{"id":68148,"date":"2026-10-12T16:31:26","date_gmt":"2026-10-12T09:31:26","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=68148"},"modified":"2026-10-12T16:31:26","modified_gmt":"2026-10-12T09:31:26","slug":"68148","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/12\/68148\/","title":{"rendered":""},"content":{"rendered":"<p>Tokenisasi aset mulai mengubah cara investor mengakses pasar keuangan global. Salah satu segmen yang tumbuh paling cepat adalah\u00a0<i>tokenized stocks<\/i>, aset digital yang merepresentasikan eksposur terhadap saham maupun produk pasar modal seperti <i>exchange-traded fund<\/i> (ETF).<\/p>\n<p>Laporan terbaru Binance Research bertajuk\u00a0Rewriting the On-Chain Economy\u00a0mencatat kapitalisasi pasar tokenized stocks telah menembus\u00a0US$3 miliar pada September 2026, meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan sekitar US$700 juta pada awal tahun.<\/p>\n<p>Pertumbuhan tersebut menjadikan tokenized stocks sebagai kategori\u00a0<i>Real World Asset <\/i>(RWA) dengan pertumbuhan tercepat sepanjang 2026. Pada periode yang sama, total pasar RWA <i>on-chain<\/i> telah mencapai sekitar US$38 miliar atau tumbuh 50 persen sejak awal tahun.<\/p>\n<p>Aktivitasnya juga tidak lagi sebatas menyimpan aset. Binance Research mencatat nilai transfer <i>tokenized stocks<\/i> secara on-chain telah melampaui\u00a0US$100 miliar pada kuartal III 2026, naik lebih dari 16 kali lipat dibandingkan US$6 miliar pada kuartal I.<\/p>\n<p>Data tersebut menunjukkan perubahan perilaku investor. <i>Tokenized stocks <\/i>mulai digunakan dalam aktivitas perdagangan dan bahkan masuk ke ekosistem <i>decentralized finance<\/i> (DeFi), antara lain sebagai aset yang dapat digunakan sebagai agunan maupun dalam liquidity pool. Rasio nilai <i>tokenized stocks <\/i>yang digunakan dalam DeFi juga meningkat dari 1,8 persen menjadi 6,3 persen sepanjang 2026.<\/p>\n<h3>Tren Global Mulai Masuk Indonesia<\/h3>\n<p>Perkembangan tersebut mulai terlihat di pasar Indonesia. Sejumlah platform aset digital lokal, termasuk <a href=\"https:\/\/floq.co.id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">FLOQ<\/a> telah menghadirkan produk yang memberikan\u00a0eksposur terhadap saham dan ETF Amerika Serikat melalui aset berbasis blockchain.<\/p>\n<p>FLOQ mencatat pada kuartal II 2026 jumlah trader aktif pada kategori\u00a0US Stocks Tokenized Assets\u00a0meningkat\u00a018 persen secara kuartalan, sementara jumlah transaksi tumbuh 17 persen dan volume perdagangan naik 11 persen. Pertumbuhan tersebut turut didorong meningkatnya minat terhadap produk berbasis indeks atau ETF.<\/p>\n<p>FLOQ juga menyediakan token yang memberikan eksposur terhadap ETF Amerika Serikat, termasuk produk yang mengikuti indeks seperti S&amp;P 500 dan Nasdaq. Produk tersebut memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap pasar saham AS melalui infrastruktur aset digital tanpa harus membeli saham satu per satu.<\/p>\n<p>Langkah serupa dilakukan sejumlah pemain domestik lainnya yang menghadirkan tokenized stocks yang merepresentasikan saham perusahaan global seperti Tesla, Alphabet, NVIDIA, Circle, Apple, Amazon, dan Coinbase.<\/p>\n<p>Dengan demikian, perkembangan tokenized stocks di Indonesia tidak hanya terlihat dari bertambahnya pilihan produk, tetapi juga dari meningkatnya minat investor terhadap\u00a0eksposur aset global melalui platform digital.<\/p>\n<h3>Eksposur Saham Global Jadi Jembatan Menuju Tokenisasi<\/h3>\n<figure><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/674bdb13-b342-461f-afce-c3502fcfc23f\/public\" alt=\"CEO dan Founder FLOQ&amp;nbsp;Yudhono Rawis&amp;nbsp;menilai pertumbuhan tokenized stocks menunjukkan hal positif. Foto: FLOQ.