{"id":57674,"date":"2026-09-25T12:28:10","date_gmt":"2026-09-25T05:28:10","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=57674"},"modified":"2026-09-25T12:28:10","modified_gmt":"2026-09-25T05:28:10","slug":"refleksi-tatler-front-female-summit-2026-dwi-andi-rohmatika-trainer-founder-sanggabiz-tegaskan-kemandirian-finansial-adalah-kendali-penuh-atas-sistem-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/25\/refleksi-tatler-front-female-summit-2026-dwi-andi-rohmatika-trainer-founder-sanggabiz-tegaskan-kemandirian-finansial-adalah-kendali-penuh-atas-sistem-bisnis\/","title":{"rendered":"Refleksi Tatler Front &amp; Female Summit 2026: Dwi Andi Rohmatika (Trainer &amp; Founder Sanggabiz) Tegaskan Kemandirian Finansial adalah Kendali Penuh atas Sistem Bisnis"},"content":{"rendered":"<p>Menghadiri ajang Tatler Front &amp; Female Summit 2026 pada sesi \u201cWealth, Influence &amp; Financial Independence\u201d, Dwi Andi Rohmatika kerap di sapa DA menyoroti bahwa kemandirian finansial bagi seorang founder bukan sekadar tentang besaran omzet, melainkan kendali atas keputusan, aset, dan data. Melalui ekosistem kerja AI-powered dan nilai kepemimpinan inklusif yang kuat, Sanggabiz hadir membantu para founder membangun sistem bisnis yang sehat, terotomatisasi, dan tidak bergantung pada satu orang saja.<\/p>\n<p><strong>Jakarta, 18 September 2026 <\/strong>\u2014 Makna kemandirian finansial sering kali hanya diukur dari angka dan seberapa banyak pendapatan yang dihasilkan. Namun, bagi DA <em>Traine<\/em>r sekaligus <em>Founder<\/em> Sanggabiz, kemandirian memiliki dimensi yang jauh lebih esensial, terutama bagi para pemimpin bisnis perempuan. Hal ini disampaikannya sebagai refleksi usai menghadiri sesi \u201c<em>Wealth, Influence &amp; Financial Independence<\/em>\u201d di ajang Tatler Front &amp; Female Summit 2026 pada Jumat, 18 September 2026.<\/p>\n<p>Menurut DA, bisnis dengan omzet besar belum tentu memberikan kebebasan jika seluruh informasi, keputusan, dan operasionalnya masih bergantung sepenuhnya pada sang <em>founder<\/em>.<\/p>\n<p>&#8220;Bagi seorang <em>founder<\/em>, kemandirian juga berarti memiliki kendali penuh atas keputusan, aset, data, dan arah yang ingin kita tuju. Bisnis yang sehat seharusnya memberikan kita lebih banyak pilihan, bukan justru menciptakan lebih banyak keterikatan yang membelenggu,&#8221; ungkap DA.<\/p>\n<p>Visi mengenai kemandirian dan kebebasan mengendalikan arah bisnis inilah yang terus diwujudkan oleh DA melalui Sanggabiz. Sanggabiz menyadari bahwa membangun bisnis tidak cukup hanya dengan mengejar pertumbuhan omzet, tetapi juga memerlukan sistem yang jelas, data yang bisa dipercaya, dan tim yang mampu mengambil peran strategis.<\/p>\n<p>Untuk merealisasikan hal tersebut, Sanggabiz mengimplementasikan <em>RAPI Method <\/em>yang telah <em>di-infused <\/em>dengan kapabilitas <em>AI-powered system<\/em> ke dalam <em>workflow<\/em> utama perusahaan. Dengan ekosistem yang terintegrasi AI ini, operasional bisnis berjalan jauh lebih efisien, transparan, dan terotomatisasi. Sejalan dengan prinsip operasional bahwa &#8220;Sanggabiz bantu kamu beresin itu&#8221;, sistem ini memastikan setiap founder tidak lagi terjebak pada urusan administratif yang kaku, melainkan bisa fokus memegang kendali strategis.&#8221;<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar inovasi teknologi, Sanggabiz memastikan bahwa akses terhadap kemandirian dan pertumbuhan ini bersifat inklusif dan merata.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ada perempuan yang boleh kehilangan kesempatan hanya karena ia berasal dari pedesaan, seorang janda, seorang ibu, atau dipandang sebelah mata di ruangan yang didominasi laki-laki,&#8221; tegas DA, menyuarakan komitmen pemberdayaan yang relevan untuk diterima dan diterapkan oleh khalayak luas.<\/p>\n<p>Pernyataan ini dibuktikan langsung melalui struktur internal Sanggabiz yang konsisten mempertahankan kepemimpinan inklusif: sekitar 65\u201380% tim dan jajaran kepemimpinan diisi oleh perempuan, serta sekitar 10% tim berasal dari komunitas disabilitas. Dengan fondasi tim yang kuat dan sistem yang terotomatisasi, Sanggabiz berkomitmen membantu lebih banyak bisnis untuk tidak hanya bertumbuh, tetapi juga menjadi lebih tertata, terkendali, dan berkelanjutan.<\/p>\n<h3>Tentang Sanggabiz<\/h3>\n<p>Sanggabiz adalah perusahaan pengembangan kapasitas dan konsultan bisnis berbasis teknologi yang inklusif dan women-led, berpusat di Yogyakarta. Didirikan oleh Dwi Andi Rohmatika (DA), Sanggabiz memadukan R.E.A.L\u2122 Framework, RAPI Method, dan workflow operasional yang di-infused dengan kapabilitas AI. Bersama tim inklusifnya dengan mayoritas pemimpin perempuan dan dukungan representasi dari komunitas disabilitas Sanggabiz telah sukses mendampingi lebih dari 400 organisasi mitra. Dengan prinsip kuat bahwa &#8220;Sanggabiz bantu kamu beresin itu&#8221;, perusahaan memastikan setiap hambatan eksekusi mitra dapat terurai menjadi sistem yang memberi kendali penuh bagi para founder.<\/p>\n<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/af25e680-911a-11ef-b5c2-0a58a9feac02\/8a15a44b-0787-4171-b3aa-eb83d921da00\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">VRITIMES<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menghadiri ajang Tatler Front &amp; Female Summit 2026 pada sesi \u201cWealth, Influence &amp; Financial Independence\u201d, Dwi Andi Rohmatika kerap di sapa DA menyoroti bahwa kemandirian finansial bagi seorang founder bukan sekadar tentang besaran omzet, melainkan kendali atas keputusan, aset, dan data. Melalui ekosistem kerja AI-powered dan nilai kepemimpinan inklusif yang kuat, Sanggabiz hadir membantu para<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":57675,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-57674","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-4"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57674","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57674"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57674\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57676,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57674\/revisions\/57676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}