{"id":50936,"date":"2026-09-14T20:25:17","date_gmt":"2026-09-14T13:25:17","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=50936"},"modified":"2026-09-14T20:31:53","modified_gmt":"2026-09-14T13:31:53","slug":"ditengah-globalisasi-bela-negara-dan-kearifan-lokal-jadi-kunci-ketahanan-generasi-muda-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/14\/ditengah-globalisasi-bela-negara-dan-kearifan-lokal-jadi-kunci-ketahanan-generasi-muda-bali\/","title":{"rendered":"Ditengah Derasnya Arus Globalisasi, Bela Negara dengan Kearifan Lokal Jadi Kunci Ketahanan Generasi Muda Bali"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 14px\">Ditengah Derasnya Arus Globalisasi, Bela Negara dengan Kearifan Lokal Jadi Kunci Ketahanan Generasi Muda Bali<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Analisnews.co.id<\/strong> &#8212; DENPASAR | Pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, dinilai sebagai investasi paling penting bagi masa depan Bali dan Indonesia.<\/p>\n<p>Selain penguatan sektor pertanian melalui kelembagaan Subak dan ekonomi dalam wadah Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA) yang berfungsi mengelola potensi ekonomi desa demi kesejahteraan krama adat.<\/p>\n<p>Untuk itu, bobot kualitas, karakter, integritas, disiplin, dan kepemimpinan generasi penerus menjadi penentu keberlanjutan bangsa.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Dibia Amera, Kade Sudiana SE.,S.Pd.,M.M.,M.Pd., dalam pertemuan dengan Kadis Pendidikan Pemprov Bali Rabu 9 September 2026, di Gedung Disdikpora, Jalan Raya Puputan, Dangin Puri Kelod, Denpasar. Kemudian dilanjutkan kunjungan di Kesbangpol Pemprov Bali Senin 14 September 2026.<\/p>\n<p>&#8220;Kade Sudiana menegaskan, sinergi Yayasan Dibia Amerta dengan Dewan Pimpinan Daerah Forum Bela Negara (DPW FBN RI) Pemprov Bali, dalam pembinaan generasi muda Bali melalui Bela Negara merupakan bagian dari Investasi Karakter, Kepemimpinan, dan Ketahanan Bangsa.<\/p>\n<p><strong>Berlandaskan Hukum dan Asta Cita:<\/strong><br \/>\nProgram Bela Negara ini memiliki landasan hukum yang kuat, mulai dari UUD 1945 Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 30 Ayat 1, UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, UU Nomor 40 pTahun 2009 tentang Kepemudaan, hingga Perpres Nomor 115 Tahun 2022 tentang Kebijakan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.<\/p>\n<p>Menurutnya program tersebut sejalan dengan &#8220;Asta Cita Presiden RI&#8221; yaitu terkait penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan.<\/p>\n<p><strong>Bali di Persimpangan Globalisasi:<\/strong><\/p>\n<p>Bali yang merupakan destinasi pariwisata kelas dunia, jutaan kunjungan wisatawan tiap tahun, mendapatkan manfaat besar berupa pertumbuhan ekonomi dan wawasan global. Namun keterbukaan itu, tanpa disadari juga menghadirkan tantangan yang kompleks.<\/p>\n<p>&#8220;Kade Sudiana paparkan, arus globalisasi, digitalisasi, dan pengaruh budaya global menuntut upaya pembinaan yang mampu memperkuat karakter dan jati diri generasi muda Bali.<\/p>\n<p>Untuk itu, apabila tidak dipersiapkan sejak dini, generasi berpotensi mengalami krisis identitas dan melemahnya semangat kebangsaan,&#8221; terang Sudiana<\/p>\n<p>Selain persoalan lingkungan, Kade Sudiana menyoroti karakteristik dan tantangan generasi muda Bali, dalam kajiannya itu, Kade Sudjana memetakan kondisi Gen Z Bali saat ini:<\/p>\n<p><strong>Modal Sosial-Budaya Kuat:<\/strong><br \/>\nTumbuh dengan nilai gotong royong, toleransi, hormat adat, kehidupan Banjar-Desa Adat, dan semangat ngayah.<\/p>\n<p><strong>Tantangan Globalisasi:\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/strong><span style=\"font-size: 14px\">Bertemunya budaya dunia memperluas wawasan, tetapi bisa memengaruhi pola pikir tanpa penguatan identitas.<\/span><\/p>\n<p><strong>Tantangan Era Digital:<\/strong><br \/>\nRisiko hoaks, disinformasi, cyber bullying, kecanduan medsos, dan menurunnya interaksi langsung.<\/p>\n<p><strong>Menurunnya Partisipasi Sosial:<\/strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0Sebagian pemuda mulai kurang terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.<\/p>\n<p><strong>Ancaman Narkoba dan Kenakalan Remaja:<\/strong><br \/>\nRisiko tinggi akibat mobilitas dan interaksi internasional.