\" \/><figcaption>CEO dan Founder FLOQ&amp;nbsp;Yudhono Rawis&amp;nbsp;menilai pertumbuhan tokenized stocks menunjukkan hal positif. Foto: FLOQ.<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>CEO dan Founder FLOQ\u00a0Yudhono Rawis<\/b>\u00a0menilai pertumbuhan tokenized stocks menunjukkan bahwa batas antara pasar aset digital dan pasar keuangan tradisional semakin tipis.<\/p>\n<p>\u201cTokenisasi saham menunjukkan bahwa blockchain mulai bergerak dari sekadar infrastruktur untuk aset kripto menjadi bagian dari infrastruktur pasar keuangan yang lebih luas. Investor tidak lagi hanya melihat blockchain sebagai tempat memperdagangkan aset digital native, tetapi juga sebagai teknologi untuk memperoleh eksposur terhadap aset dunia nyata seperti saham dan ETF,\u201d ujar Yudhono.<\/p>\n<p>Menurut Yudhono, perkembangan tersebut relevan bagi Indonesia karena minat investor domestik terhadap aset global terus berkembang. Kehadiran produk berbasis saham AS dan ETF di platform digital juga menunjukkan adanya permintaan terhadap instrumen yang memungkinkan diversifikasi portofolio dengan akses yang lebih sederhana.<\/p>\n<p>\u201cBagi Indonesia, peluangnya bukan hanya menghadirkan lebih banyak aset global. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem yang membuat akses tersebut dilakukan secara transparan, memiliki <i>underlying <\/i>yang jelas, memahami perbedaan antara kepemilikan saham dan eksposur ekonomi, serta tetap mengikuti kerangka regulasi yang berlaku,\u201d katanya.<\/p>\n<h3>Regulasi Menjadi Faktor Penting<\/h3>\n<p>Perkembangan tokenized stocks global juga mulai mendapatkan perhatian regulator. Di Amerika Serikat, <i>Securities and Exchange Commission <\/i>(SEC) pada September 2026 memberikan\u00a0<i>temporary, conditional exemptive relief\u00a0<\/i>bagi platform tertentu untuk memperdagangkan saham NMS yang ditokenisasi melalui mekanisme <i>on-chain.<\/i><\/p>\n<p>SEC menegaskan bahwa tokenized stocks yang masuk dalam skema tersebut harus memenuhi persyaratan tertentu, termasuk memberikan hak dan keistimewaan yang sama seperti sekuritas tradisional yang mendasarinya.<\/p>\n<p>Perkembangan di AS tersebut menunjukkan bahwa tokenisasi mulai bergerak dari tahap eksperimen menuju pembahasan mengenai infrastruktur pasar keuangan.<\/p>\n<p>Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah mengembangkan kerangka untuk tokenisasi\u00a0<i>Real World Asset.<\/i> Hingga September 2026, OJK mencatat sejumlah model bisnis tokenisasi telah menyelesaikan proses\u00a0<i>regulatory sandbox,<\/i> termasuk tokenisasi emas, tokenisasi surat berharga dengan skema Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), dan tokenisasi manfaat kepemilikan properti.<\/p>\n<p>OJK juga mencatat ekosistem aset keuangan digital domestik terus berkembang. Pada Agustus 2026 terdapat\u00a023,21 juta akun konsumen\u00a0pada pedagang aset keuangan digital, seperti <a href=\"https:\/\/floq.co.id\/pasar\/btcidr\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BItcoin<\/a> dan lainnya naik 1,23 persen secara bulanan. Nilai transaksi aset kripto mencapai\u00a0Rp23,16 triliun, meningkat 12,87 persen dibandingkan Juli.<\/p>\n<p>Menurut Yudho, perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi bagi Indonesia untuk ikut mengambil bagian dalam ekonomi <i>on-chain<\/i> yang semakin luas.<\/p>\n<p>\u201cIndonesia memiliki basis pengguna aset digital yang besar dan pasar investor yang semakin terbuka terhadap aset global. Tantangannya sekarang adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat diikuti dengan inovasi produk, edukasi, infrastruktur, dan regulasi yang berjalan beriringan. Tokenisasi dapat menjadi salah satu jembatan antara pasar modal tradisional dan ekosistem digital,\u201d kata Yudhono.