{"id":43046,"date":"2026-09-02T13:00:57","date_gmt":"2026-09-02T06:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=43046"},"modified":"2026-09-02T13:00:57","modified_gmt":"2026-09-02T06:00:57","slug":"gut-siap-ambil-peran-dalam-transformasi-energi-indonesia-menuju-net-zero-emission","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/02\/gut-siap-ambil-peran-dalam-transformasi-energi-indonesia-menuju-net-zero-emission\/","title":{"rendered":"GUT Siap Ambil Peran dalam Transformasi Energi Indonesia Menuju Net Zero Emission"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>JAKARTA, Analisnews.co.id, <img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-43047\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021-300x300.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021-150x150.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021-768x768.jpg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021-1536x1536.jpg 1536w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021-450x450.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021-1200x1200.jpg 1200w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260902-WA0021.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>2 September 2026 \u2013 PT Graha Usaha Teknik (GUT) menegaskan bahwa transisi energi Indonesia bukan hanya perubahan dari energi konvensional menuju energi yang lebih bersih, tetapi juga merupakan momentum besar bagi perusahaan nasional dan sumber daya manusia Indonesia untuk naik kelas.<\/p>\n<p>Komitmen tersebut ditegaskan GUT melalui partisipasinya pada The 12th IndoEBTKE Conference &amp; Exhibition (IndoEBTKE ConEx 2026) yang digelar pada 2\u20134 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.<\/p>\n<p>Mengangkat semangat \u201cPowering Indonesia\u2019s Energy Transition Through Reliable Solutions and Sustainable Innovation\u201d, GUT ingin menunjukkan bahwa transisi energi membutuhkan lebih dari sekadar teknologi pembangkit energi baru dan terbarukan.<\/p>\n<p>Di belakangnya dibutuhkan ekosistem yang kuat, mulai dari engineering, jaringan transmisi, gardu induk, sistem kelistrikan, konstruksi, commissioning, maintenance, investasi, hingga tenaga profesional yang mampu bekerja dengan standar tinggi.<\/p>\n<p>Di ruang inilah perusahaan nasional seperti GUT dapat mengambil peran lebih besar.<\/p>\n<p>Hadir di IndoEBTKE ConEx 2026, PT Graha Usaha Teknik menegaskan kesiapan perusahaan nasional mengambil peran lebih besar dalam pembangunan energi masa depan sekaligus menciptakan SDM Indonesia yang berdaya saing global.<\/p>\n<p>Dari Kebijakan Menjadi Eksekusi Nyata<\/p>\n<p>Pemerintah Indonesia telah memberikan arah yang semakin jelas terhadap transformasi sektor energi.<\/p>\n<p>Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik diterbitkan untuk meningkatkan investasi, mempercepat pencapaian target bauran energi terbarukan, serta mendukung penurunan emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Arah tersebut diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional, yang menetapkan kebijakan energi nasional hingga 2060 dan menempatkan pengembangan energi baru dan terbarukan serta pencapaian Net Zero Emission sebagai bagian dari transformasi sektor energi Indonesia.<\/p>\n<p>Transformasi tersebut semakin konkret melalui RUPTL PLN 2025\u20132034.<\/p>\n<p>Pemerintah menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW hingga 2034, dengan sekitar 76 persen berasal dari Energi Baru Terbarukan dan sistem penyimpanan energi.<\/p>\n<p>Implementasi RUPTL tersebut juga diperkirakan dapat menciptakan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru, mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, manufaktur pendukung, hingga operasional.<\/p>\n<p>Bagi GUT, angka tersebut menggambarkan sesuatu yang lebih besar dari pertumbuhan sektor energi. Ini adalah peluang bagi industri nasional untuk tumbuh bersama.<\/p>\n<p>Kuswanto Rahayu: Energi Baru Membutuhkan Kemampuan Eksekusi Baru<\/p>\n<p>Kuswanto Rahayu, Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional PT Graha Usaha Teknik, mengatakan bahwa percepatan energi baru dan terbarukan harus diikuti dengan kesiapan industri nasional untuk mengeksekusi proyek secara nyata.<\/p>\n<p>\u201cTransisi energi bukan hanya berbicara tentang sumber energi yang baru. Tantangan sebenarnya adalah bagaimana energi itu dapat dibangun, dihubungkan ke sistem kelistrikan, diuji, dioperasikan, dan dipelihara secara andal,\u201d ujar Kuswanto.