{"id":79278,"date":"2026-10-28T09:27:24","date_gmt":"2026-10-28T02:27:24","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=79278"},"modified":"2026-10-28T09:27:24","modified_gmt":"2026-10-28T02:27:24","slug":"jakarta-film-week-2026-resmi-berakhir-filipinana-dan-nobody-loves-kay-sabet-penghargaan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/28\/jakarta-film-week-2026-resmi-berakhir-filipinana-dan-nobody-loves-kay-sabet-penghargaan\/","title":{"rendered":"Jakarta Film Week 2026 Resmi Berakhir, Filipi\u00f1ana dan Nobody Loves Kay Sabet Penghargaan"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong>\u00a0 | JAKARTA \u2014 Festival film Jakarta Film Week 2026 resmi berakhir di CGV Grand Indonesia, Minggu (25\/10) malam. Film <b><i>Filipi\u00f1ana<\/i><\/b> karya Rafael Manuel meraih Global Feature Award, sementara <b><i>Nobody Loves Kay<\/i><\/b> garapan Bernardus Raka membawa pulang Direction Award, penghargaan tertinggi untuk kategori film Indonesia.<\/p>\n<p>Penutupan festival yang berlangsung selama lima hari, sejak 21 Oktober 2026, ditandai dengan pemutaran <b><i>Laut Bercerita<\/i><\/b>, film adaptasi novel karya Leila S. Chudori yang mengangkat kisah aktivisme mahasiswa pada masa Orde Baru, penghilangan paksa, serta perjuangan keluarga mencari jawaban atas kehilangan orang-orang yang mereka cintai.<\/p>\n<p>Jakarta Film Week 2026 menghadirkan lebih dari 5.000 penonton, sineas, dan pelaku industri perfilman dari berbagai negara. Festival ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya, tetapi juga membuka peluang pengembangan proyek dan kolaborasi internasional bagi perfilman Indonesia.<\/p>\n<p><b>Filipi\u00f1ana Unggul, Nobody Loves Kay Wakili Film Indonesia<\/b><\/p>\n<p>Salah satu sorotan utama malam penghargaan adalah kemenangan <b><i>Filipi\u00f1ana<\/i><\/b>, film produksi Filipina, Inggris, Singapura, Prancis, dan Belanda. Karya Rafael Manuel tersebut dinilai kuat dalam menggambarkan persinggungan gender dan kelas di tengah struktur sosial yang dibentuk oleh privilese dan warisan kolonial.<\/p>\n<p>Juri mengapresiasi pendekatan visual film tersebut yang dinilai mampu mengubah gambaran keruntuhan tatanan sosial menjadi pengalaman sinematik yang puitis.<\/p>\n<p>Sementara itu, <b><i>Nobody Loves Kay<\/i><\/b> karya Bernardus Raka meraih Direction Award. Film ini mengangkat hubungan antarmanusia dan proses pendewasaan dalam dunia esports.<\/p>\n<p>Penghargaan lainnya diberikan kepada <b><i>Bleat<\/i><\/b>!karya Ananth Subramaniam yang memenangkan Global Short Award, serta <b><i>What We Leave Behind <\/i><\/b>karya Jean-S\u00e9bastien Hamel dan Alexandra Myotte sebagai penerima Global Animation Award.<\/p>\n<p>Adapun Jakarta Film Fund Award diraih <b><i>The Year Without Summer<\/i><\/b> karya Rayhan Dharmawan, yang diapresiasi karena menggambarkan kehidupan Jakarta masa kini dengan pendekatan yang peka dan jujur.<\/p>\n<p><b>JFWNET Buka Peluang Kolaborasi Internasional<\/b><\/p>\n<p>Selain kompetisi film, Jakarta Film Week 2026 mengumumkan penerima JFWNET\u2014Industry Program Awards. Program ini memberikan dukungan bagi pengembangan cerita, produksi, pascaproduksi, hingga akses menuju jaringan industri film internasional.<\/p>\n<p>Dalam kategori Producers Lab MTN Development Grant, dukungan diberikan kepada Utari Hanif Assyuri melalui proyek <b><i>SALTSTORM<\/i><\/b>!.<\/p>\n<p>Tiga proyek, yakni <b><i>A Burnt Engine Who Can\u2019t See the Light<\/i><\/b> karya Jonathan Gradiyan, <b><i>Rollinghead <\/i><\/b>karya Panji Respati, dan <b><i>Irama Rama <\/i><\/b>karya Dendy Ariza Putra, terpilih mengikuti Platform Busan 2027.<\/p>\n<p>Sementara itu, Pitching Forum MTN Development Grant diberikan kepada <b><i>Gokill<\/i><\/b>, yang disutradarai Amanda Iswan dan diproduseri James Erlangga.<\/p>\n<p>Proyek <b><i>My Tears, A Sea for Jakarta to Sink <\/i><\/b>karya Andrea Nirmala Widjajanto dan produser Nirartha Bas Diwangkara memperoleh dua penghargaan sekaligus, yakni Jakarta Film Commission Development Grant dan QCinema Special Prize.<\/p>\n<p>Dukungan internasional lainnya berupa HKIFF Industry Award diberikan kepada <b><i>Holy Mother<\/i><\/b>, karya sutradara Sinung Winahyoko dan produser Fadhila Ristianty. Bunga Ineza juga terpilih mengikuti EFM Toolbox Berlinale 2027.<\/p>\n<p>Untuk kebutuhan pascaproduksi, Super 8mm Studio Post Production Support diberikan kepada Gabriela Serrano melalui proyek <b><i>Music Memory<\/i><\/b>. Adapun BSM Premiere Gear Fund mendukung tujuh proyek film, yaitu <b><i>Badass Boi<\/i><\/b>, <b><i>Push Rank<\/i><\/b>, <b><i>My Tears, A Sea for Jakarta to Sink<\/i><\/b>, <b><i>Script: Maria<\/i><\/b>, <b><i>Holy Mother<\/i><\/b>, <b><i>Gokill<\/i><\/b>, dan <b><i>Oh&#8230; Marijuana<\/i><\/b>!.