewo, Rifnu Wikana, Oka Antara, dan Ruth Marini. Alessandro Costacurta, mantan pemain AC Milan dan tim nasional Italia, juga ikut ambil bagian.<\/p>\n<p>Marco Balsamo mengatakan mimpi Bima sesungguhnya melampaui sepak bola. Sepak bola hanyalah pintu yang ia pilih untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.<\/p>\n<p>Di tangan RIVA Studios dan Adhya Pictures, FORZA pun hadir bukan sekadar sebagai film olahraga. Ia menjadi kisah tentang keberanian seorang anak untuk memelihara harapan, bahkan ketika keadaan belum berpihak.<\/p>\n<p>FORZA dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia, dengan penayangan internasional mulai awal 2027. Dari Bali ke Italia, perjalanan Bima membawa satu pesan sederhana: mimpi boleh lahir dari tempat yang kecil, tetapi tidak pernah memiliki batas untuk menjadi besar. (Phyd)<\/p>\n<p>Redaksi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | Jakarta \u2014 Sebuah mimpi besar kerap tumbuh dari tempat yang sederhana. Begitu pula dengan Bima, bocah 11 tahun dari Bali yang menjadikan sepak bola sebagai jalan untuk mengubah masa depan keluarganya. Kisah itu diangkat RIVA Studios bersama Adhya Pictures melalui film FORZA, drama keluarga berlatar sepak bola yang baru saja merilis teaser trailer<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":37829,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[813,359,165,572,356,843,1227,1223,1225,1222,1221,1226,1224],"class_list":["post-37828","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-1","tag-bali","tag-cinemaindonesia","tag-filmindonesia","tag-filmindonesia2026","tag-filmkeluarga","tag-sepakbola","tag-acmilan","tag-adhyapictures","tag-filmbola","tag-forza","tag-forzathemovie","tag-ghazialhabsyi","tag-rivastudios"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37828","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37828"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37828\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37830,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37828\/revisions\/37830"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37828"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37828"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37828"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}