{"id":70513,"date":"2026-10-15T21:06:52","date_gmt":"2026-10-15T14:06:52","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=70513"},"modified":"2026-10-15T21:06:52","modified_gmt":"2026-10-15T14:06:52","slug":"sinergi-ikal-dan-garuda-indonesia-tanamkan-nilai-patriotisme-dalam-profesionalisme-penerbangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/15\/sinergi-ikal-dan-garuda-indonesia-tanamkan-nilai-patriotisme-dalam-profesionalisme-penerbangan\/","title":{"rendered":"Sinergi IKAL dan Garuda Indonesia: Tanamkan Nilai Patriotisme dalam Profesionalisme Penerbangan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jakarta, Analisnews.co.id, <img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-70514\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061-300x200.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061-1024x682.jpg 1024w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061-768x512.jpg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061-1536x1023.jpg 1536w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061-150x100.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061-450x300.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061-1200x800.jpg 1200w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/IMG-20261015-WA0061.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>: Bela negara harus menjadi jiwa korporasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, bukan sekadar slogan kebangsaan yang berhenti dalam kegiatan seremonial. Sebagai maskapai penerbangan nasional yang membawa identitas Indonesia, Garuda Indonesia memiliki tanggung jawab strategis yang melampaui kepentingan komersial, mulai dari menjaga keselamatan manusia, memperkuat konektivitas Nusantara, hingga mempertahankan kepercayaan publik dan kehormatan bangsa.<br \/>\nHal tersebut menjadi penekanan Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.Sos., S.I.P., M.Tr (Han) dalam penyampaian materinya yang berjudul \u201cBela Negara Dalam Perspektif Korporasi\u201d, yang disampaikan pada Kegiatan Pelatihan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara yang diselenggarakan oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.<br \/>\nAcara tersebut berlangsung di Pusdiklat PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Jakarta, 13 Oktober 2026, yang para pesertanya adalah 25 manajer PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk seluruh Indonesia. Kegiatan ini juga berkaitan dengan kerja sama Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam memperkuat pemahaman kebangsaan, kepemimpinan, serta budaya profesional di lingkungan korporasi penerbangan.<br \/>\nSelanjutnya Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.Sos., S.I.P., M.Tr (Han) , yang juga penerima Bintang Yudha Dharma Nararya, menjelaskan bahwa menempatkan bela negara sebagai fondasi etika sekaligus arah strategis penguatan budaya kerja Garuda Indonesia. Menurutnya, profesionalisme, integritas, dan pelayanan berkualitas tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab setiap insan perusahaan terhadap kepentingan bangsa.<br \/>\n\u201cKarenanya keselamatan yang dikompromikan, integritas yang diabaikan, pelayanan yang kehilangan martabat, serta tata kelola yang menyimpang bukan semata-mata persoalan internal perusahaan. Hal tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab moral sebuah korporasi nasional yang membawa nama Indonesia,\u201d ujar Dr. Totok Imam Santoso, yang juga mantan Pangdam XIV Hasanudin.<br \/>\nDitambahkan lagi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan&amp; Alumni Unhan RI ini, profesionalisme perlu dipahami sebagai wujud patriotisme, integritas sebagai bentuk kesetiaan kepada negara, dan pelayanan terbaik sebagai pengabdian nyata kepada masyarakat. \u201cDari itu bela negara tidak selalu diwujudkan melalui pengabdian militer atau kekuatan pertahanan. Dalam kehidupan modern, setiap warga negara memiliki ruang pengabdian melalui profesi, kompetensi, serta tanggung jawabnya masing-masing,\u201d tegasnya.<br \/>\nMayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso lebih lanjut juga memaparkan landasan konstitusionalnya yang tercantum dalam Pasal 27 ayat (3) UUD 1945, yang menegaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Semangat tersebut diperkuat melalui Pasal 30 UUD 1945 serta Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.<br \/>\n\u201cBagi insan Garuda Indonesia, amanat kebangsaan itu dapat diwujudkan melalui kedisiplinan, kepatuhan terhadap regulasi penerbangan, kepemimpinan berintegritas, perlindungan keselamatan penumpang, serta kesediaan mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi,\u201d ujar Mayor Jenderal Totok yang juga peraih Bintang Kartika Eka Paksi Nararya.