{"id":50899,"date":"2026-09-14T19:00:12","date_gmt":"2026-09-14T12:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=50899"},"modified":"2026-09-14T19:00:12","modified_gmt":"2026-09-14T12:00:12","slug":"empat-pemain-asing-ramaikan-liga-soeratin-jakarta-u-15-piala-gubernur-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/14\/empat-pemain-asing-ramaikan-liga-soeratin-jakarta-u-15-piala-gubernur-2026\/","title":{"rendered":"Empat Pemain Asing Ramaikan Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14px\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong>\u00a0 | Jakarta &#8211; Kompetisi grassroot di Jakarta mulai menarik perhatian pemain muda dari luar negeri. Empat pemain asing tercatat bergabung di kompetisi Liga Soeratin Jakarta U-15 2026.<\/span><\/p>\n<p>Mereka berasal dari Denmark, Sudan, Inggris, dan Jepang. Keempatnya telah menjalani proses verifikasi dan screening untuk bisa tampil di kompetisi yang digelar &#8220;Kandang Ayam&#8221; Productions di Lapangan PSF MBAU Pancoran, Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Kehadiran pemain asing ini menjadi warna tersendiri dalam kompetisi sepakbola usia muda Jakarta.<\/p>\n<p>&#8220;Kandang Ayam&#8221; Productions memang sejak awal mengusung konsep kompetisi jangka panjang. Bukan sekadar turnamen yang selesai dalam hitungan satu atau dua pekan.<\/p>\n<p>Gagasan tersebut berangkat dari keprihatinan para jurnalis veteran yang pernah berkecimpung di sepakbola nasional. Mereka melihat kompetisi usia muda di Jakarta masih minim.<\/p>\n<p>Pada 2025, mereka mengawali dengan Liga Jakarta U-17. Kompetisi berlangsung sekitar delapan setengah bulan, April-November, dengan 306 pertandingan dan melibatkan 18 klub amatir Jakarta dan sekitarnya.<\/p>\n<p>Musim 2026, kompetisi diperluas. Selain Liga Jakarta U-17, digelar Liga Soeratin Jakarta U-15.<\/p>\n<p>Masing-masing kompetisi diikuti 16 klub amatir, SSB, dan akademi. Total sekitar 500 pertandingan dijadwalkan berlangsung sepanjang musim 2026 hingga Desember mendatang.<\/p>\n<p>Empat Pemain Asing<\/p>\n<p>Pemain asing pertama adalah Ilias Isak. Pemain berusia 14 tahun itu memperkuat Tunas Indonesia dengan nomor punggung 77.<\/p>\n<p>Ilias berdarah Maroko dan berkewarganegaraan Denmark. Dia berposisi sebagai gelandang atau playmaker.<\/p>\n<p>Ilias sudah tampil sejak putaran pertama dan disebut selalu menjadi starter. Meski belum mencetak gol, kemampuan teknisnya mendapat perhatian dari pemandu bakat &#8220;Kandang Ayam&#8221;, Berti Tutuarima dan Patar Tambunan.<\/p>\n<p>Ilias bahkan masuk dalam daftar 50 pemain terbaik pilihan kedua pemandu bakat tersebut.<\/p>\n<p>Tiga pemain asing lainnya bergabung dengan PSF Academy.<\/p>\n<p>Ada Ahmed Muhab Muhamad, warga negara Sudan, yang akan memperkuat PSF Academy U-16 dengan nomor punggung 27.<\/p>\n<p>Pemain kelahiran 18 Maret 2011 itu memiliki tinggi 175 cm dan bermain sebagai gelandang serang. Ahmed saat ini bersekolah di Sudanese Africa Asian School, Tebet, Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Dia mengidolakan Neymar.<\/p>\n<p>Kemudian ada Nathanial Alexander Akbar Dykes, warga negara Inggris kelahiran London, 10 Agustus 2011.<\/p>\n<p>Nathanial memiliki tinggi 170 cm dan akan bermain sebagai gelandang dengan nomor punggung 2.<\/p>\n<p>Dia datang langsung bersama ayahnya, Peter Dykes, ke Lapangan PSF Pancoran pada Minggu (13\/9\/2026).