{"id":47842,"date":"2026-09-10T15:02:47","date_gmt":"2026-09-10T08:02:47","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=47842"},"modified":"2026-09-10T15:02:47","modified_gmt":"2026-09-10T08:02:47","slug":"deteksi-hotspot-di-desa-derawa-personel-gabungan-lakukan-pemadaman-dan-pendinginan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/10\/deteksi-hotspot-di-desa-derawa-personel-gabungan-lakukan-pemadaman-dan-pendinginan\/","title":{"rendered":"DETEKSI HOTSPOT DI DESA DERAWA, PERSONEL GABUNGAN LAKUKAN PEMADAMAN DAN PENDINGINAN"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14px\">\u00a0Polres Seruyan, 10 September 2026 \u2013 Pemantauan melalui Sistem Karhutla (SIPongi) mendeteksi adanya satu titik panas atau hotspot di wilayah Desa Derawa, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan, Rabu (09\/09\/2026).<\/span><\/p>\n<p>Hotspot tersebut terdeteksi pada pukul 01.15 WIB melalui satelit NASA-SNPP, dengan koordinat Latitude -2.14744 dan Longitude 112.17351. Titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan medium dan tercatat telah terdeteksi selama satu hari.<\/p>\n<p>Menindaklanjuti hasil pemantauan tersebut, personel Siaga Karhutla bersama unsur terkait segera melakukan koordinasi dan pengecekan langsung ke wilayah Kecamatan Batu Ampar untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n<p>Setelah menemukan lokasi yang terindikasi terdampak kebakaran, personel gabungan langsung melakukan penanganan dengan melaksanakan pemadaman dan pendinginan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah munculnya kembali titik api dari bagian lahan yang masih berpotensi terbakar.<\/p>\n<p>Penanganan melibatkan Aiptu Frengky Susanto dan Bripda Joggr i Dwi Guna, bersama dua personel TNI, dua personel BPBD, serta dua personel Manggala Agni.<\/p>\n<p>Kapolsek Seruyan Tengah IPDA Martono, S.M. mengatakan, pemantauan hotspot menjadi salah satu langkah penting dalam mendeteksi potensi Karhutla sejak dini sehingga dapat segera ditindaklanjuti.<\/p>\n<p>\u201cInformasi hotspot menjadi perhatian kami untuk segera dilakukan pengecekan di lapangan. Setelah lokasi ditemukan, personel bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman dan pendinginan agar api dapat dikendalikan dan tidak berkembang ke area lainnya,\u201d ujar IPDA Martono.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan sekaligus sinergi antarinstansi, terutama ketika kondisi lahan memiliki potensi mudah terbakar.<\/p>\n<p>\u201cKolaborasi antara Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni dan unsur lainnya sangat diperlukan. Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan menindaklanjuti setiap informasi hotspot yang terdeteksi, sehingga potensi kebakaran dapat segera ditangani,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>IPDA Martono juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan dalam pencegahan Karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya asap atau titik api di lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>\u201cKami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika melihat adanya titik api atau kepulan asap, segera informasikan kepada petugas agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Langkah pemantauan, pengecekan, pemadaman, dan pendinginan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga wilayah Kabupaten Seruyan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.<\/p>\n<p>Humas Polres Seruyan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Polres Seruyan, 10 September 2026 \u2013 Pemantauan melalui Sistem Karhutla (SIPongi) mendeteksi adanya satu titik panas atau hotspot di wilayah Desa Derawa, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Seruyan, Rabu (09\/09\/2026). Hotspot tersebut terdeteksi pada pukul 01.15 WIB melalui satelit NASA-SNPP, dengan koordinat Latitude -2.14744 dan Longitude 112.17351. Titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan medium dan tercatat<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":47844,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[243],"tags":[],"class_list":["post-47842","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kateng"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47842"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47846,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47842\/revisions\/47846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47844"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}