{"id":65225,"date":"2026-10-07T19:51:41","date_gmt":"2026-10-07T12:51:41","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=65225"},"modified":"2026-10-07T19:51:41","modified_gmt":"2026-10-07T12:51:41","slug":"lima-tahun-merger-pelindo-standardisasi-jadi-kunci-efisiensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/07\/lima-tahun-merger-pelindo-standardisasi-jadi-kunci-efisiensi\/","title":{"rendered":"Lima Tahun Merger Pelindo, Standardisasi Jadi Kunci Efisiensi"},"content":{"rendered":"<div class=\"css-13a4yla\">Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. Transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang di pelabuhan.<\/div>\n<div class=\"article-container css-1i68010\">\n<div class=\"css-1yvie82\">\n<p>\u00a0Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. PT Pelindo Terminal Petikemas menyebut transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang berada di pelabuhan.<\/p>\n<p>Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan transformasi sejak merger pada 2021 telah mendorong produktivitas terminal lebih dari 70 persen.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, produktivitas meningkat lebih dari 70 persen. Dengan meningkatnya produktivitas, dampaknya pelanggan mendapatkan value yang lebih baik. Port stay juga jauh berkurang sehingga mereka menjadi lebih efisien,\u201d kata Widyaswendra saat dihubungi Rabu (30\/9\/2026).<\/p>\n<p>Menurut dia, transformasi dilakukan melalui standardisasi, sistematisasi, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Dari 32 terminal yang dikelola, hampir seluruhnya mulai menunjukkan perbaikan.<\/p>\n<p>\u201cKarena merger sudah dilakukan sejak 2021, peningkatan kompetensi dan knowledge secara otomatis distandardisasi. Dari total 32 terminal, hampir semua perbaikannya sudah terlihat secara nyata,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Transformasi juga mencakup optimalisasi peralatan. Merger memungkinkan peralatan dari terminal yang memiliki kecukupan alat dialihkan ke terminal lain yang lebih membutuhkan.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa terminal sebelumnya punya masalah terkait alat. Dengan merger, ada terminal yang kami modernisasi. Alat yang ada sebelumnya bisa diberikan kepada terminal yang membutuhkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Langkah tersebut turut berdampak terhadap <i>port stay<\/i> dan <i>cargo stay<\/i>. \u201cDampaknya, <i>port stay<\/i> dan <i>cargo stay<\/i> menjadi lebih baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Peningkatan produktivitas juga membuka peluang kerja sama dan pengembangan rute baru. \u201cDari situ kami melihat banyak peluang, mulai dari pengembangan bisnis dengan kerja sama antarkorporasi sampai pembukaan rute-rute atau service baru. Banyak rute baru yang diperoleh karena produktivitas masing-masing terminal sudah tinggi,\u201d ujar Wendra.<\/p>\n<p>Wendra mengatakan transformasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem maritim sekaligus mendukung efisiensi biaya logistik nasional.<\/p>\n<p>\u201cPada akhirnya ketika terjadi peningkatan produktivitas dan kinerja operasional diharapkan juga memberikan dampak pada biaya operasional kapal. Fokus kami adalah bagaimana ekosistem maritim bisa berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik, sekaligus konektivitas yang semakin baik,\u201d katanya.<\/p>\n<p><b>INSA Dorong Perbaikan Berkelanjutan<\/b><\/p>\n<p>Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners&#8217; Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan perbaikan layanan Pelindo selama lima tahun merger telah dirasakan perusahaan pelayaran di berbagai wilayah.<\/p>\n<p>\u201cSejauh ini Pelindo selama lima tahun merger telah melakukan banyak improvement layanan secara terus-menerus dan sudah kami rasakan perbaikannya di semua area Pelindo,\u201d kata Carmelita saat dihubungi Rabu (30\/9\/2026).<\/p>\n<p>Menurut dia, pembenahan masih perlu dilanjutkan untuk menciptakan layanan yang semakin terintegrasi di seluruh Indonesia. \u201cSampai sekarang Pelindo terus berbenah mengembangkan layanannya untuk lebih terintegrasi di seluruh Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Carmelita mengatakan peningkatan kualitas layanan terminal penting bagi perusahaan pelayaran karena berkaitan langsung dengan produktivitas kapal. Layanan terminal tidak hanya menyangkut bongkar muat, tetapi juga efisiensi operasional dan waktu kapal berada di pelabuhan.<\/p>\n<p>\u201cHarapan kami agar perbaikan dan atau penggantian peralatan bongkar muat dapat segera dilakukan agar <i>port stay<\/i> lebih baik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menilai kesiapan peralatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas terminal dan mendukung kepastian jadwal pelayaran.<\/p>\n<p>\u201cYang kami harapkan tentu layanan semakin baik, semakin terintegrasi, dan bisa memberikan kepastian bagi pelaku usaha,\u201d kata Carmelita.<\/p>\n<p>INSA juga mendorong keberlanjutan standardisasi layanan di berbagai terminal. Menurut Carmelita, pola layanan yang semakin seragam dibutuhkan perusahaan pelayaran agar operasional kapal dapat direncanakan dengan lebih baik.<\/p>\n<p>\u201cBagi perusahaan pelayaran, kepastian layanan itu penting. Kami membutuhkan pelayanan yang bisa mendukung produktivitas dan kepastian operasional kapal,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Di sisi lain, tekanan biaya akibat pelemahan rupiah membuat efisiensi semakin penting bagi industri pelayaran. Biaya perawatan dan operasional kapal, termasuk suku cadang yang masih harus diimpor, turut terdampak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cPelemahan rupiah akan berdampak terhadap sejumlah biaya yang masih menggunakan dolar atau sangat dipengaruhi oleh nilai tukar,\u201d kata Carmelita.