{"id":55741,"date":"2026-09-22T11:58:47","date_gmt":"2026-09-22T04:58:47","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=55741"},"modified":"2026-09-22T11:58:47","modified_gmt":"2026-09-22T04:58:47","slug":"bitcoin-bangkit-lagi-btc-tembus-us81-000-level-ini-jadi-penentu-berikutnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/22\/bitcoin-bangkit-lagi-btc-tembus-us81-000-level-ini-jadi-penentu-berikutnya\/","title":{"rendered":"Bitcoin Bangkit Lagi! BTC Tembus US$81.000, Level Ini Jadi Penentu Berikutnya"},"content":{"rendered":"<div class=\"article-container css-1i68010\">\n<div class=\"css-1yvie82\">\n<p>Bitcoin (BTC) kembali bergerak ke area US$80.000\u2013US$81.000 setelah sempat terkoreksi hingga di bawah US$76.000 pada pertengahan pekan. Pemulihan ini terjadi setelah pasar menghadapi dua sentimen besar dari Amerika Serikat, yakni kenaikan suku bunga The Fed dan kegagalan proses legislasi CLARITY Act di Senat AS.<\/p>\n<p>The Fed pada 16 September menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%\u20134,00%. Keputusan tersebut merupakan kenaikan suku bunga pertama The Fed sejak 2023. Dalam proyeksi terbarunya, pejabat The Fed juga masih melihat kemungkinan adanya satu kenaikan tambahan pada 2026.<\/p>\n<p>Sehari sebelumnya, proses legislasi CLARITY Act gagal melewati ambang suara yang dibutuhkan di Senat AS. Pemungutan suara prosedural tersebut berakhir dengan hasil 49\u201350, sehingga rancangan regulasi aset digital tersebut belum dapat melanjutkan proses legislasi sesuai tahapan yang diharapkan.<\/p>\n<p>Dua perkembangan tersebut sempat meningkatkan volatilitas pasar. <a href=\"https:\/\/floq.co.id\/pasar\/btcidr\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bitcoin<\/a> turun hingga sekitar US$75.000\u2013US$76.000 setelah menghadapi tekanan jual, sebelum kemudian kembali menguat.<\/p>\n<h3>Bitcoin Kembali di Atas US$80 Ribu<\/h3>\n<p>Pergerakan Bitcoin menuju area US$81.000 menunjukkan adanya pemulihan permintaan setelah koreksi tajam. Namun, kenaikan tersebut belum serta-merta menghilangkan risiko volatilitas karena pasar masih harus mencerna prospek kebijakan moneter AS dan perkembangan regulasi aset digital.<\/p>\n<p><b>CEO dan Founder FLOQ,\u00a0Yudhono Rawis,<\/b> mengatakan bahwa pemulihan Bitcoin perlu dilihat dalam konteks pasar yang masih menghadapi tekanan makroekonomi.<\/p>\n<p>\u201cBitcoin berhasil kembali ke area US$80.000 setelah sempat terkoreksi di bawah US$76.000. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual yang muncul setelah keputusan Fed dan perkembangan regulasi AS mulai diimbangi oleh permintaan baru di pasar.<\/p>\n<p>Namun, rebound ini belum berarti volatilitas selesai. Pasar masih akan menguji apakah Bitcoin mampu mempertahankan level US$80.000 dan melanjutkan kenaikan ke resistance berikutnya,\u201d ujar Yudho.<\/p>\n<p>Menurut Yudho, pergerakan Bitcoin pada pekan ini juga menunjukkan bahwa respons pasar kripto terhadap sentimen makro tidak selalu berlangsung dalam satu arah.<\/p>\n<p>\u201cPasar kripto mulai menunjukkan respons yang lebih selektif. Kenaikan suku bunga biasanya menjadi tekanan bagi aset berisiko, tetapi setelah koreksi awal, Bitcoin justru kembali mendapatkan momentum. Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat satu berita atau satu hari pergerakan harga, tetapi perlu melihat bagaimana harga bereaksi setelah pasar mencerna informasi tersebut,\u201d katanya.<\/p>\n<h3>Tekanan Global Masih Terasa di Pasar Indonesia<\/h3>\n<p>Di Indonesia, tekanan dari kondisi global juga masih tercermin pada sejumlah indikator pasar. Berdasarkan data hingga 19 September, rupiah berada di sekitar\u00a0Rp17.699 per dolar AS, melemah 1,11% secara mingguan.<\/p>\n<p>Sementara itu, data internal <a href=\"https:\/\/floq.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">FLOQ<\/a> melihat IHSG berada di level 6.461,15, turun dari 6.552,79 pada pekan sebelumnya. Bank Indonesia juga masih mempertahankan\u00a0BI Rate di level 5,75%.