{"id":65010,"date":"2026-10-07T12:00:50","date_gmt":"2026-10-07T05:00:50","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=65010"},"modified":"2026-10-07T12:00:50","modified_gmt":"2026-10-07T05:00:50","slug":"blok-m-jadi-percontohan-tod-jakarta-ruang-publik-diperluas-hingga-lima-kali-lipat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/07\/blok-m-jadi-percontohan-tod-jakarta-ruang-publik-diperluas-hingga-lima-kali-lipat\/","title":{"rendered":"Blok M Jadi Percontohan TOD Jakarta, Ruang Publik Diperluas hingga Lima Kali Lipat"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | JAKARTA \u2014 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Blok M, Jakarta Selatan, sebagai model pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan transportasi publik, ruang publik, kawasan komersial, dan kehidupan perkotaan.<\/p>\n<p>Konsep transformasi tersebut ditandai dengan peluncuran desain Blok M Fase Ultimate oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Blok M Hub, Selasa (6\/10\/2026).<\/p>\n<p>Pramono mengatakan, pengembangan Blok M tidak semata-mata menghadirkan kawasan yang lebih modern dan tertata. Transformasi tersebut, menurut dia, harus tetap mempertahankan karakter Blok M sebagai ruang bertemunya masyarakat, khususnya generasi muda.<\/p>\n<p>\u201cWalaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, dan lebih tertata, saya berharap Blok M tidak kehilangan ruh utamanya,\u201d ujar Pramono.<\/p>\n<p>Selama ini, Blok M dikenal sebagai kawasan yang mempertemukan kuliner, hiburan, perdagangan, kreativitas, hingga gaya hidup dengan akses transportasi publik yang relatif mudah.<\/p>\n<p>Pramono menyebut karakter tersebut menjadi kekuatan yang membuat Blok M tetap memiliki daya tarik bagi warga Jakarta maupun pendatang.<\/p>\n<p>\u201cOrang dari mana saja ketika datang ke Jakarta, terutama anak-anak muda, mereka selalu menyempatkan diri datang ke Blok M, mencari makanan yang baru, sesuatu yang viral, membeli sesuatu yang terjangkau. Itulah yang menjadi kekuatan Blok M,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ruang Publik Diperbesar<\/p>\n<p>Dalam desain Fase Ultimate, luas ruang yang dapat dimanfaatkan ditargetkan meningkat sekitar 10 kali lipat, sementara ruang publik akan diperluas hingga sekitar lima kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.<\/p>\n<p>Transformasi Blok M juga ditempatkan sebagai bagian dari penguatan konektivitas transportasi Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI menargetkan pada 2029 sejumlah jaringan dan fasilitas transportasi semakin terintegrasi, mulai dari MRT Utara-Selatan, LRT Kelapa Gading-Dukuh Atas, pedestrian deck Dukuh Atas, extended concourse Bundaran HI, hingga pembenahan Taman Semanggi.<\/p>\n<p>Pramono berharap pendekatan serupa nantinya dapat diterapkan di kawasan strategis lain.<\/p>\n<p>Ia menyebut Pasar Baru, Glodok Pecinan, hingga Kota Tua sebagai bagian dari gambaran pengembangan kawasan yang dapat memperkuat identitas Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cSaya membayangkan Pasar Baru menjadi Myeong-dong-nya Jakarta. Kemudian kita jalan sedikit sampai dengan Glodok Pecinan, wajahnya juga kita lakukan perbaikan, dan ujungnya terakhir di Kota Tua,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Blok M Tak Boleh Berhenti Bernapas<\/p>\n<p>Di tengah rencana transformasi besar tersebut, keberlangsungan aktivitas ekonomi menjadi perhatian utama. Pramono menegaskan Blok M tidak boleh kehilangan aktivitas selama proses pembangunan berlangsung.<\/p>\n<p>\u201cBlok M enggak boleh berhenti. Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia meminta PT MRT Jakarta bersama pengembang memastikan pelaku usaha dan masyarakat tetap dapat beraktivitas selama masa transisi.<\/p>\n<p>Menurut Pramono, wajah baru Blok M harus tetap menjadi kawasan yang hidup, terbuka, terkoneksi, sekaligus memberi ruang bagi perkembangan kreativitas generasi muda dan budaya perkotaan.<\/p>\n<p>\u201cTempat sesuatu yang bersifat live, tempat untuk bekerja yang tidak pernah putus, tempat yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang melihat kemajuan anak-anak muda, dan juga tradisi budaya yang baru,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>332 Tenant Tetap Beroperasi<\/p>\n<p>Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan saat ini terdapat 332 tenant yang beraktivitas di kawasan Blok M.<\/p>\n<p>Sebelum pembangunan dimulai, seluruh tenant akan menjalani proses transisi agar kegiatan usaha tidak terputus.<\/p>\n<p>\u201cPada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant itu kami lakukan transisi. Jadi tidak pernah lepas, tetap melakukan operasi,\u201d kata Tuhiyat.<\/p>\n<p>Ia juga memastikan layanan transportasi publik tetap berjalan selama proses pembangunan.<\/p>\n<p>\u201cPada saat pembangunan berlangsung, TransJakarta tetap berlangsung yang nanti kami akan cari jalan keluarnya bersama para OPD yang terkait dengan itu, terutama Dinas Perhubungan. Itu akan terus berlangsung,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dengan konsep tersebut, Blok M diarahkan bukan sekadar menjadi kawasan transit, tetapi ruang kota yang mempertemukan mobilitas, ekonomi, ruang publik, kreativitas, dan kehidupan warga dalam satu kawasan.(**)<\/p>\n<p>Red\/Phyd<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | JAKARTA \u2014 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Blok M, Jakarta Selatan, sebagai model pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang memadukan transportasi publik, ruang publik, kawasan komersial, dan kehidupan perkotaan. Konsep transformasi tersebut ditandai dengan peluncuran desain Blok M Fase Ultimate oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Blok M Hub, Selasa<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":65011,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[247],"tags":[118,330,199,250,852,544,1755,1756,1757],"class_list":["post-65010","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah","tag-jakarta","tag-jakartakotaglobal","tag-jakartamasadepan","tag-pramonoanung","tag-ruangpublik","tag-transportasipublik","tag-blokm","tag-mrtjakarta","tag-tod"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65010","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65010"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65010\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65013,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65010\/revisions\/65013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65011"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65010"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65010"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65010"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}