<\/p>\n<p>\u201cJadi bukan hanya biaya operasional sehari-hari, tetapi juga perencanaan investasi perusahaan ikut terdampak,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Carmelita, efisiensi tidak cukup hanya dilakukan pengusaha. Pemerintah juga perlu menjaga struktur biaya industri agar tetap kompetitif.<\/p>\n<p>\u201cEfisiensi dari sisi pengusaha saja tidak cukup. Pemerintah juga perlu membantu menjaga agar struktur biaya industri tetap kompetitif,\u201d katanya.<\/p>\n<p><b>\u00a0<\/b><\/p>\n<p><b>Layanan yang Konsisten<\/b><\/p>\n<p>Lima tahun setelah merger Pelindo, standardisasi layanan terminal petikemas dinilai menunjukkan perkembangan positif. Namun, penyamaan sistem dan proses bisnis belum sepenuhnya membuat kualitas layanan seluruh terminal Pelindo menjadi seragam.<\/p>\n<p>Pengamat <i>supply chain<\/i> dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Raja Oloan Saut Gurning, mengatakan merger Pelindo telah mendorong standardisasi pengelolaan terminal secara lebih terpusat. Hal itu terlihat dari penyelarasan proses bisnis, penggunaan Terminal Operating System (TOS), hingga indikator kinerja terminal.<\/p>\n<p>\u201cStandardisasi layanan petikemas Indonesia lima tahun terakhir berada pada jalur yang tepat. Arsitektur proses bisnis, sistem operasi atau TOS, dan indikator kinerja telah terstandarisasi secara terpusat,\u201d kata Saut.<\/p>\n<p>Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian penting dari pembenahan pengelolaan terminal setelah integrasi Pelindo. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan standardisasi tersebut menghasilkan kualitas layanan yang konsisten di lapangan.<\/p>\n<p>\u201cNamun, konsistensi layanan riil antarterminal belum sepenuhnya tercapai. Yang terjadi saat ini adalah segmented consistency, konsisten di dalam tier masing-masing, tetapi belum homogen secara nasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kondisi tersebut perlu dilihat dari karakteristik masing-masing terminal yang dikelola Pelindo. Tidak semua terminal memiliki kondisi geografis, peralatan, karakteristik kapal, dan dukungan hinterland yang sama.<\/p>\n<p>\u201cTerminal di wilayah sungai pasang-surut seperti Musi, Barito, atau Kapuas memiliki tidal window yang membatasi konsistensi kedatangan dan keberangkatan kapal. Ini berbeda dengan pelabuhan laut dalam,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Menurut Saut, kondisi geografis tersebut membuat kinerja terminal tidak bisa semata-mata dibandingkan berdasarkan satu indikator produktivitas.Faktor lainnya adalah kesenjangan spesifikasi suprastruktur. Standardisasi TOS, menurut dia, tidak otomatis membuat produktivitas terminal sama apabila peralatan bongkar muat yang digunakan berbeda.<\/p>\n<p>\u201cTOS yang sama jika dijalankan di terminal dengan STS berkecepatan tinggi akan menghasilkan output berbeda dibanding terminal yang hanya mengandalkan HMC tua atau derek kapal,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Karena itu, Saut menilai Pelindo perlu memastikan standardisasi juga diikuti dengan peningkatan equipment availability dan keandalan peralatan. \u201cTingkat kesiapan alat atau equipment availability dan mean time between failures di terminal luar Jawa masih belum merata,\u201d ujarnya.***<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<div class=\"css-1fe22q1\">About Media SPTP<\/div>\n<div class=\"css-1d2nd6l\">PT Pelindo Terminal Petikemas adalah sub-holding BUMN yang mengelola terminal peti kemas di seluruh Indonesia, termasuk di bawah naungan Pelindo Terminal Petikemas. SPTP bertugas untuk mengelola, mengembangkan, dan meningkatkan layanan terminal peti kemas secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan, dengan tujuan memperkuat logistik nasional dan memenangkan kompetisi bisnis.<\/div>\n<\/div>\n<div><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Press release ini juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/963770a9-0bd8-410c-ac03-2dcf3aaa83d6\/65b89778-885f-4e2f-be08-1e2ef2b8c54d\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VRITIMES<\/a><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti kemas terus diarahkan pada standardisasi layanan, peningkatan efisiensi, serta penguatan kapasitas dan kualitas pelayanan. Transformasi tersebut telah mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memangkas waktu singgah kapal dan barang di pelabuhan. \u00a0Lima tahun pascamerger PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, transformasi pengelolaan terminal peti<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":65227,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-65225","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65225","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65225"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65225\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65350,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65225\/revisions\/65350"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65227"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65225"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65225"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65225"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}