<br \/>\nLulusan Lemhanas RI 2019 ini juga menguraikan lima nilai dasar bela negara yang perlu diinternalisasikan dalam kehidupan korporasi, yakni cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, kesetiaan kepada Pancasila, kerelaan berkorban, serta kemampuan awal bela negara. Cinta tanah air, misalnya, harus tercermin melalui kesungguhan menjaga nama baik Indonesia.<br \/>\n\u201cKesadaran berbangsa dan bernegara diwujudkan dengan memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab profesional. Sementara kesetiaan kepada Pancasila hadir melalui penghormatan terhadap kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial,\u201d ujarnya. Adapun kerelaan berkorban, tambah Dr. Totok, dapat diterjemahkan melalui kesediaan memberikan waktu, tenaga, pikiran, serta keahlian bagi kepentingan bersama. Kemampuan awal bela negara dibangun melalui disiplin, ketahanan mental, kesiapsiagaan, dan kompetensi menghadapi risiko.<br \/>\nKelima nilai tersebut, menurut Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso, S.Sos., S.I.P., M.Tr (Han), tidak boleh berhenti sebagai materi pembinaan. Nilai kebangsaan harus terlihat dalam keputusan, kebiasaan, dan standar kerja yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh unsur perusahaan.\u201dPerhatian khusus juga diberikan terhadap keselamatan penerbangan sebagai salah satu manifestasi paling fundamental dari bela negara di lingkungan Garuda Indonesia,\u201d ujarnya.<br \/>\nPada bagian lain Mayjen TNI Dr. Totok juga mengingatkan bahwa loyalitas kepada perusahaan tidak boleh dimaknai sebagai pembenaran terhadap penyimpangan, melainkan keberanian menjaga organisasi agar tetap berjalan berdasarkan prinsip yang benar. Lebih jauh, Garuda Indonesia memiliki kedudukan penting sebagai pembawa identitas bangsa di ruang udara internasional. Setiap interaksi dengan penumpang menjadi kesempatan memperkenalkan Indonesia sebagai bangsa yang ramah, berbudaya, profesional, dan menghormati keberagaman.<br \/>\nPelayanan yang manusiawi, komunikasi yang jelas, perhatian terhadap kebutuhan khusus penumpang, serta respons cepat ketika terjadi gangguan perjalanan merupakan bentuk konkret pengamalan nilai-nilai Pancasila. Mayjen TNI Dr. Totok turut menempatkan konektivitas udara sebagai bagian dari kontribusi strategis Garuda Indonesia terhadap persatuan nasional. Sebagai negara kepulauan, Indonesia membutuhkan keterhubungan antardaerah untuk mendukung mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, pariwisata, pendidikan, dan hubungan sosial.<br \/>\n\u201cKarena itu, kontribusi Garuda Indonesia tidak hanya menghubungkan bandar udara, tetapi juga mempererat hubungan antarmasyarakat dan memperkenalkan potensi Nusantara kepada dunia,\u201d katanya seraya mengimbuhkan bahwa dalam menghadapi perkembangan teknologi, perhatian terhadap keamanan informasi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bela negara. Perlindungan data penumpang, keamanan sistem digital, penjagaan kredensial, serta kewaspadaan terhadap serangan siber harus menjadi kesadaran bersama seluruh insan perusahaan.<br \/>\nPesan utama yang semakin bersemayam dari pemaparan Mayjen TNI Dr. Totok ialah, bahwa Garuda Indonesia tidak cukup hanya menjadi maskapai yang membawa nama negara. Perusahaan juga harus mampu menghadirkan nilai-nilai bela negara dalam setiap keputusan, pelayanan, dan penerbangannya. Menjaga keselamatan berarti menjaga kehidupan. Memelihara integritas berarti menjaga kepercayaan bangsa. Menghubungkan Nusantara berarti memperkuat persatuan. Sementara memberikan pelayanan terbaik merupakan cara memperkenalkan keluhuran budaya Indonesia kepada dunia.<br \/>\n\u201cDengan begitu penguatan budaya bela negara di lingkungan Garuda Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pelatihan, tetapi berkembang menjadi kesadaran kolektif yang melekat dalam tata kelola, kepemimpinan, dan profesionalisme seluruh insan perusahaan,\u201d imbuh Mayjen TNI Dr. Totok. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Jakarta, Analisnews.co.id, : Bela negara harus menjadi jiwa korporasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, bukan sekadar slogan kebangsaan yang berhenti dalam kegiatan seremonial. Sebagai maskapai penerbangan nasional yang membawa identitas Indonesia, Garuda Indonesia memiliki tanggung jawab strategis yang melampaui kepentingan komersial, mulai dari menjaga keselamatan manusia, memperkuat konektivitas Nusantara, hingga mempertahankan kepercayaan publik dan<\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-70513","post","type-post","status-publish","format-standard","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=70513"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":70516,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/70513\/revisions\/70516"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=70513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=70513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=70513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}