<\/p>\n<p>Perbedaan pergerakan antar-aset tersebut menunjukkan bahwa penguatan dolar AS dan kondisi moneter global masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor. Di sisi lain, rebound Bitcoin memperlihatkan bahwa pasar aset kripto mulai merespons faktor spesifik pasar secara lebih selektif.<\/p>\n<p>\u201cKalau kita lihat secara bersamaan, Rupiah dan pasar saham masih menghadapi tekanan dari kondisi eksternal, sementara Bitcoin sudah mencoba melakukan recovery. Ini bukan berarti Bitcoin sudah sepenuhnya lepas dari tekanan global, tetapi menunjukkan bahwa karakter pergerakannya bisa berbeda dengan aset lainnya,\u201d jelas Yudho.<\/p>\n<h3>Level US$80 Ribu Jadi Perhatian<\/h3>\n<p>Memasuki pekan berikutnya, area\u00a0US$80.000\u00a0menjadi salah satu level psikologis yang perlu diperhatikan untuk melihat apakah kebangkitan Bitcoin dapat bertahan. Sementara itu, area sekitar\u00a0US$82.000\u00a0menjadi resistance jangka pendek yang dapat menjadi perhatian trader.<\/p>\n<p>Di sisi bawah, area\u00a0US$75.000\u2013US$76.000\u00a0tetap relevan sebagai zona koreksi yang terbentuk pada pertengahan pekan.<\/p>\n<p>Yudho mengingatkan bahwa perbedaan horizon investasi perlu menjadi pertimbangan ketika membaca pergerakan Bitcoin.<\/p>\n<p>\u201cUntuk <i>trader<\/i>, area US$80.000 menjadi level penting untuk melihat kekuatan momentum, sementara US$82.000 dapat menjadi area resistance jangka pendek. Di sisi lain, area US$75.000\u2013US$76.000 masih perlu diperhatikan jika terjadi koreksi lanjutan. Dengan volatilitas yang masih tinggi, untuk <a href=\"https:\/\/floq.co.id\/academy\/mulai-dari-sini\/apa-itu-trading\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">trading<\/a> perlu menyiapkan skenario dua arah, bukan hanya mengantisipasi harga naik atau turun,\u201d ujar Yudho.<\/p>\n<p>Bagi investor jangka panjang, menurut Yudho, pergerakan harga dalam beberapa hari tidak selalu mengubah tesis investasi secara keseluruhan.<\/p>\n<p>\u201cInvestor jangka panjang dapat melihat faktor yang lebih luas seperti likuiditas global, arus institusional, perkembangan regulasi, serta tren adopsi <a href=\"https:\/\/floq.co.id\/pasar\/btcidr\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Bitcoin<\/a>. Pergerakan harga jangka pendek penting untuk dipantau, tetapi tidak selalu menjadi penentu utama untuk tesis investasi jangka panjang,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Kembalinya Bitcoin ke area US$81.000 menjadi perkembangan penting setelah koreksi tajam pekan ini. Namun, kemampuan BTC mempertahankan level US$80.000 dan menghadapi resistance berikutnya akan menjadi perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<h3 class=\"css-1fe22q1\">Tentang FLOQ<\/h3>\n<div class=\"css-1d2nd6l\">FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.<\/div>\n<div class=\"css-1d2nd6l\">FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.<\/div>\n<div class=\"css-1d2nd6l\">Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.<\/div>\n<\/div>\n<div><strong>Press Release ini juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/753fa164-12ca-4935-92d6-a212d0c61cb1\/fddaa8cf-ea32-4066-ae62-4fe617e835f7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VRITIMES.<\/a><\/strong><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bitcoin (BTC) kembali bergerak ke area US$80.000\u2013US$81.000 setelah sempat terkoreksi hingga di bawah US$76.000 pada pertengahan pekan. Pemulihan ini terjadi setelah pasar menghadapi dua sentimen besar dari Amerika Serikat, yakni kenaikan suku bunga The Fed dan kegagalan proses legislasi CLARITY Act di Senat AS. The Fed pada 16 September menaikkan suku bunga acuan sebesar 25<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":55742,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-55741","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55741"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55741\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":55745,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55741\/revisions\/55745"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55742"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}