{"id":57176,"date":"2026-09-24T13:09:53","date_gmt":"2026-09-24T06:09:53","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=57176"},"modified":"2026-09-24T13:09:53","modified_gmt":"2026-09-24T06:09:53","slug":"pt-gut-pertegas-komitmen-epc-hijau-garap-tiga-proyek-geothermal-sekaligus","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/24\/pt-gut-pertegas-komitmen-epc-hijau-garap-tiga-proyek-geothermal-sekaligus\/","title":{"rendered":"PT GUT Pertegas Komitmen EPC Hijau, Garap Tiga Proyek Geothermal Sekaligus"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: right\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-57177\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331-300x300.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331-1024x1024.jpg 1024w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331-150x150.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331-768x768.jpg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331-1536x1536.jpg 1536w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331-450x450.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331-1200x1200.jpg 1200w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG-20260924-WA00331.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Serpong ICE-BSD, Analisnews.co.id,<br \/>\nDipercaya Mengeksekusi Tiga Proyek Panas Bumi Secara Simultan, PT GUT Pertegas Komitmen EPC Hijau dalam Mendukung Target Net Zero Emission Pemerintah<\/p>\n<p>JAKARTA, 24 September 2026 \u2013 Menutup rangkaian pameran dan konferensi ketenagalistrikan terbesar di Asia Tenggara, Electricity Connect 2026 (Enlit Asia) di ICE BSD City, Tangerang, PT Graha Usaha Teknik (PT GUT) menegaskan visi masa depannya melalui pameran kapabilitas komprehensif di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT).<\/p>\n<p>Keikutsertaan PT GUT hingga hari terakhir ajang tersebut mempertegas peran aktif perusahaan sebagai pemain industri lokal yang adaptif dalam membangun infrastruktur energi bersih yang ramah lingkungan, sekaligus memiliki keandalan pasokan daya.<\/p>\n<p>Langkah strategis PT GUT dalam memperluas lini bisnis EPC hijau ini merupakan wujud dukungan terhadap komitmen jangka panjang Presiden Republik Indonesia dan Kementerian ESDM dalam mempercepat peningkatan bauran energi nasional.<\/p>\n<p>Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang berorientasi hijau, pemerintah mendorong transisi dari energi fosil menuju pemanfaatan potensi energi domestik, khususnya panas bumi (geothermal) dan tenaga surya.<\/p>\n<p>Penyediaan infrastruktur interkoneksi dan pembangkit energi bersih menjadi salah satu pilar penting dalam upaya mewujudkan dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan menuju target Net Zero Emission.<\/p>\n<p>Dipercaya Kerjakan Tiga Proyek Panas Bumi Secara Simultan<\/p>\n<p>Sebagai bukti kontribusi terhadap transisi energi nasional, PT GUT saat ini dipercaya mengeksekusi tiga pekerjaan pembangkit energi bersih berbasis panas bumi (geothermal) di tiga lokasi berbeda secara simultan, yakni proyek Geothermal Salak 7, Patuha 2, dan Dieng 2.<\/p>\n<p>Kompetensi di sektor energi hijau tersebut melengkapi portofolio sukses perusahaan sebelumnya, termasuk pelaksanaan EPCC Turn Key Project 150 kV Transmission Line East Bali Solar Power Plant 25 MWp (Medco) serta pengerjaan konstruksi 15 kV Isolated Phase Busduct di Ulubelu Geothermal Power Plant.<\/p>\n<p>Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional PT Graha Usaha Teknik, Kuswanto Rahayu (Dade), menggarisbawahi kesiapan operasional perusahaan dalam menyongsong era energi bersih.<\/p>\n<p>\u201cTransisi menuju Energi Baru Terbarukan tidak hanya menuntut visi lingkungan, tetapi juga kesiapan operasional di lapangan dengan kompleksitas teknis yang lebih tinggi. PT GUT siap mengawal seluruh kebijakan strategis dari Presiden serta Kementerian ESDM. Kami memastikan bahwa setiap proyek EBT yang kami tangani dieksekusi dengan standar rekayasa terbaik demi menjamin pasokan daya hijau yang stabil bagi industri dan masyarakat.\u201d<\/p>\n<p>Perluas Peluang Kemitraan Strategis<\/p>\n<p>Potensi pasar yang terbuka melalui kebijakan dekarbonisasi nasional menuntut keaktifan sektor swasta lokal dalam menangkap peluang investasi hijau tersebut.