{"id":77081,"date":"2026-10-25T12:37:45","date_gmt":"2026-10-25T05:37:45","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=77081"},"modified":"2026-10-25T12:37:45","modified_gmt":"2026-10-25T05:37:45","slug":"ciptakan-udara-sejuk-saat-jrf-2026-jakarta-optimalkan-modifikasi-cuaca-dan-water-mist","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/25\/ciptakan-udara-sejuk-saat-jrf-2026-jakarta-optimalkan-modifikasi-cuaca-dan-water-mist\/","title":{"rendered":"Ciptakan Udara Sejuk Saat JRF 2026, Jakarta Optimalkan Modifikasi Cuaca dan Water Mist"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | JAKARTA \u2013 Kualitas udara Jakarta menunjukkan tren perbaikan pada hari pertama Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24\/10). Udara yang terasa lebih sejuk dan penurunan konsentrasi sejumlah polutan menjadi kabar baik bagi lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara yang mengikuti ajang tersebut.<\/p>\n<p>Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengupayakan kondisi tersebut melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta penyemprotan kabut air atau <b><i>water mist<\/i><\/b> di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan lomba.<\/p>\n<p>Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU), konsentrasi PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida (SO\u2082) cenderung menurun pada Sabtu pagi, terutama pada pukul 04.00\u201307.00 WIB.<\/p>\n<p>Di Jakarta Selatan, konsentrasi PM2,5 pada pukul 04.00\u201305.00 WIB tercatat berkisar 12\u201332 mikrogram per meter kubik (\u00b5g\/m\u00b3), di bawah baku mutu yang disebutkan sebesar 55 \u00b5g\/m\u00b3. Sementara itu, wilayah pesisir Jakarta Utara mencatat konsentrasi PM2,5 sekitar 9\u201317 \u00b5g\/m\u00b3 pada pukul 04.00\u201307.00 WIB.<\/p>\n<p>Tren penurunan juga terlihat di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat. Di Jakarta Pusat, konsentrasi PM2,5 dan PM10 pada pagi hari tercatat dalam kisaran 12\u201343 \u00b5g\/m\u00b3.<\/p>\n<p>Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa perubahan konsentrasi polutan dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi meteorologi hingga aktivitas sumber emisi lokal. OMC juga berpotensi memberikan kontribusi melalui hujan yang membantu mengurangi partikulat di atmosfer lewat proses deposisi basah (<b><i>wet deposition<\/i><\/b>).<\/p>\n<p>\u201cPemantauan SPKU menunjukkan kecenderungan penurunan konsentrasi polutan di lima wilayah Jakarta pada Sabtu pagi. Kondisi ini dapat dipengaruhi berbagai faktor meteorologi, termasuk kemungkinan kontribusi OMC. Namun, diperlukan analisis lanjutan untuk memastikan besarnya pengaruh masing-masing faktor dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara,\u201d ujar Dudi.<\/p>\n<p><b>Empat sorti penerbangan OMC<\/b><\/p>\n<p>Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan OMC dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat selama penyelenggaraan JRF 2026.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, sesuai harapan, pada hari pertama Jakarta Running Festival kondisi udara Jakarta terasa lebih nyaman. Kami terus memantau perkembangan cuaca bersama BMKG agar pelaksanaan OMC dapat dilakukan secara tepat sasaran,\u201d kata Marulitua.<\/p>\n<p>Berdasarkan laporan BPBD, OMC telah dilaksanakan melalui empat sorti penerbangan pada 21\u201323 Oktober menggunakan pesawat PK-SNH dengan bahan semai natrium klorida (NaCl). Penyemaian dilakukan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.<\/p>\n<p>Dalam periode tersebut, hujan dengan intensitas bervariasi juga tercatat di sejumlah wilayah sekitar Jakarta. Pada Jumat (23\/10), hujan ringan hingga sedang terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.<\/p>\n<p>Meski demikian, Pemprov DKI menegaskan bahwa pengaruh OMC terhadap penurunan polutan masih memerlukan kajian lebih lanjut agar dampaknya dapat diukur secara tepat.<\/p>\n<p><b>Water mist bantu sejukkan lintasan<\/b><\/p>\n<p>Selain modifikasi cuaca, Pemprov DKI mengerahkan penyemprotan <b><i>water mist <\/i><\/b>untuk membantu menyejukkan lingkungan di sepanjang lintasan lomba. Kegiatan ini dilakukan oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Upaya tersebut diharapkan menambah kenyamanan peserta, terutama ketika jumlah pelari meningkat dan suhu udara mulai naik.<\/p>\n<p>Salah seorang peserta JRF 2026 asal Jakarta Selatan, Dwi, mengaku merasakan udara yang cukup sejuk saat mengikuti perlombaan pada Sabtu pagi.<\/p>\n<p>\u201cPagi ini udaranya lumayan adem, jadi lebih enak buat lari. Tadi juga ada penyemprotan air di beberapa titik. Cukup membantu, apalagi kalau sudah mulai ramai dan matahari naik,\u201d tutur Dwi.<\/p>\n<p>BPBD bersama BMKG terus memantau perkembangan cuaca sebagai dasar evaluasi pelaksanaan OMC berikutnya. Pemantauan ini dilakukan untuk mendukung kenyamanan peserta sekaligus menjaga kelancaran Jakarta Running Festival hingga hari kedua, Minggu (25\/10).<\/p>\n<p>-Red\/py).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | JAKARTA \u2013 Kualitas udara Jakarta menunjukkan tren perbaikan pada hari pertama Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Sabtu (24\/10). Udara yang terasa lebih sejuk dan penurunan konsentrasi sejumlah polutan menjadi kabar baik bagi lebih dari 37.000 pelari dari 48 negara yang mengikuti ajang tersebut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengupayakan kondisi tersebut melalui Operasi<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":77083,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[247],"tags":[118,2056,2065,2062,2063,2064],"class_list":["post-77081","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-daerah","tag-jakarta","tag-jakartarunningfestival2026","tag-jrf2026","tag-kualitasudarajakarta","tag-operasimodifikasicuaca","tag-watermist-pemprovdki"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77081","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77081"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77081\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":77087,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77081\/revisions\/77087"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77083"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77081"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77081"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77081"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}