{"id":59412,"date":"2026-09-28T07:36:33","date_gmt":"2026-09-28T00:36:33","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=59412"},"modified":"2026-09-28T07:36:33","modified_gmt":"2026-09-28T00:36:33","slug":"wawancara-dengan-pas-fm-revcomm-indonesia-ungkap-cara-ai-ubah-percakapan-jadi-insight-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/09\/28\/wawancara-dengan-pas-fm-revcomm-indonesia-ungkap-cara-ai-ubah-percakapan-jadi-insight-bisnis\/","title":{"rendered":"Wawancara dengan PAS FM, RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis"},"content":{"rendered":"<div class=\"article-container css-1i68010\">\n<div class=\"css-1yvie82\">\n<p><b>Jakarta, 22 September 2026<\/b>\u00a0\u2014 RevComm Indonesia, perusahaan teknologi\u00a0<i>AI-powered conversation intelligence<\/i>\u00a0asal Jepang, hadir sebagai narasumber dalam program Business Update di\u00a0<a href=\"http:\/\/pasfm.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>PAS FM Jakarta 92.4<\/b>.\u00a0<\/a><\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Country Manager RevComm Indonesia,\u00a0<b>Hargunadi Soemantri<\/b>, membahas bagaimana teknologi AI dapat membantu perusahaan memahami komunikasi bisnis secara lebih mendalam dan mengubah percakapan menjadi sumber insight untuk meningkatkan performa tim bisnis.<\/p>\n<p>Wawancara yang dipandu oleh jurnalis PAS FM,\u00a0<b>Robert Saputra<\/b>, mengangkat berbagai tantangan dalam komunikasi bisnis, termasuk bagaimana perusahaan dapat memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik setiap percakapan antara tim dan pelanggan.<\/p>\n<h2>Membuka \u201cBlack Box\u201d dalam Komunikasi Bisnis<\/h2>\n<p>RevComm didirikan di Jepang pada tahun 2017 dan mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021. Produk unggulannya,\u00a0<a href=\"https:\/\/miitel.com\/id\/product\/miitel-phone\/?utm_source=VRITIMES&amp;utm_campaign=Wawancara+dengan+PAS+FM%2C+RevComm+Indonesia+Ungkap+Cara+AI+Ubah+Percakapan+Jadi+Insight+Bisnis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MiiTel,<\/a> menghadirkan solusi\u00a0<i>AI-powered conversation intelligence<\/i>\u00a0yang membantu perusahaan mentranskripsikan, merangkum, dan menganalisis percakapan bisnis.<\/p>\n<p>Dalam wawancara tersebut, Hargunadi menjelaskan bahwa komunikasi dengan pelanggan merupakan bagian penting dari aktivitas bisnis sehari-hari. Di dalam percakapan, terdapat berbagai informasi mengenai kebutuhan dan kekhawatiran pelanggan, alasan mereka tertarik atau tidak tertarik terhadap suatu produk, hingga bagaimana tim merespons setiap situasi.<\/p>\n<p>Namun, perusahaan sering kali hanya melihat hasil akhirnya, seperti jumlah\u00a0<i>leads<\/i>, tingkat konversi, atau performa penjualan. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai\u00a0<b>apa yang terjadi<\/b>, tetapi belum tentu menjelaskan\u00a0<b>mengapa hal tersebut terjadi<\/b>.<\/p>\n<p>Kesenjangan inilah yang disebut Hargunadi sebagai\u00a0<b>Black Box Problem<\/b>.<\/p>\n<p>\u201cPerusahaan bisa melihat hasil (dari komunikasi bisnis), tetapi belum tentu bisa melihat apa yang sebenarnya dibicarakan dan bagaimana komunikasi tersebut berlangsung. Inilah yang kami sebut sebagai Black Box Problem,\u201d\u00a0jelas\u00a0Hargunadi Soemantri, Country Manager RevComm Indonesia<\/p>\n<p>Melalui MiiTel, percakapan telepon dan meeting dapat diubah menjadi data yang dapat ditranskripsikan, dirangkum, dan dianalisis. Dengan demikian, perusahaan dapat memahami tidak hanya\u00a0<b>apa yang dibicarakan<\/b>, tetapi juga\u00a0<b>bagaimana percakapan tersebut dilakukan.