{"id":81114,"date":"2026-10-30T10:43:09","date_gmt":"2026-10-30T03:43:09","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=81114"},"modified":"2026-10-30T10:43:09","modified_gmt":"2026-10-30T03:43:09","slug":"maliq-dessentials-garap-mandiri-video-minimalis-album-kabar-gembira","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/30\/maliq-dessentials-garap-mandiri-video-minimalis-album-kabar-gembira\/","title":{"rendered":"Maliq &amp; D\u2019Essentials Garap Mandiri Video Minimalis Album &#8216;Kabar Gembira&#8217;"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>Analisnews.co.id<\/strong>\u00a0 | JAKARTA, \u2013 Grup musik Maliq &amp; D\u2019Essentials menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan album kesepuluh mereka, Kabar Gembira. Tak hanya menggarap musik, band yang telah lebih dari dua dekade berkarya ini juga merancang sendiri konsep video minimalis untuk setiap lagu dalam album tersebut.<\/p>\n<p>Penabuh drum Maliq &amp; D\u2019Essentials, Widi Puradiredja, mengatakan konsep visual minimalis dipilih agar penonton memiliki kebebasan menafsirkan pesan dan makna lagu melalui imajinasi masing-masing. Dengan begitu, elemen visual tidak mendominasi pengalaman menikmati musik.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi setiap personel untuk mengekspresikan diri secara lebih natural.<\/p>\n<p>&#8220;Gua lebih pengin ngebebasin anak-anak ekspresinya sesuai apa yang dirasain aja gitu,&#8221; ujar Widi dalam sesi dengar album terbaru Maliq &amp; D\u2019Essentials di Jakarta, Kamis.<\/p>\n<p>Menurut Widi, pilihan tersebut tidak terlepas dari karakter Maliq &amp; D\u2019Essentials ketika tampil di atas panggung. Selama lebih dari 20 tahun berkarier, mereka terbiasa meminta tim produksi konser membatasi penggunaan tata lampu dan visual yang terlalu mencolok agar perhatian penonton tetap tertuju pada musik.<\/p>\n<p>Proses produksi video musik pun dilakukan secara mandiri di markas band dengan memanfaatkan latar layar hijau atau green screen. Para personel menargetkan penyelesaian tiga video dalam sehari, dibantu editor yang memahami penyutradaraan.<\/p>\n<p>Vokalis Maliq &amp; D\u2019Essentials, Indah Wisnuwardhana, mengungkapkan bahwa proses pengambilan gambar dilakukan secara terpisah. Setiap personel direkam tanpa mengetahui aksi anggota lainnya sehingga mereka harus memperkirakan gerakan satu sama lain.<\/p>\n<p>Hasil kreativitas tersebut kini menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada publik melalui Kabar Gembira Exhibition.<\/p>\n<p>Pameran yang merupakan kolaborasi Sony Music Entertainment Indonesia dan Connect by ASHTA itu berlangsung di lantai dasar mal kawasan SCBD, Jakarta, mulai 30 Oktober hingga 17 November 2026.<\/p>\n<p>Tak sekadar memperkenalkan album, eksibisi ini juga menjadi ruang untuk memperlihatkan transformasi Maliq &amp; D\u2019Essentials dalam membangun ekosistem bisnis kreatif melalui MAD HAUS.<\/p>\n<p>MAD HAUS merupakan markas sekaligus wadah pengembangan berbagai aktivitas industri kreatif di luar musik. Pilar bisnis yang dikelola mencakup desain, pertunjukan teater hingga produk kerajinan.<\/p>\n<p>Melalui pameran ini, masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai aktivitas kreatif yang dikembangkan MAD HAUS.<\/p>\n<p>Langkah tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Maliq &amp; D\u2019Essentials tidak berhenti pada penciptaan musik. Mereka juga tengah memperluas identitas sebagai sebuah jenama kreatif yang menghubungkan musik, seni, desain, dan bisnis dalam satu ekosistem.(red\/py).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id\u00a0 | JAKARTA, \u2013 Grup musik Maliq &amp; D\u2019Essentials menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan album kesepuluh mereka, Kabar Gembira. Tak hanya menggarap musik, band yang telah lebih dari dua dekade berkarya ini juga merancang sendiri konsep video minimalis untuk setiap lagu dalam album tersebut. Penabuh drum Maliq &amp; D\u2019Essentials, Widi Puradiredja, mengatakan konsep visual minimalis<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":81118,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[561,318,1733,2123,2124,2000,2125],"class_list":["post-81114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-celebs","tag-kabarmusik","tag-musikindonesia","tag-industrikreatif","tag-kabargembira","tag-madhaus","tag-maliqanddessentials","tag-sonymusicindonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81114"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81119,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81114\/revisions\/81119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81118"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}