{"id":44167,"date":"2026-09-03T21:35:24","date_gmt":"2026-09-03T14:35:24","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=44167"},"modified":"2026-09-03T21:35:24","modified_gmt":"2026-09-03T14:35:24","slug":"tak-lagi-bisa-beralih-topeng-pencitraan-cagub-jonas-prakoso-terbuka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/03\/tak-lagi-bisa-beralih-topeng-pencitraan-cagub-jonas-prakoso-terbuka\/","title":{"rendered":"Tak Lagi Bisa Beralih, Topeng Pencitraan Cagub Jonas Prakoso Terbuka"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | JAKARTA \u2014 Bagi seorang calon gubernur, menjaga citra di hadapan publik barangkali sama pentingnya dengan menyusun program kampanye. Namun, bagaimana jika semua strategi itu mendadak runtuh karena sang calon pemimpin tidak lagi mampu berbohong?<\/p>\n<p>Situasi itulah yang dialami Jonas Prakoso, karakter yang diperankan Andovi da Lopez dalam film komedi BAPAK PALING JUJUR. Film garapan sutradara Fajar Nugros tersebut merilis teaser trailer resminya pada Selasa (1\/9\/2026).<\/p>\n<p>Film produksi Cahaya Pictures itu dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Jonas digambarkan sebagai calon gubernur yang memahami betul bagaimana memenangkan hati pemilih. Program, janji kampanye, strategi komunikasi, hingga citra sebagai sosok pemimpin telah dipersiapkan dengan matang.<\/p>\n<p>Semua berjalan sesuai rencana sampai sebuah kutukan dari neneknya mengubah hidup Jonas.<\/p>\n<p>Sejak saat itu, Jonas tidak bisa lagi berbohong.<\/p>\n<p>Tidak ada lagi jawaban aman untuk menghindari pertanyaan. Tidak ada lagi kalimat yang dirancang demi menyenangkan publik. Apa pun yang ada di kepalanya akan keluar begitu saja.<\/p>\n<p>Masalahnya, kejujuran tidak selalu menjadi jawaban yang ingin didengar orang lain.<\/p>\n<p>Dalam teaser trailer, kutukan tersebut perlahan mengacaukan kampanye Jonas. Kalimat yang seharusnya menjadi janji politik justru berubah menjadi pengakuan spontan. Upaya mempertahankan citra pun berbalik menjadi sumber masalah.<\/p>\n<p>Kekacauan bahkan merembet ke kehidupan pribadinya. Di rumah, kejujuran Jonas mulai mengusik hubungannya dengan sang istri, Vanny, yang diperankan Claresta Taufan.<\/p>\n<p>Jonas yang sebelumnya mampu mengendalikan citra di depan publik kini justru kehilangan kendali atas ucapannya sendiri.<\/p>\n<p>Premis tersebut menjadi pintu masuk komedi BAPAK PALING JUJUR. Di balik situasi absurd yang dialami Jonas, film ini mencoba memainkan pertanyaan sederhana: apa yang terjadi jika seorang calon pemimpin benar-benar harus mengatakan apa adanya setiap saat?<\/p>\n<p>\u201cTeaser ini baru awalnya. Yang menarik justru apa yang terjadi setelah Jonas nggak bisa bohong lagi,\u201d ujar produser Aoura Lovenson Chandra.<\/p>\n<p>Menurut Aoura, kondisi Jonas memungkinkan penonton melihat bagaimana kejujuran yang seharusnya dianggap sebagai sesuatu yang baik justru dapat menghadirkan persoalan ketika disampaikan tanpa kendali.<\/p>\n<p>Sementara itu, Fajar Nugros mengatakan film tersebut tidak dibuat untuk menggurui ataupun menghakimi.<\/p>\n<p>\u201cSituasi Jonas memang absurd, tapi justru itu yang membuatnya menarik. Kami ingin penonton melihat situasi yang konyol, tertawa, lalu mungkin sadar bahwa apa yang mereka tertawakan sebenarnya dekat dengan kehidupan mereka sendiri,\u201d kata Fajar.<\/p>\n<p>Diadaptasi dari Film Korea<\/p>\n<p>BAPAK PALING JUJUR merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate. Versi Indonesia ini menghadirkan Andovi da Lopez dan Claresta Taufan sebagai pemeran utama.<\/p>\n<p>Mereka didukung Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla Purnama, David Nurbianto, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki N. Firmansyah, Jeremy Teti, Elwina Ceritain, Mieke Shahir, serta sejumlah pemain lainnya.<\/p>\n<p>Bagi Cahaya Pictures, film ini menjadi produksi layar lebar ketiga setelah 1 Imam 2 Makmum dan Pesugihan Sate Gagak.<\/p>\n<p>Melalui BAPAK PALING JUJUR, Cahaya Pictures kembali membawa cerita yang berangkat dari situasi sehari-hari, tetapi dikemas melalui premis komedi yang absurd.<\/p>\n<p>Jika biasanya calon pemimpin dituntut mampu meyakinkan masyarakat, Jonas justru menghadapi persoalan sebaliknya. Ia harus berhadapan dengan konsekuensi dari setiap kata yang keluar dari mulutnya.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, persoalannya bukan lagi bagaimana Jonas bisa memenangkan pemilihan.<\/p>\n<p>Ia bahkan harus lebih dulu belajar bagaimana bertahan hidup ketika tidak bisa berbohong sama sekali.<\/p>\n<p>BAPAK PALING JUJUR tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.Kalau ingin, saya juga bisa membuatkan 3 judul alternatif yang lebih \u201cnendang\u201d dan bernuansa headline Kompas Entertainment, plus caption Instagram dan hashtag untuk berita ini. (Phyd)<\/p>\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | JAKARTA \u2014 Bagi seorang calon gubernur, menjaga citra di hadapan publik barangkali sama pentingnya dengan menyusun program kampanye. Namun, bagaimana jika semua strategi itu mendadak runtuh karena sang calon pemimpin tidak lagi mampu berbohong? Situasi itulah yang dialami Jonas Prakoso, karakter yang diperankan Andovi da Lopez dalam film komedi BAPAK PALING JUJUR. Film<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":44175,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-44167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-1"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44167"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44167\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44177,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44167\/revisions\/44177"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}