<\/b><\/p>\n<p>Dari insight tersebut, perusahaan dapat melihat pola komunikasi, menemukan hal-hal yang sudah berjalan dengan baik, serta mengidentifikasi area yang masih dapat ditingkatkan.<\/p>\n<p>Secara sederhana, MiiTel membantu perusahaan tidak hanya\u00a0<i>having conversations<\/i>, tetapi juga\u00a0<i>learning from conversations.<\/i><\/p>\n<h2>Memahami Apa yang Ada di Balik Performa Sales<\/h2>\n<p>Salah satu use case MiiTel yang dibahas dalam wawancara adalah pemanfaatannya untuk\u00a0tim Sales.<\/p>\n<p>Dalam proses penjualan, berbagai hal penting terjadi melalui percakapan. Kebutuhan pelanggan digali,\u00a0<i>concern<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>objection<\/i>\u00a0muncul, nilai produk disampaikan, hingga pelanggan akhirnya mengambil keputusan.<\/p>\n<p>Perusahaan mungkin mengetahui bahwa seorang Sales konsisten menghasilkan\u00a0<i>closing<\/i>, sementara Sales lainnya masih mengalami kesulitan. Namun, jika hanya melihat angka di CRM, perusahaan belum tentu mengetahui apa yang membedakan cara kedua sales tersebut berkomunikasi dengan pelanggan.<\/p>\n<p>Hargunadi memberikan ilustrasi ketika dua Sales memiliki pengalaman dan pelatihan yang relatif sama, menjual produk yang sama, tetapi menghasilkan performa yang berbeda. Pertanyaan berikutnya adalah:\u00a0<b><i>what\u2019s happening in their conversation?<\/i><\/b><\/p>\n<p>Dengan MiiTel, perusahaan dapat menganalisis percakapan untuk melihat berbagai pola komunikasi, seperti seberapa banyak Sales mendengarkan pelanggan, kecepatan berbicara, bagaimana kebutuhan pelanggan digali, hingga bagaimana\u00a0<i>objection<\/i>\u00a0ditangani.<\/p>\n<p>Insight tersebut dapat memberikan manajer bahan yang lebih konkret untuk melakukan\u00a0<b>coaching<\/b>. Alih-alih hanya mengandalkan observasi atau\u00a0<i>feeling<\/i>, manajer dapat melihat pola komunikasi yang benar-benar terjadi dalam percakapan.<\/p>\n<p>Perusahaan juga dapat mempelajari pola komunikasi dari Sales yang memiliki performa baik. Cara mereka membuka percakapan, menggali kebutuhan, maupun menyampaikan\u00a0<i>value<\/i>\u00a0dapat menjadi bahan pembelajaran dan coaching bagi anggota tim lainnya.<\/p>\n<p>\u201cConversation tidak berhenti sebagai aktivitas antara Sales dan customer. Conversation bisa menjadi sumber pembelajaran untuk membantu perusahaan mengembangkan tim dan proses Sales secara berkelanjutan,\u201d\u00a0tambah\u00a0Hargunadi.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana\u00a0<i>conversation intelligence<\/i>\u00a0dapat membantu perusahaan memahami apa yang ada di balik performa, sekaligus menyediakan dasar yang lebih konkret untuk melakukan perbaikan pada proses Sales.<\/p>\n<h2>Terintegrasi dengan Workflow Bisnis<\/h2>\n<p>Selain menganalisis percakapan, MiiTel juga dapat terintegrasi dengan sistem bisnis yang telah digunakan perusahaan, termasuk platform CRM seperti\u00a0<b>Salesforce<\/b>\u00a0dan\u00a0<b>Zoho<\/b>.<\/p>\n<p>Integrasi tersebut membantu perusahaan menyelaraskan aktivitas komunikasi dengan workflow bisnis sehari-hari, sehingga data dan insight dari percakapan dapat lebih mudah dimanfaatkan dalam proses kerja yang sudah berjalan.<\/p>\n<p>Dengan pendekatan ini, percakapan tidak berdiri sendiri sebagai aktivitas antara Sales dan pelanggan, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem data perusahaan.<\/p>\n<h2>Indonesia sebagai Fokus Pengembangan RevComm<\/h2>\n<p>RevComm mulai beroperasi di Indonesia pada tahun 2021 sebagai bagian dari ekspansi perusahaan di luar Jepang. Sejak saat itu, RevComm Indonesia terus mengembangkan tim dan ekosistem lokal untuk mendukung kebutuhan perusahaan di Indonesia.