{"id":71400,"date":"2026-10-17T10:32:05","date_gmt":"2026-10-17T03:32:05","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=71400"},"modified":"2026-10-17T10:32:05","modified_gmt":"2026-10-17T03:32:05","slug":"pentingnya-literasi-digital-dan-pendampingan-orang-tua-di-era-ketergantungan-ai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/17\/pentingnya-literasi-digital-dan-pendampingan-orang-tua-di-era-ketergantungan-ai\/","title":{"rendered":"Pentingnya Literasi Digital dan Pendampingan Orang Tua di Era Ketergantungan AI"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> |\u00a0 JAKARTA \u2013 Kemudahan kecerdasan artifisial (AI) dalam menjawab berbagai pertanyaan berpotensi membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis jika penggunaannya tidak diimbangi pendampingan orang tua.<\/p>\n<p>Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan, ketergantungan berlebihan terhadap AI menjadi salah satu risiko serius bagi perkembangan generasi muda di tengah pesatnya transformasi digital.<\/p>\n<p>\u201cJangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan,\u201d ujar Nezar saat peluncuran Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta Selatan, Jumat (16\/10\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Nezar, sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh dalam ekosistem digital yang semakin kompleks. Kehadiran AI membuka peluang bagi anak untuk belajar dan berkreasi, tetapi sekaligus menghadirkan tantangan baru dalam pengasuhan.<\/p>\n<p>Risikonya tidak hanya menyangkut ketergantungan terhadap teknologi. Anak juga berpotensi terpapar konten yang tidak sesuai usia, berinteraksi dengan orang asing, menghadapi ancaman terhadap data pribadi, hingga mengalami kecanduan digital.<\/p>\n<p>Karena itu, Nezar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan keluarga untuk memastikan anak mampu menggunakan teknologi secara aman, sehat, dan bertanggung jawab.<\/p>\n<p>Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai landasan memperkuat perlindungan anak di ruang digital.<\/p>\n<p>\u201cKita punya tanggung jawab yang cukup besar bagaimana menjamin ruang yang aman dan sehat buat anak-anak kita itu. Itu sebabnya pemerintah membuat PP TUNAS dalam rangka membangun ruang aman dan sehat bagi anak di dalam ekosistem digital. Melindungi anak kita adalah melindungi peradaban,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p><i>Orang Tua Diajak Mendampingi, Bukan Sekadar Mengawasi<\/i><\/p>\n<p>Upaya membangun ruang digital yang aman juga dilakukan melalui penguatan literasi pengasuhan digital. Dalam kegiatan tersebut, WhatsApp memperkenalkan fitur *Parental Control* untuk membantu orang tua mendampingi aktivitas digital anak remaja.<\/p>\n<p>Fitur ini memungkinkan orang tua memperoleh informasi mengenai grup dan kanal yang terhubung dengan akun anak, mengatur sejumlah pilihan terkait konten yang dapat dilihat dan dibagikan, serta menerima notifikasi atas perubahan tertentu pada akun.<\/p>\n<p>Wakil Presiden Business Operations and External Affairs WhatsApp, Victoria Grant, menjelaskan fitur tersebut dirancang untuk mendukung keselamatan anak tanpa mengharuskan orang tua membaca percakapan pribadinya.<\/p>\n<p>Menurut Grant, pengaturan sebaiknya dilakukan bersama anak agar perlindungan digital berjalan seiring dengan keterbukaan dan kepercayaan dalam keluarga.<\/p>\n<p>\u201cDengan begitu, tidak ada pengaturan yang tiba-tiba muncul dan mengejutkan anak Anda. Anda dapat membuka dan mengatur fitur-fitur tersebut bersama-sama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Melalui Kelas Pengasuhan Digital, orang tua juga diperkenalkan pada buku saku, video, dan permainan edukatif untuk mempelajari fitur tersebut bersama anak. Setelah digelar di Jakarta, program ini direncanakan berlanjut ke Padang dan Cirebon.<\/p>\n<p>Program tersebut merupakan kolaborasi WhatsApp dengan Kementerian Komunikasi dan Digital, ICT Watch, serta Keluarga Kita untuk memperluas pemahaman keluarga mengenai keamanan digital.<\/p>\n<p>Nezar berharap penguatan literasi digital dapat membantu orang tua menanamkan kesadaran tentang perlindungan data pribadi, etika berkomunikasi, serta penggunaan AI secara bijak dan kreatif.<\/p>\n<p>Teknologi, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu, semestinya menjadi sarana untuk memperluas pengetahuan dan kreativitas anak, bukan menggantikan proses berpikir dan pembentukan karakter mereka.<\/p>\n<p>Pendampingan keluarga pun menjadi kunci agar generasi muda mampu tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, tangguh, kreatif, inovatif, sekaligus aman saat menjelajahi dunia digital.(PY).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Redaksi<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id |\u00a0 JAKARTA \u2013 Kemudahan kecerdasan artifisial (AI) dalam menjawab berbagai pertanyaan berpotensi membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis jika penggunaannya tidak diimbangi pendampingan orang tua. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan, ketergantungan berlebihan terhadap AI menjadi salah satu risiko serius bagi perkembangan generasi muda di tengah pesatnya transformasi digital.<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":71401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[84,288,281,1907,1034,1236,1884,1908,1909],"class_list":["post-71400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-4","tag-ai","tag-keamanandigital","tag-perlindungananak","tag-kecerdasanartifisial","tag-komdigi","tag-literasidigital","tag-nezarpatria","tag-pengasuhandigital","tag-pp-tunas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=71400"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":71402,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/71400\/revisions\/71402"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/71401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=71400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=71400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=71400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}