<\/p>\n<p><strong>*Potensi Generasi<\/strong> Z:\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Adaptif teknologi, kreatif, inovatif, dan punya potensi besar di ekonomi kreatif. Namun rawan individualisme dan ketergantungan digital.<\/p>\n<p><strong>Mengapa Bela Negara Penting?<\/strong><br \/>\nBela Negara ditegaskan bukan hanya soal militer. Ini adalah proses pembentukan karakter warga negara yang &#8220;cinta tanah air, berintegritas, disiplin, tanggung jawab, berjiwa pemimpin, peduli sosial, dan siap mengabdi.<\/p>\n<p>&#8220;Dalam konteks Bali, Bela Negara menjadi sarana memperkuat ketahanan budaya, sosial, dan moral generasi muda agar tetap berpegang teguh pada Pancasila dan budaya bangsa,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p><strong>Usulan Strategis kepada Pemerintah:<\/strong><br \/>\nUntuk menjawab tantangan, diajukan program, pembinaan generasi muda Bali berbasis Bela Negara dan Kearifan Lokal:<\/p>\n<p><strong>Penguatan Pendidikan Karakter dan Wawasan Kebangsaan:<\/strong><br \/>\nNilai Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, integritas, disiplin.<\/p>\n<p><strong>Bela Negara Berbasis Kearifan Lokal Bali:<\/strong><br \/>\nIntegrasi Tri Hita Karana, Ngayah, Gotong Royong, Pelestarian Lingkungan, dan Adat Budaya.<\/p>\n<p><strong>Pelatihan Kepemimpinan Generasi Muda:<\/strong> Membangun jiwa pemimpin, kemampuan organisasi, komunikasi, dan kerja tim.<\/p>\n<p><strong>Program Bela Negara Adaptif untuk Generasi<\/strong> Z: Pendekatan digital, pelatihan berbasis proyek, kewirausahaan sosial, inovasi, literasi digital.<\/p>\n<p><strong>Pengabdian Sosial dan Lingkungan:<\/strong><br \/>\nMelibatkan pemuda dalam kegiatan Desa Adat, Banjar, Subak, pelestarian lingkungan, dan aksi sosial.<\/p>\n<p><strong>Pembentukan Kader Pemimpin Masa Depan<\/strong>\u00a0<strong>Bali:<\/strong><\/p>\n<p>Mencetak pemimpin masyarakat, organisasi, wirausahawan, profesional, aparatur negara, dan pemimpin bangsa berintegritas.<\/p>\n<p><strong>Bali sebagai Pilot Project Nasional:<\/strong>\u00a0 \u00a0 \u00a0 Menjadikan Bali model nasional pembinaan generasi muda yang mengintegrasikan nilai kebangsaan, budaya lokal, kepemimpinan, pengabdian, transformasi digital, dan ketahanan budaya.<\/p>\n<p><strong>Investasi untuk Masa Depan:<\/strong><br \/>\n&#8220;Petani menjaga ketahanan pangan. Desa Adat menjaga kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Namun keberlanjutan Bali dan Indonesia pada akhirnya akan ditentukan oleh kualitas generasi mudanya,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>&#8220;Tak hanya itu, tantangan terbesar Bali di masa depan bukan hanya menjaga sawah, menjaga Desa Adat, atau menjaga pertumbuhan ekonomi. Tantangan terbesar adalah memastikan Generasi Z Bali tetap memiliki karakter kebangsaan yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi. Melalui Bela Negara, kita membentuk generasi yang modern dalam pemikiran, unggul dalam kompetensi, kuat dalam karakter, dan bangga menjadi bagian dari Indonesia.(ranu)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>#Sinergi # Yayasan Dibia Amerta #DPW FBN RI Pemprov Bali #Investasi Masa Depan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ditengah Derasnya Arus Globalisasi, Bela Negara dengan Kearifan Lokal Jadi Kunci Ketahanan Generasi Muda Bali &nbsp; Analisnews.co.id &#8212; DENPASAR | Pembangunan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, dinilai sebagai investasi paling penting bagi masa depan Bali dan Indonesia. Selain penguatan sektor pertanian melalui kelembagaan Subak dan ekonomi dalam wadah Badan Usaha Milik Desa Adat (BUMDA)<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":50941,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-50936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=50936"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":50953,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/50936\/revisions\/50953"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/50941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=50936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=50936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=50936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}