<\/p>\n<p>\u201cGUT ingin menjawab tantangan itu. Pengalaman kami di engineering, EPC, substation, transmission, electrical system hingga commissioning harus terus berkembang mengikuti kebutuhan energi masa depan. Bagi kami, transisi energi adalah kesempatan bagi perusahaan Indonesia untuk naik kelas,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>GUT memiliki kapabilitas Engineering, Procurement, Construction and Commissioning pada sistem LV, MV, dan HV, pekerjaan substation, transmission line, construction hingga commissioning sistem kelistrikan bertegangan tinggi, serta maintenance berbagai fasilitas pembangkit.<\/p>\n<p>Pengalaman tersebut juga telah berkembang ke proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan.<\/p>\n<p>GUT antara lain memiliki pengalaman EPCC pada 150 kV Transmission Line East Bali Solar Power Plant 25 MWp, pekerjaan transmission line dan substation pada Sorik Marapi Geothermal, serta construction dan commissioning di Ulubelu Geothermal Power Plant.<\/p>\n<p>Abdul Hamid: SDM Lokal Harus Memiliki Kualitas Global<\/p>\n<p>Transisi energi dalam skala besar juga membutuhkan ribuan engineer, technician, supervisor, commissioning engineer, dan tenaga profesional baru.<\/p>\n<p>Bagi Abdul Hamid, Direktur Teknis PT Graha Usaha Teknik, peningkatan kebutuhan tenaga kerja tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKita jangan hanya bicara mengenai berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana tenaga kerja tersebut mendapatkan knowledge, pengalaman, dan standard kerja sehingga kompetensinya terus meningkat,\u201d ujar Abdul Hamid.<\/p>\n<p>\u201cSDM lokal bukan berarti kualitasnya hanya untuk kebutuhan lokal. Engineer dan teknisi Indonesia harus mampu bekerja dengan standar internasional. Target kami adalah melahirkan semakin banyak tenaga ahli Indonesia yang kompetensinya dapat diterima dan dipercaya di mana pun mereka bekerja,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Semangat tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari DNA GUT sejak perusahaan didirikan.<\/p>\n<p>Dalam company profile perusahaan, salah satu gagasan pendirian GUT adalah memberikan kesempatan kerja kepada generasi muda Indonesia sekaligus memberi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan profesional menuju visi sebagai perusahaan EPC dan maintenance berkelas dunia.<\/p>\n<p>Kemampuan SDM Indonesia tersebut juga telah dibuktikan di luar negeri.<\/p>\n<p>Portofolio GUT antara lain mencatat pekerjaan electrical commissioning pada Sondu Miriu Hydropower Plant di Kenya, serta supply and installation relay control panel untuk Loyang Substation di Singapura.<\/p>\n<p>\u201cInilah yang kami maksud dengan SDM lokal yang mendunia. Kita membangun kompetensinya di Indonesia, memberikan pengalaman nyata di proyek, kemudian membawa kemampuan tersebut untuk bersaing di tingkat internasional,\u201d ujar Abdul Hamid.<\/p>\n<p>Agung Sutiastoro: Kebutuhan Internasional Bisa Dikerjakan Anak Negeri<\/p>\n<p>Dari sisi pasar, Agung Sutiastoro, Direktur Marketing PT Graha Usaha Teknik, melihat perubahan industri energi global sebagai peluang bagi perusahaan Indonesia untuk memperluas perannya.<\/p>\n<p>\u201cDunia membutuhkan semakin banyak infrastruktur energi yang reliable, efficient, dan sustainable. Pertanyaannya adalah: apakah Indonesia hanya akan menjadi pasar, atau kita juga menjadi bagian dari perusahaan yang mengerjakannya?\u201d ujar Agung.<\/p>\n<p>\u201cKami percaya kebutuhan dengan standar internasional dapat dikerjakan oleh anak negeri. Tantangan kita sekarang adalah meningkatkan kompetensi, teknologi, kualitas, dan kepercayaan pasar sehingga perusahaan nasional dapat berdiri sejajar dengan perusahaan internasional.\u201d<\/p>\n<p>Menurut Agung, kemampuan sebuah perusahaan nasional untuk memasuki pasar internasional tidak bisa dibangun dalam semalam.<\/p>\n<p>Pengalaman bekerja bersama perusahaan multinasional, memenuhi standar proyek internasional, disiplin terhadap quality dan safety, serta keberhasilan pelaksanaan proyek menjadi fondasi untuk membangun kepercayaan tersebut.<\/p>\n<p>Selain pengalaman proyek dalam negeri, portofolio perusahaan juga menunjukkan pengalaman GUT dalam pekerjaan engineering dan commissioning di sejumlah proyek internasional, termasuk Singapura, Kenya, dan proyek lain di luar Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin suatu saat ketika pasar internasional membutuhkan kemampuan engineering, construction, atau commissioning, perusahaan dan tenaga ahli Indonesia menjadi salah satu pilihan mereka. Anak negeri harus percaya bahwa kita mampu,\u201d pungkas Agung.<\/p>\n<p>Ambarlin Widanarti: Transisi Energi Harus Menggerakkan Ekonomi<\/p>\n<p>Transisi energi juga tidak dapat dipisahkan dari aspek ekonomi.