<\/p>\n<p>RevComm Indonesia memiliki kantor di\u00a0<b>Summitmas 1, Sudirman, Jakarta<\/b>, serta membangun kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung pengembangan bisnis dan implementasi solusi komunikasi berbasis AI di Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam pengembangan pasar tersebut, Hargunadi menekankan pentingnya membangun kepercayaan, baik dari sisi produk maupun hubungan dengan pelanggan.<\/p>\n<p>\u201cDi saat kita masuk ke sebuah industri, yang perlu dibangun itu adalah trust dari sisi produk dan customer,\u201d\u00a0kata\u00a0Hargunadi.<\/p>\n<p>Sejalan dengan pengembangan ekosistem teknologi komunikasi bisnis berbasis AI, RevComm Indonesia juga membuka peluang kemitraan bagi perusahaan maupun individu yang ingin turut memperluas pemanfaatan MiiTel di Indonesia.<\/p>\n<p>Informasi mengenai MiiTel, program\u00a0<i>free demo<\/i>, dan peluang kemitraan dapat diakses melalui <a href=\"https:\/\/miitel.com\/id\/product\/miitel-phone\/?utm_source=VRITIMES&amp;utm_campaign=Wawancara+dengan+PAS+FM%2C+RevComm+Indonesia+Ungkap+Cara+AI+Ubah+Percakapan+Jadi+Insight+Bisnis\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">miitel.id<\/a><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<h3 class=\"css-1fe22q1\">Tentang RevComm<\/h3>\n<div class=\"css-1d2nd6l\">Berangkat dari visi &#8220;Reinventing communication to create a society where people think of others,&#8221; RevComm adalah perusahaan yang mengoptimalkan teknologi Voice dan AI untuk mengatasi masalah komunikasi dalam bisnis. Melalui produk seperti &#8220;MiiTel Phone&#8221; untuk analisis percakapan telepon, &#8220;MiiTel Call Center&#8221; untuk analisis percakapan call center, &#8220;MiiTel Meetings&#8221; untuk analisis rapat online, dan &#8220;MiiTel RecPod&#8221; untuk analisis percakapan tatap muka, kami mewujudkan big data dari setiap komunikasi suara di berbagai titik interaksi. RevComm menjadi satu-satunya perusahaan Asia yang terpilih dalam daftar &#8220;Forbes AI 50 2023&#8221; di Amerika Serikat, meraih AI Innovation Award pada CES\u00ae 2025, serta meraih Minister of Internal Affairs and Communications Award pada Japan Startup Award 2025.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><strong>Press release ini juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/34031305-aea2-11ed-8d1a-0a58a9feac02\/a383cb06-ecf5-4892-a936-d69b93859df7\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VRITIMES.<\/a> <\/strong><\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 22 September 2026\u00a0\u2014 RevComm Indonesia, perusahaan teknologi\u00a0AI-powered conversation intelligence\u00a0asal Jepang, hadir sebagai narasumber dalam program Business Update di\u00a0PAS FM Jakarta 92.4.\u00a0 Dalam kesempatan tersebut, Country Manager RevComm Indonesia,\u00a0Hargunadi Soemantri, membahas bagaimana teknologi AI dapat membantu perusahaan memahami komunikasi bisnis secara lebih mendalam dan mengubah percakapan menjadi sumber insight untuk meningkatkan performa tim bisnis. Wawancara<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":59413,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-59412","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59414,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59412\/revisions\/59414"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/59413"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}