{"id":71207,"date":"2026-10-16T19:54:36","date_gmt":"2026-10-16T12:54:36","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=71207"},"modified":"2026-10-16T20:00:20","modified_gmt":"2026-10-16T13:00:20","slug":"edi-wirawan-kelangkaan-bbm-lumpuhkan-sendi-ekonomi-dan-pariwisata-bali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/16\/edi-wirawan-kelangkaan-bbm-lumpuhkan-sendi-ekonomi-dan-pariwisata-bali\/","title":{"rendered":"Edi Wirawan: Kelangkaan BBM Lumpuhkan Sendi Ekonomi dan Pariwisata Bali"},"content":{"rendered":"<p>Edi Wirawan : Kelangkaan BBM Lumpuhkan Sendi Ekonomi dan Pariwisata Bali<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Analisnews.co.id<\/strong> &#8211;TABANAN | Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali belum juga terurai. Hingga Jumat (16\/10\/2026), kondisi justru semakin memprihatinkan. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU mengular hingga 1 kilometer, bahkan di beberapa titik mencapai 2 kilometer.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-71223\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot_20261016_165615_CapCut-2-300x213.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"213\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot_20261016_165615_CapCut-2-300x213.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot_20261016_165615_CapCut-2-1024x726.jpg 1024w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot_20261016_165615_CapCut-2-768x545.jpg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot_20261016_165615_CapCut-2-150x106.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot_20261016_165615_CapCut-2-450x319.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Screenshot_20261016_165615_CapCut-2.jpg 1080w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Masyarakat pun kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p>Ketua DPD PSI Kabupaten Tabanan, I Made Edi Wirawan, SE., menilai kondisi ini secara langsung telah mengancam sendi perekonomian masyarakat Bali.<\/p>\n<p>Hal itu ia sampaikan saat ditemui di Sekretariat DPD PSI Tabanan, Jalan Pantai Nyanyi, Jumat (16\/10\/2026)<\/p>\n<p>Menurut Edi Wirawan kelangkaan BBM yang terjadi hampir di seluruh kabupaten\/kota di Bali selama beberapa hari terakhir merupakan kegagalan manajemen Pertamina Patra Niaga.<\/p>\n<p>&#8220;Ini kegagalan Direktur Pertamina Patra Niaga, Simon Aloysius Mantiri. Dan secara tidak langsung, Gubernur Koster juga ikut bertanggung jawab dalam persoalan ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan, seorang gubernur sebagai pemimpin wilayah harus mampu mengontrol dan memahami kebutuhan dasar masyarakatnya.<\/p>\n<p>&#8220;Seorang gubernur atau leadership harus mampu dan bertanggung jawab terhadap wilayahnya. Dia harus memahami apa yang dibutuhkan masyarakatnya, termasuk BBM hari ini, itu harus dikontrol,&#8221; tegas Edi Wirawan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-71224\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2-300x169.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2-768x432.jpg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2-150x84.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2-450x253.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2-1200x675.jpg 1200w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261016_104940-2.jpg 1658w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Yang Paling Terpukul Masyarakat Bawah<\/p>\n<p>Edi Wirawan mengatakan, situasi ini telah mengganggu aktivitas dan melumpuhkan berbagai sektor. Mulai dari karyawan hotel, nelayan, petani, buruh harian, hingga pariwisata. Namun yang paling terpukul adalah masyarakat menengah ke bawah.<\/p>\n<p>&#8220;Antrean kendaraan terjadi sejak pagi hingga malam, warga harus bertahan di bawah terik matahari tanpa kepastian memperoleh bahan bakar,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Krisis yang sudah berlangsung empat hari berturut-turut ini, kata dia, menjadi kondisi yang sangat memalukan bagi Bali sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah 4 hari berturut-turut seperti ini,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengingatkan, Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya telah bertemu dengan jajaran direksi Pertamina yang menjanjikan pasokan segera normal. Namun faktanya di lapangan, antrean panjang masih terjadi dan warga masih kesulitan mendapatkan BBM.<\/p>\n<p>Kerugian Besar, Pariwisata Bisa Terganggu Berbulan-bulan<\/p>\n<p>Terkait kerugian, Edi Wirawan menilai kerugian masyarakat sangat besar. Antrean berjam-jam bahkan seharian penuh membuat produktivitas lumpuh. Aktivitas anak sekolah terganggu, karyawan tidak bisa masuk kerja.<\/p>\n<p>&#8220;Walaupun bisa daring, seharusnya itu tidak terjadi kalau seorang pemimpin benar-benar pro rakyat dan memahami kondisi daerahnya sendiri,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Seorang pemimpin, lanjutnya, harus paham kebutuhan wilayahnya, mulai dari BBM hingga sembako, serta tahu seberapa besar kebutuhan rakyatnya. Karena itu, kelangkaan BBM ini dinilainya sebagai bentuk keteledoran pemimpin.<\/p>\n<p>&#8220;Kalau kelangkaan BBM ini sampai seminggu, berapa kerugian yang harus ditanggung masyarakat, khususnya dari sektor pariwisata? Memulihkan kepercayaan pelaku pariwisata butuh waktu berbulan-bulan,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-71226\" src=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-300x169.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-300x169.jpg 300w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-768x432.jpg 768w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-1536x864.jpg 1536w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-2048x1153.jpg 2048w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-150x84.jpg 150w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-450x253.jpg 450w, https:\/\/analisnews.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/20261013_113522-1-1200x675.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>Untuk itu, Edi Wirawan menghimbau pemerintah segera mencari solusi jalan tengah dengan teamwork yang solid antara kepala daerah, bupati dan wakil bupati se-Bali.<\/p>\n<p>&#8220;Selain itu, Pertamina jangan mengurangi jatah minyak untuk Bali, pemenuhan ini harus jelas, jangan dikurangi. Pak Bahlil mengatakan cadangan minyak mencukupi, jadi rasanya di Bali tidak harus langka BBM,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ia juga menyarankan agar pasokan minyak segera didistribusikan ke pompa-pompa kecil agar penyebarannya lebih merata di seluruh Bali, tentunya dengan pengawasan ketat dari pihak kepolisian, untuk mengantisipasi harga minyak tidak dipermainkan, pungkasnya.(ranu)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Edi Wirawan : Kelangkaan BBM Lumpuhkan Sendi Ekonomi dan Pariwisata Bali &nbsp; Analisnews.co.id &#8211;TABANAN | Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali belum juga terurai. Hingga Jumat (16\/10\/2026), kondisi justru semakin memprihatinkan. Antrean kendaraan di sejumlah SPBU mengular hingga 1 kilometer, bahkan di beberapa titik mencapai 2 kilometer. &nbsp; Masyarakat pun kesulitan mendapatkan bahan bakar<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":71209,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-71207","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71207","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71207"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71207\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71228,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71207\/revisions\/71228"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71207"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71207"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71207"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}