<\/p>\n<p>Ambarlin Widanarti, Direktur Keuangan PT Graha Usaha Teknik, melihat transformasi energi sebagai kesempatan untuk menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas.<\/p>\n<p>\u201cTransisi energi harus menghasilkan economic activity yang nyata. Investasi masuk, proyek bergerak, perusahaan nasional mendapatkan kesempatan, vendor dan industri pendukung tumbuh, serta tenaga kerja terserap,\u201d ujar Ambarlin.<\/p>\n<p>\u201cSemakin sehat perputaran ekonominya, semakin kuat pula kemampuan kita untuk mendukung program pemerintah secara berkelanjutan.\u201d<\/p>\n<p>Menurut Ambarlin, keterlibatan perusahaan nasional dalam pembangunan sektor energi memiliki multiplier effect yang luas.<\/p>\n<p>Ketika sebuah proyek berjalan, aktivitas ekonomi tidak hanya terjadi pada perusahaan utama, tetapi juga pada kontraktor, supplier, manufaktur lokal, transportasi, jasa profesional, tenaga kerja, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.<\/p>\n<p>Karena itu, pembangunan energi bersih dan pembangunan ekonomi tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri.<\/p>\n<p>\u201cKita membutuhkan pasar yang terus bergerak. Karena dari pasar yang sehat akan muncul investasi, kesempatan usaha, dan lapangan pekerjaan. Pada akhirnya, pertumbuhan industri itulah yang akan ikut memperkuat agenda pembangunan pemerintah.\u201d<\/p>\n<p>RUPTL PLN 2025\u20132034 sendiri dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas ketenagalistrikan, tetapi juga mendorong investasi dan penciptaan lapangan kerja baru, termasuk peluang besar pada sektor green jobs.<\/p>\n<p>Transisi Energi, Kesempatan Indonesia Naik Kelas<\/p>\n<p>Bagi PT Graha Usaha Teknik, transisi energi mempunyai tiga dimensi yang tidak dapat dipisahkan:<\/p>\n<p>Energy Transition \u2013 Industrial Growth \u2013 Human Capital Development.<\/p>\n<p>Ketika investasi energi baru masuk, infrastruktur harus dibangun.<\/p>\n<p>Ketika infrastruktur dibangun, perusahaan nasional mendapatkan kesempatan berkembang.<\/p>\n<p>Ketika perusahaan nasional berkembang, semakin banyak engineer dan tenaga profesional Indonesia mendapatkan pengalaman.<\/p>\n<p>Dan ketika pengalaman serta kompetensi tersebut mencapai standar global, Indonesia tidak hanya memiliki energi yang lebih berkelanjutan, tetapi juga memiliki perusahaan dan SDM yang mampu bersaing di dunia.<\/p>\n<p>Itulah pesan utama yang dibawa GUT pada IndoEBTKE ConEx 2026.<\/p>\n<p>\u201cBagi GUT, transisi energi bukan hanya perubahan tentang bagaimana Indonesia menghasilkan energi. Ini adalah kesempatan untuk membangun kemampuan bangsa \u2013 agar perusahaan Indonesia naik kelas, SDM Indonesia naik kelas, dan pada akhirnya Indonesia memiliki posisi yang semakin kuat dalam industri energi dunia,\u201d pungkas Kuswanto.<\/p>\n<p>Powering Indonesia\u2019s Energy Transition<br \/>\nThrough Reliable Solutions and Sustainable Innovation<\/p>\n<p>Tentang PT Graha Usaha Teknik<\/p>\n<p>PT Graha Usaha Teknik adalah perusahaan nasional yang menyediakan layanan Engineering, Procurement, Construction, Commissioning, dan Maintenance bagi sektor industri, infrastruktur, dan energi, dengan kompetensi pada bidang Electrical, Instrumentation, Mechanical, dan Civil.<\/p>\n<p>GUT memiliki pengalaman pada proyek power plant, transmission line, substation, renewable energy, industrial electrical system, serta berbagai pekerjaan engineering dan commissioning di Indonesia maupun internasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; JAKARTA, Analisnews.co.id, 2 September 2026 \u2013 PT Graha Usaha Teknik (GUT) menegaskan bahwa transisi energi Indonesia bukan hanya perubahan dari energi konvensional menuju energi yang lebih bersih, tetapi juga merupakan momentum besar bagi perusahaan nasional dan sumber daya manusia Indonesia untuk naik kelas. Komitmen tersebut ditegaskan GUT melalui partisipasinya pada The 12th IndoEBTKE Conference<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-43046","post","type-post","status-publish","format-standard","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43046","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43046"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43046\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43048,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43046\/revisions\/43048"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43046"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43046"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43046"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}