{"id":70062,"date":"2026-10-15T14:22:20","date_gmt":"2026-10-15T07:22:20","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=70062"},"modified":"2026-10-15T14:22:20","modified_gmt":"2026-10-15T07:22:20","slug":"rano-karno-dorong-jakarta-jadi-kota-sinema-budaya-lokal-menembus-panggung-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/15\/rano-karno-dorong-jakarta-jadi-kota-sinema-budaya-lokal-menembus-panggung-dunia\/","title":{"rendered":"Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Kota Sinema: Budaya Lokal Menembus Panggung Dunia"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | JAKARTA \u2013 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengembangan budaya, ekonomi kreatif, dan industri perfilman sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang memiliki identitas kuat dan diperhitungkan di panggung internasional.<\/p>\n<p>Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan, Jakarta yang mendunia bukan sekadar kota yang dikenal masyarakat internasional, melainkan juga kota yang mampu membawa identitas budaya dan menghasilkan karya yang diakui dunia.<\/p>\n<p>\u201cBagi saya, visi Jakarta yang mendunia bukan hanya Jakarta yang dikenal oleh dunia, tetapi Jakarta yang mampu membawa identitas kebudayaan dan kontribusi yang membuatnya diperhitungkan di panggung dunia,\u201d ujar Rano saat menghadiri Indonesia Knowledge Forum XV\u20132026 bertema <em>The Next Playbook: Create Clarity, Think Precisely, Act Decisively <\/em>di The Kasablanka Hall, Jakarta Selatan, Rabu (14\/10).<\/p>\n<p>Menurut Rano, pembangunan kota membutuhkan kepemimpinan yang mampu membaca perubahan, mengenali potensi, dan menetapkan arah strategis untuk masa depan. Jakarta, yang menempati peringkat ke-140 dari 1.000 kota dalam <em>Global Cities Index 2026 <\/em>versi Oxford Economics, memiliki modal sekaligus tantangan untuk memperkuat daya saing global.<\/p>\n<p>Menjelang usia 500 tahun pada 2027, Pemprov DKI Jakarta terus mengembangkan kawasan kota dengan tetap menjaga warisan sejarah dan budaya. Upaya itu dilakukan melalui revitalisasi Kota Tua dan Pasar Baru, serta pengembangan kawasan Blok M dan Setu Babakan.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin budaya tidak hanya hadir dalam perayaan, tetapi tumbuh melalui ruang kesenian, karya para seniman, dan kreativitas generasi muda. Kita ingin warisan masa lalu tidak sekadar dikenang, tetapi menjadi kekuatan untuk masa depan,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p><b><i>Film Jadi Pintu Jakarta Menuju Dunia<\/i><\/b><\/p>\n<p>Salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar untuk membawa identitas Jakarta ke tingkat internasional adalah perfilman. Pemprov DKI Jakarta mendorong pengembangan Jakarta sebagai kota sinema melalui Jakarta Film Commission dan program <strong>Filming in Jakarta.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Kedua inisiatif tersebut diharapkan mempermudah proses produksi film, memperkuat koordinasi, serta membuka peluang kolaborasi bagi pelaku industri perfilman, termasuk untuk menarik lebih banyak produksi ke Jakarta.<\/p>\n<p>Rano menilai, perubahan pola konsumsi konten turut menciptakan peluang baru bagi industri film. Karena itu, pengembangan perfilman perlu dilakukan secara adaptif, tidak hanya melalui film layar lebar, tetapi juga konten digital yang terus berkembang.<\/p>\n<p>\u201cPada tahun 2025, penonton film di Indonesia berjumlah 122 juta penonton. Sementara kalau dihitung jumlah gedung di Indonesia tidak lebih dari 3.000 gedung. Di dunia sekarang terjadi anomali, konten OTT tidak berhenti, bahkan sekarang yang namanya drama vertikal itu menjadi tontonan yang menarik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Perkembangan platform <strong>over-the-top <\/strong>(OTT) dan drama vertikal, menurut Rano, menjadi peluang yang perlu dicermati untuk memperluas jangkauan karya sekaligus mengembangkan model bisnis industri kreatif.<\/p>\n<p>Di sisi lain, penguatan ekosistem kesenian tetap menjadi fondasi penting. Jakarta memiliki modal berupa Taman Ismail Marzuki, Institut Kesenian Jakarta, serta komunitas seniman dan budayawan yang terus melahirkan karya. Pemerintah perlu memastikan para pelaku kreatif memiliki ruang berkarya, dukungan pengembangan, dan akses pasar yang lebih luas.<\/p>\n<p><b><i>Perluas Jejaring Perfilman Internasional<\/i><\/b><\/p>\n<p>Untuk memperkuat posisi Jakarta dalam ekosistem perfilman global, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong pertukaran pengetahuan dan perluasan jejaring internasional.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan ke Korea Selatan belum lama ini, Rano mengunjungi Busan International Film Festival dan bertemu dengan Busan Film Commission, AFCC Network, serta sejumlah mitra internasional lainnya.<\/p>\n<p>Pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik pengembangan industri film sekaligus membangun hubungan dengan ekosistem perfilman Asia.<\/p>\n<p>Pemprov DKI Jakarta berharap jejaring itu dapat membuka peluang kolaborasi, memperkuat kapasitas talenta lokal, mendorong pertukaran pengetahuan, dan memperluas akses pelaku perfilman Jakarta ke pasar internasional.<\/p>\n<p>Dengan menghubungkan warisan budaya, kreativitas generasi muda, dan jejaring global, Jakarta diharapkan tidak hanya menjadi lokasi produksi film, tetapi juga berkembang sebagai pusat pertumbuhan karya dan industri kreatif yang mampu bersaing di tingkat dunia.<\/p>\n<p>Red\/phyd<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | JAKARTA \u2013 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengembangan budaya, ekonomi kreatif, dan industri perfilman sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang memiliki identitas kuat dan diperhitungkan di panggung internasional. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan, Jakarta yang mendunia bukan sekadar kota yang dikenal masyarakat internasional, melainkan juga kota yang<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":70066,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[247],"tags":[58,330,54,1887,1888,1194,1206,1691],"class_list":["post-70062","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah","tag-ekonomikreatif","tag-jakartakotaglobal","tag-ranokarno","tag-filminginjakarta","tag-industriperfilman","tag-jakartafilmcommission","tag-jakartakotasinema","tag-pemprovdkijakarta"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70062","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70062"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70062\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70070,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70062\/revisions\/70070"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/70066"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70062"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70062"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70062"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}