{"id":76820,"date":"2026-10-24T21:10:00","date_gmt":"2026-10-24T14:10:00","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=76820"},"modified":"2026-10-24T21:10:00","modified_gmt":"2026-10-24T14:10:00","slug":"pantau-liga-jakarta-u-17-iwan-fals-soroti-mental-pesepak-bola-muda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/24\/pantau-liga-jakarta-u-17-iwan-fals-soroti-mental-pesepak-bola-muda\/","title":{"rendered":"\u200bPantau Liga Jakarta U-17, Iwan Fals Soroti Mental Pesepak Bola Muda"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong>\u00a0 | JAKARTA \u2014 Musisi legendaris Iwan Fals menyempatkan diri menyaksikan pertandingan Liga Jakarta U-17 di Lapangan PSF-MBAU Pancoran, Jakarta, Sabtu (24\/10\/2026). Kedatangannya bukan sekadar untuk menikmati permainan sepak bola usia muda, melainkan juga melihat langsung keseriusan sahabat lamanya, Erwiyantoro, yang akrab disapa Mbah Coco, dalam membina ribuan pemain remaja.<\/p>\n<p>\u201c<i>Gue mau nonton 1.000 anak-anak yang dikelola Toro<\/i>,\u201d kata Iwan Fals setibanya di kompleks lapangan PSF Pancoran.<\/p>\n<p>Kunjungan tersebut berawal dari pertemuan kembali dua sahabat yang pernah menimba ilmu di Sekolah Tinggi Publisistik. Pada Senin (19\/10\/2026), Erwiyantoro bertandang ke kediaman Iwan Fals di Leuwinanggung, Cibubur. Keduanya melepas rindu setelah hampir lima tahun tidak berjumpa.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan itu, Iwan mengaku terkejut mengetahui aktivitas Erwiyantoro pada masa senjanya. Alih-alih menghabiskan waktu untuk beristirahat, sahabatnya tersebut justru mencurahkan perhatian pada pembinaan pemain sepak bola usia remaja melalui kompetisi terorganisasi.<\/p>\n<p>\u201cGue nggak yakin, apa benar Toro ngurus 1.000 anak remaja di wadah kompetisi. Siang ini, gue mampir, ternyata Toro serius ngurus anak-anak usia remaja,\u201d ujar pelantun lagu-lagu kritik sosial tersebut.<\/p>\n<p>Kesempatan itu sekaligus membangkitkan kerinduan Iwan untuk menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung. Ia mengaku terkesan dengan kondisi lapangan dan pengelolaan kompetisi yang dinilainya cukup tertata.<\/p>\n<p>\u201cGue rindu juga ingin nonton anak-anak remaja main bola. Ternyata lapangan bagus, dan cara mengelola kompetisi lumayan rapi,\u201d tutur Virgiawan Listanto, nama asli Iwan Fals.<\/p>\n<p><b>Baru Duduk, Langsung Saksikan Pemain Adu Jotos<\/b><\/p>\n<p>Namun, kunjungan yang semula diwarnai antusiasme itu mendadak berubah ketika Iwan menyaksikan insiden perkelahian antarpemain dalam pertandingan kedua di Lapangan Sintetis 2 PSF Pancoran.<\/p>\n<p>Pada menit ke-26 pertandingan antara Satria Sanggeni dan ISA Diklat, dua pemain, Virsyal Vargas dari Satria Sanggeni dan Desta Adhytia dari ISA Diklat, terlibat perkelahian. Insiden itu terjadi tak lama setelah Iwan duduk di tribun untuk menyaksikan pertandingan.<\/p>\n<p>Kedua pemain kemudian diganjar kartu merah. Bagi penyelenggara, kejadian tersebut menjadi catatan penting karena selama kompetisi berlangsung sejak musim 2025 hingga memasuki putaran kedua musim ini, perkelahian antarpemain seperti itu disebut baru pertama kali terjadi.<\/p>\n<p>\u201c<i>Gue apes dong, baru duduk langsung ada tawuran<\/i>,\u201d ujar Iwan, menanggapi insiden yang disaksikannya secara langsung.<\/p>\n<p>Komentar tersebut terasa ironis jika mengingat lagu <b><i>Mereka Ada di Jalan<\/i><\/b>, salah satu karya Iwan Fals yang terdapat dalam album <b><i>Belum Ada Judul<\/i><\/b> (1992). Kali ini, ia bukan sedang menyaksikan dinamika kehidupan di jalanan, melainkan persoalan disiplin dan pengendalian emosi di lapangan sepak bola.<\/p>\n<p><b>Bakat Saja Tidak Cukup<\/b><\/p>\n<p>Di balik insiden tersebut, Iwan melihat pentingnya pembinaan pemain muda yang tidak berhenti pada kemampuan teknik. Menurut dia, kompetisi usia remaja juga harus menjadi ruang pendidikan karakter, tempat pemain belajar menghormati lawan, mengendalikan emosi, dan mengutamakan kepentingan tim.<\/p>\n<p>\u201cMereka harus diberi literasi pembelajaran disiplin, belajar bermain <b><i>teamwork<\/i><\/b>, dan belajar bermental kesatria. Mereka adalah pemain masa depan Indonesia. Wajib dibimbing dari skill, stamina, dan mentalnya. Ini tugasnya Toro untuk mengelola 1.000 pemain remaja,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Pesan Iwan menjadi pengingat bahwa pembinaan sepak bola usia muda bukan semata-mata tentang mencetak gol, memenangkan pertandingan, atau membuka jalan menuju klub profesional. Ada karakter dan kedewasaan yang harus tumbuh bersamaan dengan keterampilan bermain.<\/p>\n<p>Bagi para pemain yang masih berada dalam tahap pembentukan, kekalahan, provokasi, maupun keputusan wasit seharusnya menjadi bagian dari proses belajar. Kemampuan menerima keputusan, menghormati lawan, dan menjaga emosi merupakan bekal penting bagi siapa pun yang bercita-cita meniti karier di sepak bola profesional.<\/p>\n<p>Kunjungan Iwan Fals pun menghadirkan dua sisi dari sebuah kompetisi pembinaan usia muda. Di satu sisi, ada lapangan yang tertata dan kesempatan bagi ribuan remaja untuk mengejar mimpi. Di sisi lain, ada pekerjaan rumah untuk memastikan bahwa mereka tidak hanya tumbuh menjadi pemain yang terampil, tetapi juga atlet yang disiplin dan bermental kesatria.<\/p>\n<p>Sebab, masa depan sepak bola Indonesia tidak cukup dibangun dengan kaki-kaki yang terampil. Ia juga membutuhkan karakter kuat yang terbentuk sejak usia muda.(red\/py).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | JAKARTA \u2014 Musisi legendaris Iwan Fals menyempatkan diri menyaksikan pertandingan Liga Jakarta U-17 di Lapangan PSF-MBAU Pancoran, Jakarta, Sabtu (24\/10\/2026). Kedatangannya bukan sekadar untuk menikmati permainan sepak bola usia muda, melainkan juga melihat langsung keseriusan sahabat lamanya, Erwiyantoro, yang akrab disapa Mbah Coco, dalam membina ribuan pemain remaja. \u201cGue mau nonton 1.000 anak-anak<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":76824,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[838,765,2058,1623,2061,2059,2060],"class_list":["post-76820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori","tag-iwanfals","tag-sepakbolaindonesia","tag-ligajakartau17","tag-mbahcoco","tag-pembinaanpemainmuda","tag-psfpancoran","tag-sepakbolausiamuda"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=76820"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":76825,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/76820\/revisions\/76825"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/76824"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=76820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=76820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=76820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}