{"id":66070,"date":"2026-10-08T21:59:08","date_gmt":"2026-10-08T14:59:08","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=66070"},"modified":"2026-10-08T21:59:08","modified_gmt":"2026-10-08T14:59:08","slug":"debut-di-piala-dunia-tim-cp-indonesia-bidik-kelolosan-dari-fase-grup","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/08\/debut-di-piala-dunia-tim-cp-indonesia-bidik-kelolosan-dari-fase-grup\/","title":{"rendered":"Debut di Piala Dunia, Tim CP Indonesia Bidik Kelolosan dari Fase Grup"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | SOLO \u2014 Tim nasional sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia siap mencatat sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya di IFCPF World Cup 2026 di Atlanta, Amerika Serikat, 14-24 Oktober 2026.<\/p>\n<p>Kesiapan tim ditandai dengan acara doa bersama bertajuk \u201cMelampaui Batas dengan Kekuatan Doa\u201d yang digelar National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) di Kusuma Sahid Prince Hotel, Solo, Jawa Tengah, Rabu (7\/10\/2026).<\/p>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, NPC Indonesia sekaligus melepas tim nasional sepak bola CP Indonesia yang akan bertolak menuju Amerika Serikat pada Sabtu (10\/10) sore.<\/p>\n<p>Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun mengatakan, keikutsertaan Indonesia di Piala Dunia IFCPF menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola CP nasional. Selain menjadi debut di ajang dunia, turnamen tersebut juga menjadi pengalaman pertama para pemain Indonesia bertanding di luar kawasan Asia Tenggara.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia baru pertama kali ini mengikuti Piala Dunia. Jadi, kita tidak bisa berbicara targetnya bagaimana. Yang terpenting sekarang kita bisa ke sana, kita menimba ilmu, pengalaman-pengalaman dan melihat apa yang bisa dilakukan selanjutnya,\u201d kata Senny.<\/p>\n<p>Sebanyak 14 pemain hasil seleksi nasional telah menjalani pemusatan latihan di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI), Delingan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.<\/p>\n<p>Indonesia akan menjadi salah satu wakil Asia bersama Australia dan Jepang. Di babak penyisihan Grup C, Indonesia akan menghadapi Inggris, Republik Irlandia, dan Jepang.<\/p>\n<p>Senny berharap para pemain mampu beradaptasi dengan atmosfer pertandingan sekaligus memberikan penampilan terbaik.<\/p>\n<p>\u201cSemoga para pemain bisa beradaptasi dengan semua yang ada di sana, karena kita kan baru pertama kali ini di Piala Dunia. Kita harus melihat kemampuan kita dan kemampuan mereka,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Persiapan Rampung<\/p>\n<p>Wakil Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Rima Ferdianto memastikan persiapan tim sepak bola CP maupun kontingen Indonesia yang akan tampil di Asian Para Games Nagoya 2026 telah rampung.<\/p>\n<p>Untuk tim sepak bola CP, seluruh kebutuhan pertandingan, mulai dari kondisi fisik dan mental hingga perlengkapan serta visa, telah disiapkan.<\/p>\n<p>\u201cUntuk yang CP Football sudah 100 persen. Mereka sudah siap, dari sisi mental, fisik dan juga seluruh peralatan serta visanya sudah selesai. Jadi kita harap mereka bisa menampilkan performa terbaiknya di Atlanta,\u201d kata Rima.<\/p>\n<p>Adapun kontingen Indonesia yang akan tampil di Asian Para Games Nagoya 2026 dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Selasa (13\/10) pagi.<\/p>\n<p>Indonesia akan mengirimkan 103 atlet dari 12 cabang olahraga.<\/p>\n<p>Bidik Tiga Poin dari Laga Pertama<\/p>\n<p>Pelatih tim sepak bola CP Indonesia Yanuar Dhuma Ardhiyanto mengatakan timnya telah mempelajari karakter permainan calon lawan. Fokus pertama diarahkan pada pertandingan menghadapi Republik Irlandia pada 15 Oktober.<\/p>\n<p>\u201cFokus kita mengamankan pertandingan pertama melawan Irlandia di tanggal 15 Oktober. Pertandingan ini akan menjadi modal kita dan Insya Allah ada tiga poin,\u201d ujar Dhuma.<\/p>\n<p>Menurut dia, Inggris menjadi lawan paling berat di Grup C. Namun, Indonesia memiliki modal positif saat menghadapi Jepang karena pernah mengalahkan tim Negeri Sakura itu dengan skor 1-0 pada ajang IFCPF Asia Oceania.<\/p>\n<p>Dhuma mengatakan strategi akan disesuaikan dengan karakter setiap lawan.<\/p>\n<p>\u201cKita lakukan analisis setiap harinya,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Bek timnas CP Indonesia Diky Hendrawan menegaskan seluruh pemain siap memberikan kemampuan terbaik dalam debut di ajang tertinggi sepak bola CP tersebut.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah saya sudah siap menghadapi World Cup. Saya siap memberikan yang terbaik untuk Indonesia,\u201d tutur Diky.<\/p>\n<p>Meski menghadapi negara-negara dengan tradisi kuat dalam sepak bola CP, Diky tidak ingin timnya terbebani. Lolos dari fase grup menjadi sasaran realistis yang ingin dicapai.<\/p>\n<p>\u201cUntuk target realistis saja, kita bisa lolos fase grup. Tetapi semoga kita bisa menembus semifinal dan bisa sampai ke babak final,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>IFCPF World Cup 2026 diikuti 12 negara yang terbagi dalam tiga grup. Grup A dihuni Amerika Serikat, Belanda, Kanada, dan Skotlandia. Grup B berisi Brasil, Spanyol, Chile, dan Australia. Sementara Indonesia berada di Grup C bersama Inggris, Republik Irlandia, dan Jepang.<\/p>\n<p>14 Pemain Timnas CP Indonesia<\/p>\n<p>1. Amin Rosyid<br \/>\n2. Ahmad Yusuf<br \/>\n3. Yahya Muhaimi<br \/>\n4. Yahya Hernanda<br \/>\n5. Muhammad Ikhsan Tabrani<br \/>\n6. Hafthah Hans<br \/>\n7. Yusup Suhendar<br \/>\n8. Diky Hendrawan<br \/>\n9. Giri Suseno<br \/>\n10. Ahmad Yuliarsi<br \/>\n11. Abdul Aziz<br \/>\n12. M Fazli Yusriadi<br \/>\n13. Firman A Pedi<br \/>\n14. Saiful Ma\u2019arif.(PH)<\/p>\n<p>Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | SOLO \u2014 Tim nasional sepak bola cerebral palsy (CP) Indonesia siap mencatat sejarah dengan tampil untuk pertama kalinya di IFCPF World Cup 2026 di Atlanta, Amerika Serikat, 14-24 Oktober 2026. Kesiapan tim ditandai dengan acara doa bersama bertajuk \u201cMelampaui Batas dengan Kekuatan Doa\u201d yang digelar National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) di<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":66071,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[247],"tags":[],"class_list":["post-66070","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66070","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66070"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66070\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66072,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66070\/revisions\/66072"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66071"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66070"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66070"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66070"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}