{"id":81914,"date":"2026-10-31T14:27:05","date_gmt":"2026-10-31T07:27:05","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=81914"},"modified":"2026-10-31T14:27:05","modified_gmt":"2026-10-31T07:27:05","slug":"972-peserta-didik-paket-c-di-lebak-ikuti-tka-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/10\/31\/972-peserta-didik-paket-c-di-lebak-ikuti-tka-2026\/","title":{"rendered":"972 Peserta Didik Paket C di Lebak Ikuti TKA 2026"},"content":{"rendered":"<p>LEBAK, Analisnews.co.id\u00a0 \u2013 Sebanyak 972 peserta didik program Paket C atau pendidikan kesetaraan setingkat SMA di Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh lembaga pendidikan nonformal dengan pembagian beberapa sesi di masing-masing lembaga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berdasarkan data penyelenggaraan, peserta TKA terdiri dari 580 laki-laki dan 392 perempuan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 33 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan satu Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Kabupaten Lebak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pelaksanaan TKA dimulai pada Sabtu hingga Minggu, 31 Oktober\u20131 November 2026, dengan materi mata pelajaran wajib. Selanjutnya, pelaksanaan sesi berikutnya dijadwalkan pada 7\u20138 November 2026 dengan materi mata pelajaran pilihan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>TKA merupakan salah satu instrumen untuk membantu pemerintah memetakan kualitas pendidikan secara nasional melalui pengukuran kemampuan akademik yang objektif dan terstandar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, hasil TKA dapat digunakan sebagai bahan pendukung atau validator nilai rapor dalam proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sesuai dengan ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketua Forum Komunikasi PKBM (FKPKBM) Kabupaten Lebak, Afuh Saepudin, mengatakan pelaksanaan TKA penting untuk diketahui masyarakat luas, terutama dalam mengubah pandangan terhadap pendidikan kesetaraan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurutnya, lulusan Paket B dan Paket C memiliki kesempatan untuk berkompetisi secara setara dengan lulusan pendidikan formal, termasuk dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&#8220;Kegiatan seperti ini sangat penting diketahui seluruh lapisan masyarakat agar stigma terhadap PKBM, khususnya lulusan pendidikan kesetaraan Paket B dan C, dapat dihilangkan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk berkompetisi dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sementara itu, Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Nonformal (PNF) Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Eti Suharti, menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA Paket C Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan kesetaraan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ia menyebutkan, pelaksanaan TKA yang melibatkan satu SPNF SKB dan PKBM di Kabupaten Lebak menjadi salah satu langkah untuk memastikan kemampuan akademik warga belajar dapat diukur secara terstandar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Menurut Eti, melalui TKA, warga belajar diharapkan memiliki kompetensi akademik yang terukur dan memperoleh pengakuan sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut juga menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pelaksanaan TKA ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan non formal sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi warga belajar untuk mengembangkan potensi dan meraih masa depan melalui jalur pendidikan kesetaraan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LEBAK, Analisnews.co.id\u00a0 \u2013 Sebanyak 972 peserta didik program Paket C atau pendidikan kesetaraan setingkat SMA di Kabupaten Lebak, Banten, mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh lembaga pendidikan nonformal dengan pembagian beberapa sesi di masing-masing lembaga. &nbsp; Berdasarkan data penyelenggaraan, peserta TKA terdiri dari 580 laki-laki dan 392 perempuan. Pelaksanaan kegiatan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":81915,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[244],"tags":[],"class_list":["post-81914","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-banten"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81914","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81914"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81914\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":81916,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81914\/revisions\/81916"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81915"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81914"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81914"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81914"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}