{"id":41484,"date":"2026-08-31T13:49:25","date_gmt":"2026-08-31T06:49:25","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=41484"},"modified":"2026-08-31T13:49:25","modified_gmt":"2026-08-31T06:49:25","slug":"telkom-ai-connect-dorong-talenta-kuasai-problem-solving-dengan-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/08\/31\/telkom-ai-connect-dorong-talenta-kuasai-problem-solving-dengan-ai\/","title":{"rendered":"Telkom AI Connect Dorong Talenta Kuasai Problem Solving dengan AI"},"content":{"rendered":"<p>HumanNext Institute bersama Telkom AI Connect menggelar HumanNext Circle Forum bertajuk \u201cAI Beyond the Hype\u201d pada Sabtu (22\/8). Menghadirkan Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect sebagai narasumber. Forum ini membahas pengembangan talenta, ekosistem pembelajaran, dan adopsi AI di dunia industri serta dinamika ayang ada di dalamnya.<\/p>\n<p>Dalam sesi bertajuk AI Talent, Learning Ecosystems, and Enterprise AI Adoption, Mizan menyoroti cepatnya perkembangan AI yang membuat talenta dihadapkan pada semakin banyak model,<i>\u00a0tools<\/i>, dan kemampuan baru yang perlu dipelajari. Untuk memberikan arah yang lebih jelas, AI Connect memperkenalkan konsep\u00a0<i>AI Talent Leveling,<\/i>\u00a0yang menggambarkan perkembangan talenta dari\u00a0<i>AI Aware, AI Adapter, AI Builder,\u00a0<\/i>hingga<i>\u00a0AI Innovator.<\/i><\/p>\n<p>Menurut Mizan, perkembangan teknologi tidak berarti talenta harus mengejar setiap\u00a0<i>tools AI<\/i>\u00a0yang muncul. Kemampuan memahami persoalan dan menentukan cara menyelesaikannya justru menjadi bekal yang lebih penting. \u201cYang penting sebenarnya adalah\u00a0<i>mindset<\/i>\u00a0teman-teman,\u00a0<i>how to solve the problems<\/i>,\u201d ujar Mizan.<\/p>\n<p>Perspektif tersebut menempatkan AI sebagai<i>\u00a0tools<\/i>\u00a0untuk memperkuat kemampuan yang sudah dimiliki, bukan sebagai tujuan akhir. \u201cAI bukan industri, AI hanya<i>\u00a0tools<\/i>\u00a0untuk memperkuat keahlian manusia,\u201d jelas Mizan. Karena itu, talenta didorong untuk membangun\u00a0<i>domain expertise<\/i>\u00a0sekaligus memahami bagaimana AI dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan di bidang masing-masing. Kombinasi keduanya menjadi penting untuk memperkecil kesenjangan keterampilan antara kebutuhan industri dan kompetensi talenta.<\/p>\n<p>Selain kompetensi, forum juga membahas pentingnya\u00a0<i>human-in-the-loop<\/i>\u00a0dalam penerapan AI. Konsep ini menempatkan manusia tetap terlibat dalam proses validasi dan pengambilan keputusan, terutama ketika AI digunakan untuk membantu pekerjaan yang membutuhkan pertimbangan. Dengan demikian, kemampuan AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat proses kerja tanpa menghilangkan peran manusia dalam menentukan keputusan akhir.<\/p>\n<p>Melalui HumanNext Circle Forum \u2013 AI Beyond the Hype, peserta diajak melihat kesiapan menghadapi era AI dari perspektif yang lebih luas. Bukan sekadar menguasai sebanyak mungkin<b>\u00a0tools,<\/b>\u00a0tetapi membangun kemampuan\u00a0<i>problem solving,\u00a0<\/i>memperkuat\u00a0<i>domain expertise<\/i>, dan memahami cara menggunakan AI secara tepat menjadi bagian penting dalam membentuk talenta yang relevan dengan kebutuhan industri. Forum ini sejalan dengan upaya mendorong pengembangan talenta digital Indonesia agar lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan industri di tengah perkembangan AI yang semakin cepat.<\/p>\n<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/b7d3f721-cbcd-11ee-a262-0a58a9feac02\/865bc79c-f0da-48aa-a13e-9f2afff90932\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VRITIMES<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>HumanNext Institute bersama Telkom AI Connect menggelar HumanNext Circle Forum bertajuk \u201cAI Beyond the Hype\u201d pada Sabtu (22\/8). Menghadirkan Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect sebagai narasumber. Forum ini membahas pengembangan talenta, ekosistem pembelajaran, dan adopsi AI di dunia industri serta dinamika ayang ada di dalamnya. Dalam sesi bertajuk AI Talent, Learning Ecosystems, and<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":41433,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-41484","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41484","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41484"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41484\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41489,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41484\/revisions\/41489"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41484"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41484"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41484"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}