<\/p>\n<p>Peter mengatakan kesempatan mengikuti kompetisi menjadi salah satu alasan dirinya mendaftarkan Nathanial ke PSF Academy.<\/p>\n<p>&#8220;Di Indonesia, tidak ada kompetisi, tapi saat ada informasi di PSF Pancoran bahwa ada wadah kompetisi, langsung bergegas anaknya didaftarkan,&#8221; kata Peter.<\/p>\n<p>Nathanial merupakan siswa kelas 9 HighScope Cilandak. Dia juga mengikuti ekstrakurikuler sepakbola di sekolah.<\/p>\n<p>Satu pemain lainnya adalah Shinichi Fujita. Pemain kelahiran Jepang, 10 April 2013, itu akan tampil pada putaran kedua Liga Soeratin Jakarta U-15.<\/p>\n<p>Fujita saat ini bersekolah di Jakarta Japan School.<\/p>\n<p>Ayahnya, Takao Fujita, mengatakan sepakbola sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak di Jepang.<\/p>\n<p>&#8220;Di Jepang semua anak-anak sudah bermain sepakbola,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Butuh Jam Terbang<\/p>\n<p>Direktur Teknik PSF Academy dan Batavia FC, Ibnu Graham, menyebut keberadaan pemain asing di akademi bukan hal yang aneh.<\/p>\n<p>Menurut mantan gelandang Persebaya Surabaya itu, sejumlah keluarga asing yang tinggal di Jakarta memang mencari tempat bagi anak-anak mereka untuk berlatih sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding.<\/p>\n<p>Lokasi PSF yang strategis menjadi salah satu pertimbangannya.<\/p>\n<p>Namun bagi Ibnu, yang paling penting adalah kompetisi. Pemain usia muda membutuhkan pertandingan sebanyak mungkin untuk berkembang.<\/p>\n<p>&#8220;Kompetisi grassroot harus digalakkan sebanyak mungkin karena anak-anak butuh jam terbang, mengasah skill dan mental, serta waktunya dari sekolah ke olahraga. Mereka butuh kesenangan bertemu teman-teman baru, bukan main handphone,&#8221; kata Ibnu.<\/p>\n<p>Konsep kompetisi panjang yang diterapkan &#8220;Kandang Ayam&#8221; pun mendapat warna baru dengan hadirnya pemain-pemain asing tersebut.<\/p>\n<p>Jika pemain asing sudah menjadi pemandangan biasa di Liga 1 dan Liga 2, kini fenomena serupa mulai terlihat di level grassroot.<\/p>\n<p>Bedanya, di level usia muda, bukan sekadar kemenangan yang diburu. Jam terbang, pembentukan karakter, kemampuan teknis, dan mental bertanding menjadi bagian utama dari proses pembinaan.<\/p>\n<p>Jakarta pun mulai menjadi tempat bertemunya talenta muda dari berbagai negara dalam satu lapangan.<\/p>\n<p>Dan dari kompetisi grassroot seperti inilah, &#8220;Kandang Ayam&#8221; berharap lahir pemain-pemain muda yang siap melangkah ke level sepakbola yang lebih tinggi.(**)Db<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | Jakarta &#8211; Kompetisi grassroot di Jakarta mulai menarik perhatian pemain muda dari luar negeri. Empat pemain asing tercatat bergabung di kompetisi Liga Soeratin Jakarta U-15 2026. Mereka berasal dari Denmark, Sudan, Inggris, dan Jepang. Keempatnya telah menjalani proses verifikasi dan screening untuk bisa tampil di kompetisi yang digelar &#8220;Kandang Ayam&#8221; Productions di Lapangan<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":50900,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-50899","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50899"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50901,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50899\/revisions\/50901"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}