{"id":80782,"date":"2026-10-29T21:25:37","date_gmt":"2026-10-29T14:25:37","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=80782"},"modified":"2026-10-29T21:25:37","modified_gmt":"2026-10-29T14:25:37","slug":"samuel-ray-kesuksesan-karier-bukan-sekadar-jabatan-tetapi-tujuan-dan-makna-dalam-bekerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/29\/samuel-ray-kesuksesan-karier-bukan-sekadar-jabatan-tetapi-tujuan-dan-makna-dalam-bekerja\/","title":{"rendered":"Samuel Ray: Kesuksesan Karier Bukan Sekadar Jabatan, tetapi Tujuan dan Makna dalam Bekerja"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong> | Jakarta, 26 Oktober 2026 \u2014 Kreator konten dan praktisi HR, Samuel Ray membagikan pengalamannya dalam meniti karier hingga saat ini. Bertemu dengan banyak calon kandidat pekerja dan kerap membagikan ilmu serta pengalamannya di media sosial, membuat Sam tersadar banyak para pekerja muda dilanda kecemasan.<\/p>\n<p>Kecemasan tersebut terjadi karena terkadang ditemukan bahwa mereka merasa galau dengan pekerjaan pertama yang tak sesuai. Atau bahkan mereka harus menjalani masa percobaan (probation) demi percobaan.<\/p>\n<p><b><i>Pengalamannya itu pun ia tuangkan dalam buku Lagi Probation, yang kini juga diadaptasi ke dalam film layar lebar produksi BASE Entertainment berjudul Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?.<\/i><\/b><br \/>\n<b><i> <\/i><\/b><br \/>\n\u201cSaya tidak pernah menyangka bisa sampai ada di titik ini. Membayangkan pun tidak berani, karena saya tahu banyak yang saya tulis juga ada keterbatasannya sebagai HR Manager. Tidak semua ilmu HR saya tahu. Jadi saya membagikan apa yang saya tahu,\u201d kata Samuel Ray.<\/p>\n<p>Namun, justru dari perjalanan tersebut membuat Sam tersadar, bahwa pekerjaan pertama memang tak menjadi penentu nilai diri. Dan ia berefleksi, apa pun yang bisa dicoba, jangan takut untuk mencobanya. Sam pun demikian, dari berkarier sebagai pekerja kantoran, lalu menjadi penulis, kreator konten, lalu kini bukunya diadaptasi ke film.<\/p>\n<p>\u201cSaya 11 tahun (bekerja di) korporat, sebelum akhirnya resign. Dulu waktu awal mulai, kerja di bank Jepang. Ya akhirnya, along the years, menyadari bahwa kerja itu mengejar sesuatu. Setiap musim hidup pasti ada bedanya. Usia 20-an mengejar prestise, title di kartu nama. Kalau sudah manajer, beda rasanya kalau ngasih kartu nama. Tapi sekarang mungkin sudah masuk 30-an akhir, ngejar balance. Balance dan aktualisasi diri,\u201d cerita Sam.<\/p>\n<p>Film Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? merefleksikan nilai-nilai yang ditulis Sam di bukunya. Mulai dari persaingan di dunia kerja, nilai-nilai pantang menyerah, dan potret realita kehidupan warga Jakarta dalam mencari kerja.<\/p>\n<p>\u201cBukunya banyak berbicara tentang kerja keras dan pantang menyerah. Masa probation itu kan kalau kita anggap dalam karier itu tiga bulan yang serba tidak pasti. Apa pun bisa terjadi. Bisa lulus probation, bisa tidak lulus, bisa pindah ke tempat lain. Film ini adalah perjuangan teman-teman pekerja dan pencari kerja,\u201d ujar Sam.<\/p>\n<p>\u201cSalah satu yang juga bisa kita refleksikan adalah bagaimana kita harus coba aja terus,\u201d tambah Sam.<\/p>\n<p>Disutradarai oleh Archie Hekagery, Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih? diproduseri oleh Shanty Harmayn dan Aoura Lovenson Chandra. Film ini dibintangi oleh Aurora Ribero, Rey Bong, Gabriella Ekaputri, Daffa Wardhana, Arafah Rianti, dan Lutfi Afansyah.<\/p>\n<p>Ikuti perkembangan terbaru film Lagi Probation di akun Instagram @filmlagiprobation dan @base.id. Tonton filmnya di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.(Bdy).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | Jakarta, 26 Oktober 2026 \u2014 Kreator konten dan praktisi HR, Samuel Ray membagikan pengalamannya dalam meniti karier hingga saat ini. Bertemu dengan banyak calon kandidat pekerja dan kerap membagikan ilmu serta pengalamannya di media sosial, membuat Sam tersadar banyak para pekerja muda dilanda kecemasan. Kecemasan tersebut terjadi karena terkadang ditemukan bahwa mereka merasa<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":80784,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-80782","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-celebs"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80782","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80782"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80782\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":80785,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80782\/revisions\/80785"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80784"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80782"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80782"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80782"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}