<\/p>\n<h3>Bukan Sekadar Memindahkan Saham ke Blockchain<\/h3>\n<p>Yudho menambahkan, pertumbuhan <i>tokenized stocks<\/i> sebaiknya tidak dipahami hanya sebagai proses \u201cmemindahkan saham ke blockchain\u201d. Nilai utama tokenisasi justru terletak pada kemungkinan membangun infrastruktur pasar yang lebih fleksibel.<\/p>\n<p>\u201cHal menarik dari tokenisasi bukan hanya bentuk tokennya, tetapi apa yang bisa dilakukan setelah aset berada di jaringan blockchain. Ada peluang untuk menghadirkan perdagangan 24\/7, settlement yang lebih efisien, interoperabilitas dengan aplikasi keuangan digital, hingga penggunaan aset sebagai bagian dari ekosistem finansial on-chain,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Tren tersebut mulai terlihat secara global. Binance Research mencatat rasio perdagangan tokenized stocks di <i>decentralized exchange<\/i> (DEX) yang sebelumnya hampir nol sepanjang 2025 dan paruh pertama 2026 meningkat menjadi rata-rata\u00a011 persen pada September 2026. Angka tersebut mulai mendekati rasio memecoin yang berada di sekitar 17 persen.<\/p>\n<p>Bagi industri aset digital Indonesia, perkembangan ini membuka peluang baru. Jika tahap awal tokenisasi di dalam negeri banyak berfokus pada emas, surat berharga, properti, dan aset lainnya, meningkatnya permintaan terhadap saham serta ETF global dapat menjadi tahap berikutnya dalam perkembangan RWA.<\/p>\n<p>Dengan semakin banyaknya investor Indonesia yang mencari diversifikasi ke aset global, <i>tokenized stocks<\/i> berpotensi menjadi salah satu titik temu antara\u00a0pasar modal, aset digital, dan teknologi blockchain.<\/p>\n<p>Namun, pemahaman terhadap produk tetap menjadi faktor penting. Tokenized stock tidak selalu berarti kepemilikan langsung atas saham yang tercatat di bursa. Struktur produk, penerbit, underlying asset, hak investor, kustodian, mekanisme penebusan, serta aspek regulasi dapat berbeda pada masing-masing produk.<\/p>\n<p>Karena itu, pertumbuhan <i>tokenized stocks<\/i> perlu diikuti dengan transparansi dan edukasi agar inovasi akses aset global tetap berkembang sejalan dengan prinsip perlindungan investor.<\/p>\n<p><strong>Tentang FLOQ<\/strong><br \/>\nFLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia.<\/p>\n<p>FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum.<\/p>\n<p>Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.<\/p>\n<p><strong>Press release ini juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/753fa164-12ca-4935-92d6-a212d0c61cb1\/8bf20798-c85f-44c2-9ffc-85cf996d7f5c\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VRITIMES<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tokenisasi aset mulai mengubah cara investor mengakses pasar keuangan global. Salah satu segmen yang tumbuh paling cepat adalah\u00a0tokenized stocks, aset digital yang merepresentasikan eksposur terhadap saham maupun produk pasar modal seperti exchange-traded fund (ETF). Laporan terbaru Binance Research bertajuk\u00a0Rewriting the On-Chain Economy\u00a0mencatat kapitalisasi pasar tokenized stocks telah menembus\u00a0US$3 miliar pada September 2026, meningkat lebih dari<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":68150,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-68148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68148"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68153,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68148\/revisions\/68153"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}