{"id":78464,"date":"2026-10-27T08:50:11","date_gmt":"2026-10-27T01:50:11","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=78464"},"modified":"2026-10-27T08:50:11","modified_gmt":"2026-10-27T01:50:11","slug":"dari-hannover-ke-bandung-jejak-agus-gumiwang-meletakkan-fondasi-desain-chip-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/27\/dari-hannover-ke-bandung-jejak-agus-gumiwang-meletakkan-fondasi-desain-chip-nasional\/","title":{"rendered":"Dari Hannover ke Bandung: Jejak Agus Gumiwang Meletakkan Fondasi Desain Chip Nasional"},"content":{"rendered":"<p>Dalam lanskap industri global yang semakin terdigitalisasi, semikonduktor atau\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0telah menjelma menjadi salah satu komponen paling vital yang menentukan keberlangsungan, daya saing, dan kemandirian industri suatu negara. Hampir seluruh sektor industri strategis, mulai dari pertahanan, otomotif, dirgantara, telekomunikasi, energi, hingga kecerdasan buatan (<i>artificial intelligence<\/i>, AI) sangat bergantung pada teknologi dan kesediaan\u00a0<i>chip<\/i>.\u00a0<i>Chip<\/i>\u00a0karena itu merupakan aset strategis yang menentukan kekuatan ekonomi dan bahkan posisi suatu negara dalam persaingan geopolitik global.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Akhir-akhir ini kelangkaan\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0global kembali menekan sektor manufaktur. International Data Corporation (IDC), sebuah perusahaan riset pasar global, pada awal Oktober 2026 merilis data yang menunjukkan pengiriman komputer pribadi dunia pada triwulan III 2026 turun sebesar 20,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Di segmen ponsel pintar, Counterpoint Research mencatat penurunan pengiriman sekitar 20 persen, terendah untuk triwulan ketiga sejak tahun 2012.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penyebab utamanya adalah tersedotnya pasokan\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0ke pusat data kecerdasan artifisial (AI). Produsen\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0memprioritaskan produk untuk AI, sehingga pasokan bagi elektronik rumah tangga dan otomotif menyusut dan harganya melonjak. Sejumlah eksekutif industri memperkirakan kekurangan ini dapat berlanjut hingga tahun 2028.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kebutuhan\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0yang sangat besar untuk berbagai sektor industri dalam negeri yang saat ini masih diimpor, sejak awal telah disadari oleh Menteri Perindustrian saat itu, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK). Ia menyebut tingginya ketergantungan impor semikonduktor sebagai \u201csinyal penting bagi terbentuknya ekosistem industri semikondutor dalam rangka memperkuat ketahanan industri nasional.\u201d Menurut AGK, kondisi itu harus dijawab dengan langkah-langkah konkret sebagai fondasi kemandirian industri semikonduktor.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Upaya itu berawal dari penjajakan Kemenperin dengan pelaku industri semikonduktor global di ajang Hannover Messe 2022. Dari sana, Kemenperin di bawah AGK memetakan celah yang paling realistis bagi Indonesia untuk masuk ke rantai pasok semikonduktor dunia. AGK menyebut langkah ini sebagai strategi awal dengan pendekatan \u201cyang realistis dan terukur.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Atas prakarsa AGK, Kemenperin kemudian menetapkan peta jalan semikonduktor yang mencakup empat pilar, yakni material, desain, fabrikasi, perakitan, pengujian, dan pengemasan. Desain\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0dan talenta ditempatkan sebagai penggerak tahap awal, dengan pertimbangan bahwa Indonesia sudah memiliki fasilitas perakitan dan pengujian semikonduktor di Batam serta satu perusahaan desain sirkuit terpadu yang telah masuk ke dalam rantai pasok global.