<\/p>\n<p>Program Producers Lab, Talents Hub, dan Pitching Forum turut mendapat dukungan Manajemen Talenta Nasional (MTN), Kementerian Kebudayaan RI.<\/p>\n<p><b>Laut Bercerita Tutup Festival dengan Kisah Ingatan dan Kehilangan<\/b><\/p>\n<p>Pemutaran <b><i>Laut Bercerita <\/i><\/b>menjadi penanda berakhirnya rangkaian festival tahun ini. Sejumlah pemeran turut hadir, di antaranya Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Kevin Julio, dan sejumlah pemain lainnya.<\/p>\n<p>Diadaptasi dari novel Leila S. Chudori, film ini mengikuti perjalanan Biru Laut dan kawan-kawannya dalam gerakan aktivisme mahasiswa pada masa Orde Baru. Kisahnya juga menyoroti keluarga yang terus berjuang mencari kepastian mengenai nasib orang-orang terkasih yang hilang.<\/p>\n<p>Pemilihan film tersebut menghadirkan penutup yang kuat bagi festival, sekaligus mengajak penonton kembali melihat hubungan antara sinema, sejarah, ingatan, dan kemanusiaan.<\/p>\n<p>Dalam pernyataannya, Rina Damayanti menegaskan bahwa Jakarta Film Week bukan semata-mata tentang film yang diputar, melainkan juga pertemuan antarmanusia, pertukaran gagasan, dan kolaborasi yang tumbuh dari festival.<\/p>\n<p>Ahmad Mahendra juga menyampaikan apresiasi kepada sineas, pelaku industri, mitra, komunitas, serta penonton yang telah menjadi bagian dari penyelenggaraan tahun ini. Ia berharap hubungan yang terbangun selama festival dapat berlanjut dan memberikan kontribusi bagi perkembangan perfilman Indonesia.<\/p>\n<p><b>Ragam Film Warnai Hari Terakhir<\/b><\/p>\n<p>Selain pengumuman penghargaan, hari terakhir Jakarta Film Week menghadirkan beragam pemutaran dan diskusi.<\/p>\n<p>Film <b><i>Forza<\/i><\/b> ditayangkan dalam program Family Time, dengan sesi tanya jawab bersama produser Shierly Kosasih serta pemeran Ghazi Alhabsyi, Atiqah Hasiholan, dan Tio Pakusadewo. Film tersebut mengikuti perjuangan Bima mengejar cita-cita menjadi pesepak bola dengan latar hubungan keluarga dan kehidupan desa.<\/p>\n<p>Hari terakhir juga diwarnai world premiere <b><i>Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati<\/i><\/b>, drama-komedi garapan Kuntz Agus yang diadaptasi dari novel Brian Khrisna. Diskusi setelah pemutaran menghadirkan Nia Daniaty, Bene, Zulfa Maharani, Jourdy Pranata, dan Chicco Kurniawan.<\/p>\n<p>Di program Global Feature Official Selection, film Prancis <b><i>Too Many Beasts<\/i><\/b> karya Sarah Arnold menghadirkan satire politik dalam balutan komedi gelap. Sutradara Sarah Arnold dan penulis naskah J\u00e9r\u00e9mie Dubois turut berdiskusi bersama penonton mengenai humor, keberanian mengambil risiko, dan cara film merespons situasi sosial.<\/p>\n<p>Program lain meliputi <b><i>The Girl With The Leica<\/i><\/b>, <b><i>Couture<\/i><\/b>, serta pemutaran <b><i>Stepping on the Flying Grass<\/i><\/b> atau <b><i>Cita-Citaku Setinggi Tanah<\/i><\/b> karya Eugene Panji dalam program Classique.<\/p>\n<p>Untuk penonton keluarga, festival juga menghadirkan film animasi Brasil <b><i>Papaya<\/i><\/b> karya Priscilla Kellen serta sejumlah film anak melalui program Layar Anak Indonesiana TV.<\/p>\n<p>Berakhirnya Jakarta Film Week 2026 menegaskan peran festival sebagai ruang perjumpaan antara karya, penonton, dan industri. Di balik layar yang telah ditutup, berbagai proyek dan jaringan baru diharapkan menjadi pijakan bagi perjalanan berikutnya perfilman Indonesia menuju panggung internasional.(red\/py).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | JAKARTA \u2014 Festival film Jakarta Film Week 2026 resmi berakhir di CGV Grand Indonesia, Minggu (25\/10) malam. Film Filipi\u00f1ana karya Rafael Manuel meraih Global Feature Award, sementara Nobody Loves Kay garapan Bernardus Raka membawa pulang Direction Award, penghargaan tertinggi untuk kategori film Indonesia. Penutupan festival yang berlangsung selama lima hari, sejak 21 Oktober<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":79284,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[165,163,240,1615,2087,1612,1396],"class_list":["post-79278","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-example-1","tag-filmindonesia","tag-nobodyloveskay","tag-perfilmanindonesia","tag-festivalfilm","tag-filipinana","tag-jakartafilmweek2026","tag-lautbercerita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79278","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=79278"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79278\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":79288,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/79278\/revisions\/79288"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/79284"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=79278"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=79278"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=79278"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}