<\/p>\n<p>Direktur Marketing PT Graha Usaha Teknik, Agung Sutiastoro, menyampaikan proyeksi ekspansi pasar EBT perusahaan.<\/p>\n<p>\u201cEkspansi jaringan transmisi masif dan proyek energi bersih telah membuka ruang pasar ketenagalistrikan yang sangat luas di Indonesia. Kehadiran aktif PT GUT di Electricity Connect 2026 dirancang khusus untuk menangkap peluang kemitraan strategis tersebut. Dengan kapabilitas ekosistem solusi dari hulu ke hilir, kami siap mendukung kementerian mempercepat elektrifikasi industri strategis berbasis energi bersih di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.\u201d<\/p>\n<p>Di sisi keteknikan, integrasi energi terbarukan yang bersifat fluktuatif ke dalam jaringan transmisi nasional memerlukan keahlian rancang bangun (engineering) yang matang.<\/p>\n<p>Direktur Teknis PT Graha Usaha Teknik, Abdul Hamid, menyampaikan optimisme atas penguasaan teknologi dan kompetensi tim insinyur lokal.<\/p>\n<p>\u201cModernisasi jaringan untuk mengakomodasi energi bersih seperti tenaga surya dan panas bumi membutuhkan kompetensi teknik tingkat tinggi. Kami bangga menegaskan bahwa para insinyur lokal kami di PT GUT telah memiliki keahlian yang sangat matang. Berbekal rekam jejak lebih dari dua dekade, talenta lokal kami mampu menangani seluruh fase rancang bangun hingga komisioning megaproyek kelistrikan hijau secara mandiri, aman, dan kokoh.\u201d<\/p>\n<p>Perkuat Tata Kelola Keuangan Proyek Hijau<\/p>\n<p>Investasi pada infrastruktur EBT dikenal padat modal. Oleh karena itu, akuntabilitas tata kelola keuangan menjadi salah satu tolok ukur penting dalam membangun kepercayaan investor global.<\/p>\n<p>Direktur Keuangan PT Graha Usaha Teknik, Ambarlin Widanarti, memaparkan komitmen perusahaan dalam pengelolaan modal proyek hijau.<\/p>\n<p>\u201cInfrastruktur kelistrikan yang kuat dan bersih adalah prasyarat utama untuk menarik investasi global secara berkelanjutan ke Indonesia. Dari sisi finansial, PT GUT berkomitmen penuh menjaga struktur modal yang sehat serta kapasitas pendanaan yang kuat. Hal ini menjadi jaminan bahwa seluruh proyek penugasan kelistrikan hijau dari klien dapat diselesaikan secara tepat waktu, transparan, dan akuntabel guna menjaga stabilitas makroekonomi jangka panjang.\u201d<\/p>\n<p>Dengan berakhirnya ajang Electricity Connect 2026, PT Graha Usaha Teknik berkomitmen untuk terus mempererat sinergi bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), jajaran regulator, serta mitra internasional demi membangun masa depan listrik Indonesia yang andal, hijau, dan merata.<\/p>\n<p>Tentang PT Graha Usaha Teknik (PT GUT)<\/p>\n<p>PT Graha Usaha Teknik merupakan perusahaan swasta nasional yang menyediakan layanan profesional di bidang Manajemen Proyek, Engineering, Procurement, Construction (EPC), dan Pemeliharaan (Maintenance) untuk sektor Industri, Infrastruktur, dan Energi.<\/p>\n<p>Berdiri sejak 2005, PT GUT memiliki kompetensi inti di bidang Elektrikal, Instrumentasi, Mekanikal, dan Sipil, dengan rekam jejak panjang serta sertifikasi manajemen mutu internasional ISO 9001:2015, ISO 45001:2018, dan ISO 37001:2016.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serpong ICE-BSD, Analisnews.co.id, Dipercaya Mengeksekusi Tiga Proyek Panas Bumi Secara Simultan, PT GUT Pertegas Komitmen EPC Hijau dalam Mendukung Target Net Zero Emission Pemerintah JAKARTA, 24 September 2026 \u2013 Menutup rangkaian pameran dan konferensi ketenagalistrikan terbesar di Asia Tenggara, Electricity Connect 2026 (Enlit Asia) di ICE BSD City, Tangerang, PT Graha Usaha Teknik (PT GUT)<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-57176","post","type-post","status-publish","format-standard","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57176","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57176"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57176\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57179,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57176\/revisions\/57179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57176"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57176"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57176"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}