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>AGK memilih desain\u00a0<i>chip<\/i>, bukan fabrikasi, sebagai pintu masuk. Menurutnya, desain\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0adalah segmen bernilai tambah tinggi yang bertumpu pada kekuatan sumber daya manusia, sehingga paling realistis digarap Indonesia pada tahap awal. Ini karena Indonesia belum memiliki kapasitas fabrikasi wafer. \u201cFokus awal kami adalah menyiapkan SDM yang mampu mendesain\u00a0<i>chip<\/i>,\u201d ujar AGK dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR pada Januari 2026. Ia menegaskan pengembangan industri semikonduktor tidak bisa instan, melainkan harus ditempuh secara bertahap, konsisten, dan berkesinambungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk menjalankan peta jalan semikonduktor, Kemenperin memprakarsai Indonesia\u00a0<i>Chip<\/i>\u00a0Design Collaborative Center (ICDEC) pada tahun 2023 bersama PT. Hartono Istana Teknologi (Polytron) dan pakar desain\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0dari 13 universitas terkemuka di Indonesia. AGK memastikan ICDEC berdiri sebagai organisasi nirlaba yang tidak bergantung pada APBN, melainkan bertumpu pada kolaborasi dengan perguruan tinggi, industri, dan mitra global. Kini ICDEC bermitra dengan 16 perguruan tinggi dan tujuh pelaku industri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Hannover Messe, yang ditujukan untuk mencetak desainer\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0agar Indonesia masuk ke dalam rantai pasok global. Pada Januari 2026, AGK meresmikan fasilitas ICDEC di ITB Innovation Park, Bandung, bersamaan dengan Indonesia Semiconductor Summit 2026. Tiga bulan kemudian, ICDEC menandatangani kerja sama dan surat minat pengembangan SDM dengan Intel, National Taiwan Normal University, dan President University.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selanjutnya, pelatihan desain\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0bersama Polytron, IMEC Belgia, dan Cadence dimulai pada Oktober 2024 di Kudus. Kemenperin juga menandatangani nota kesepahaman dengan Apple yang memuat komitmen riset dan pengembangan di Indonesia melalui ICDEC. Kerja sama ini sekaligus menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar dalam ekosistem inovasi global.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Senada dengan AGK, Ketua ICDEC Trio Adiono menilai desain\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0sebagai titik masuk strategis bagi Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor global. Melalui riset dan pendidikan yang konsisten, jelas dia, Indonesia dapat menjadi produsen pengetahuan dan talenta, bukan hanya sekadar pasar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Desain\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0adalah langkah awal bagi Indonesia untuk memasuki rantai pasok industri global yang kian terdigitalisasi. Di tengah persaingan global untuk memperebutkan pasokan, kemampuan merancang\u00a0<i>chip<\/i>\u00a0sendiri menjadi salah satu cara Indonesia memperkuat posisi tawar dan masuk ke dalam rantai pasok semikonduktor global.<\/p>\n<div id=\"wpdevar_comment_2\">\n<div class=\"fb-comments\" data-href=\"https:\/\/sulutnews.com\/dari-hannover-ke-bandung-jejak-agus-gumiwang-meletakkan-fondasi-desain-chip-nasional\/\" data-order-by=\"social\" data-numposts=\"7\" data-width=\"100%\"><\/div>\n<\/div>\n<div id=\"sulut-2454342790\" class=\"sulut-after-content sulut-entity-placement\" role=\"region\" aria-label=\"Advertisements\"><\/div>\n<p><strong>Artikel ini juga tayang di\u00a0<a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/c1708b54-9cd9-4d45-a44e-f355f31eaa7b\/b8f8ed51-f40b-480c-ac0d-78f939b41202\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VRITIMES<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam lanskap industri global yang semakin terdigitalisasi, semikonduktor atau\u00a0chip\u00a0telah menjelma menjadi salah satu komponen paling vital yang menentukan keberlangsungan, daya saing, dan kemandirian industri suatu negara. Hampir seluruh sektor industri strategis, mulai dari pertahanan, otomotif, dirgantara, telekomunikasi, energi, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) sangat bergantung pada teknologi dan kesediaan\u00a0chip.\u00a0Chip\u00a0karena itu merupakan aset strategis yang<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":78469,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-78464","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-featured"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78464","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78464"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78464\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78470,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78464\/revisions\/78470"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78469"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78464"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78464"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78464"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}