{"id":39924,"date":"2026-08-29T09:49:54","date_gmt":"2026-08-29T02:49:54","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=39924"},"modified":"2026-08-29T09:50:38","modified_gmt":"2026-08-29T02:50:38","slug":"dari-flora-hingga-fauna-flona-2026-ajak-warga-jakarta-merawat-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/08\/29\/dari-flora-hingga-fauna-flona-2026-ajak-warga-jakarta-merawat-kehidupan\/","title":{"rendered":"Dari Flora hingga Fauna, FLONA 2026 Ajak Warga Jakarta Merawat Kehidupan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | JAKARTA \u2014 Di tengah derap Jakarta yang terus bergerak menuju kota global, ruang hijau kembali mengingatkan bahwa sebuah kota juga membutuhkan akar untuk tetap tumbuh. Akar itulah yang coba dihadirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pameran Pertamanan, Flora dan Fauna (FLONA) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.<\/p>\n<p>Mengusung tema \u201cAkar Nusantara Bertumbuh di Jakarta\u201d, FLONA 2026 berlangsung selama sebulan, mulai 28 Agustus hingga 28 September 2026. Pameran ini bukan sekadar menghadirkan warna-warni tanaman dan pesona satwa, melainkan juga mengajak warga kota kembali mengenali kekayaan biodiversitas Nusantara serta pentingnya menjaga ruang terbuka hijau.<\/p>\n<p>Setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, kawasan Taman Lapangan Banteng akan menjadi ruang perjumpaan antara flora, fauna, kearifan lokal, komunitas, dan pelaku usaha. Sebanyak 10 stan instansi dan sekitar 280 tenant turut ambil bagian dalam perhelatan tahunan tersebut.<\/p>\n<p>Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan FLONA dirancang sebagai ruang edukasi yang mempertemukan masyarakat dengan kekayaan alam Indonesia di tengah hiruk-pikuk ibu kota.<\/p>\n<p>\u201cFLONA kami hadirkan bukan hanya sebagai pameran, tetapi sebagai ruang edukasi agar masyarakat semakin mengenal kekayaan flora dan fauna Nusantara serta memahami pentingnya menjaga ruang hijau dan keanekaragaman hayati di Jakarta,\u201d ujar Afan saat membuka FLONA 2026, Jumat (28\/8).<\/p>\n<p>Salah satu magnet utama FLONA tahun ini adalah konsep Ekoregion Nusantara. Indonesia seakan dipadatkan dalam enam zona perjalanan yang meliputi Sumatra; Jawa dan Bali; Kalimantan; Sulawesi; Nusa Tenggara dan Maluku; serta Papua.<\/p>\n<p>Di setiap zona, pengunjung diajak menyusuri cerita tentang flora dan fauna, sejarah, keanekaragaman hayati, hingga kearifan lokal dari berbagai penjuru Tanah Air. Sebuah perjalanan lintas Nusantara yang dapat dinikmati tanpa harus meninggalkan Jakarta.<\/p>\n<p>Bagi Pemprov DKI, pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti ketika pengunjung melangkah keluar dari area pameran. Ada kesadaran yang ingin ditumbuhkan: bahwa ruang hijau dan keanekaragaman hayati bukan sekadar pelengkap wajah kota, melainkan bagian penting dari masa depannya.<\/p>\n<p>\u201cKami ingin masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati pameran, tetapi juga membawa pulang kesadaran bahwa menjaga lingkungan, ruang hijau, dan keanekaragaman hayati adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk masa depan Jakarta,\u201d kata Afan.<\/p>\n<p>FLONA 2026 juga menawarkan beragam aktivitas bagi masyarakat. Selain pameran dan bazar, pengunjung dapat mengikuti kegiatan komunitas, lokakarya, school visit, Edu Eco Tour, lomba kicau burung, hingga olahraga bersama.<\/p>\n<p>Rangkaian kegiatan itu menjadikan FLONA sebagai ruang yang melampaui fungsi rekreasi. Anak-anak dapat belajar mengenal lingkungan, keluarga dapat menikmati ruang terbuka bersama, sementara komunitas memiliki ruang untuk berbagi gagasan dan kepedulian terhadap alam.<\/p>\n<p>Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, M. Fajar Sauri, mengajak masyarakat Jakarta dan sekitarnya menjadikan FLONA sebagai destinasi rekreasi sekaligus ruang pembelajaran lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cKami mengundang seluruh masyarakat Jakarta dan sekitarnya untuk datang ke FLONA 2026. Ajak keluarga, anak-anak, komunitas, dan sahabat untuk menikmati ruang hijau, mengenal flora dan fauna Nusantara, serta mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif,\u201d ujar Fajar.<\/p>\n<p>Jakarta yang Terus Mekar<\/p>\n<p>Pembukaan FLONA 2026 sendiri mengusung konsep \u201cBlooming Jakarta\u201d, sebuah gambaran tentang Jakarta yang terus tumbuh, bertransformasi, dan bergerak menuju kota global tanpa tercerabut dari akar budaya serta kekayaan Nusantara.<\/p>\n<p>Semangat itu diterjemahkan melalui pertunjukan angklung Harmoni Sekar Setaman, tari kolosal yang melibatkan 90 penari, hingga penampilan grup musik SLANK. Lapangan Banteng pun menjadi panggung pertemuan antara alam, budaya, dan energi kota yang terus berkembang.<\/p>\n<p>FLONA 2026 pada akhirnya menawarkan sebuah jeda di tengah padatnya Jakarta. Sebuah kesempatan untuk memandang kembali pohon-pohon, bunga, satwa, dan bentang kehidupan yang selama ini menjadi bagian dari keseimbangan sebuah kota.<\/p>\n<p>Di tengah gedung-gedung yang menjulang dan jalanan yang tak pernah benar-benar sepi, Jakarta seolah ingin mengingatkan warganya: kota yang besar bukan hanya kota yang terus membangun, tetapi juga kota yang mampu merawat kehidupan yang tumbuh di dalamnya.<\/p>\n<p>Melalui FLONA 2026, Pemprov DKI Jakarta mendorong keterlibatan masyarakat untuk menjaga keanekaragaman hayati dan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari perjalanan membangun Jakarta yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan. Sebab, seperti halnya sebuah pohon, masa depan sebuah kota hanya akan tumbuh kuat apabila akarnya tetap terjaga.<\/p>\n<p>FLONA 2026 pun menjadi ajakan sederhana: datang, menikmati, belajar, lalu pulang dengan membawa kepedulian baru terhadap alam. (Dbyd)<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Redaksi.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | JAKARTA \u2014 Di tengah derap Jakarta yang terus bergerak menuju kota global, ruang hijau kembali mengingatkan bahwa sebuah kota juga membutuhkan akar untuk tetap tumbuh. Akar itulah yang coba dihadirkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Pameran Pertamanan, Flora dan Fauna (FLONA) 2026 di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Mengusung tema \u201cAkar Nusantara Bertumbuh<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":39933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[247],"tags":[670,1279,1282,1280,1278,1022,1281],"class_list":["post-39924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah","tag-jakartahijau","tag-akarnusantarabertumbuhdijakarta","tag-biodiversitasnusantara","tag-bloomingjakarta","tag-flona2026","tag-jakartaberkelanjutan","tag-ruangterbukahijau"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39924","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39924"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39938,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39924\/revisions\/39938"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}