{"id":53380,"date":"2026-09-18T16:18:26","date_gmt":"2026-09-18T09:18:26","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=53380"},"modified":"2026-09-18T16:18:26","modified_gmt":"2026-09-18T09:18:26","slug":"binus-bekasi-hadirkan-program-s1-global-trade-management","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/18\/binus-bekasi-hadirkan-program-s1-global-trade-management\/","title":{"rendered":"BINUS @Bekasi Hadirkan Program S1 Global Trade Management"},"content":{"rendered":"<div class=\"article-container css-1i68010\">\n<div class=\"css-1yvie82\">\n<p>BINUS University resmi\u00a0<b>meluncurkan Global Trade Management (GTM)<\/b>, program studi baru di bawah BINUS Business School Undergraduate Program, pada Rabu (16\/9) di Multimedia Gallery, BINUS @Bekasi. Peluncuran ini menandai satu dasawarsa BINUS @Bekasi sekaligus menjadi respon atas dinamika perdagangan internasional yang terus bergerak.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia periode Januari\u2013Juli 2026 mencapai US$167,03 miliar, naik 4,43 persen dibanding periode sama tahun 2025, sementara impor tumbuh lebih cepat sebesar 19,94 persen menjadi US$163,33 miliar, sehingga neraca perdagangan Indonesia Januari-Juli 2026 mencatat surplus US$3,70 miliar. Tren ini menegaskan kebutuhan tenaga kerja yang memahami ekspor-impor, kepabeanan, dan rantai pasok global \u2014 kompetensi inti yang dibangun GTM.<\/p>\n<p>Program ini memadukan perspektif global business, kebijakan perdagangan,<i>\u00a0supply chain, data analytics,\u00a0<\/i>dan\u00a0<i>artificial intelligence<\/i>, dengan pendekatan\u00a0<i>experiential learning<\/i>: simulasi bisnis, proyek industri, dan sertifikasi profesional ekspor-impor.<\/p>\n<p>\u201cGlobal Trade Management hadir karena Bekasi dan kawasan sekitarnya memiliki ekosistem bisnis yang sangat dinamis. Kami ingin mahasiswa memahami bagaimana bisnis lokal terhubung dengan rantai nilai global,\u201d ujar\u00a0<b>Prof. Gatot Soepriyanto, S.E., Ak., M.Buss., Ph.D., Direktur Kampus BINUS @Bekasi.<\/b><\/p>\n<p>Senada,\u00a0<b>Prof. Dr. Sevenpri Candra, Dekan BINUS Business School Undergraduate Program<\/b>\u00a0menyampaikan, \u201cGTM melengkapi program Management yang sudah lebih dulu berkembang di BINUS @Bekasi. Lulusan diharapkan mampu melihat bagaimana pertumbuhan bisnis berkembang dan mengambil keputusan berbasis data dengan AI Tools.\u201d<\/p>\n<p>Peluncuran turut dimeriahkan\u00a0<i>talkshow<\/i>\u00a0\u2018<i>The World in Motion: How Global Trade Connects Business, People, and Opportunities\u2019<\/i>, menghadirkan:<\/p>\n<p>1. Dr. Reza Pahlevi Chairul, Direktur Pengamanan Perdagangan, Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan RI<br \/>\n2. Hilmi Kartasasmita, B.Sc. (Hons), M.A.,\u00a0<i>Deputy Head of The Global Engagement Office (GEO), Indonesian Chamber of Commerce and Industry<br \/>\n<\/i>3. Dr. Bilal Khalid,\u00a0<i>Assistant Dean for International Education Standards Accreditation, King Mongkut\u2019s Institute of Technology Ladkraban<\/i>g (<i>KMITL), Thailand<br \/>\n<\/i>4. Gyandev Timothy Pandori, S.E., alumnus BINUS Business School,\u00a0<i>Founder<\/i>\u00a0PT Ayo Makan Sayur dan\u00a0<i>Business Development<\/i>\u00a0PT Sumatran Organic Spice<\/p>\n<p>Sebagai alumni S1 BINUS Business School, Gyandev Timothy Pandori, telah malang melintang di dunia perdagangan internasional, khususnya dalam bisnis ekspor-impor rempah-rempah Nusantara. Kehadirannya turut membawa perspektif praktis mengenai tantangan dan peluang membawa produk Indonesia ke pasar global.<\/p>\n<p>Keterlibatan berbagai perspektif tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi di bidang perdagangan global membutuhkan keterhubungan antara akademisi, pemerintah, dan industri. Melalui forum tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan perdagangan internasional, kebijakan, kebutuhan industri, serta peluang bisnis yang muncul dari semakin terhubungnya pasar global.<\/p>\n<p>Pendaftaran Program Global Trade Management BINUS @Bekasi kini telah dibuka, dengan beragam skema beasiswa yang tersedia bagi calon mahasiswa. Program ini berada di bawah naungan BINUS Business School yang telah terakreditasi AACSB\u00a0<i>(Association to Advance Collegiate Schools of Business)<\/i>, akreditasi internasional yang hanya dimiliki sekitar 5 persen sekolah bisnis di dunia.<\/p>\n<p>&#8212;<\/p>\n<p>Dapatkan dokumentasi selengkapnya di tautan berikut:\u00a0https:\/\/drive.google.com\/drive\/folders\/1qVgpNvA7hEI_fa3U2xywMB_8-Jldt29v<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<h3 class=\"css-1fe22q1\">Tentang BINUS Media &amp; Publishing<\/h3>\n<div class=\"css-1d2nd6l\">Dengan pengalaman 45 tahun membina Nusantara melalui pendidikan, BINUS University memiliki visi utama, yakni sebagai \u201cA World-class university, fostering and empowering the society in building and serving the nation\u201d. Semangat ini yang menjadikan BINUS University menjadi kampus terbaik nomor 2 se-ASEAN, 1 di Indonesia, 165 di Asia. BINUS University memiliki 14 kampus yang tersebar di berbagai kota di Indonesia\u2013termasuk BINUS @Bekasi yang berfokus sebagai business, service and technology campus\u2014, dengan lebih dari 200.000 komunitas Binusian yang terdiri lebih dari 182.000 alumni, lebih dari 55.000 mahasiswa aktif, lebih dari 2.000 dosen, dan 53 Guru Besar BINUS University.<\/div>\n<div><strong>Press release ini juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/7f6a0629-82c4-11ee-b831-0a58a9feac02\/c028677f-16e0-44f9-a613-fc9b03d9562c\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VRITIMES<\/a><\/strong><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BINUS University resmi\u00a0meluncurkan Global Trade Management (GTM), program studi baru di bawah BINUS Business School Undergraduate Program, pada Rabu (16\/9) di Multimedia Gallery, BINUS @Bekasi. Peluncuran ini menandai satu dasawarsa BINUS @Bekasi sekaligus menjadi respon atas dinamika perdagangan internasional yang terus bergerak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor Indonesia periode Januari\u2013Juli 2026 mencapai US$167,03<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":53182,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-53380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53380"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53382,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53380\/revisions\/53382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53182"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}