{"id":9066,"date":"2026-06-01T14:08:58","date_gmt":"2026-06-01T14:08:58","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=9066"},"modified":"2026-06-01T14:08:58","modified_gmt":"2026-06-01T14:08:58","slug":"waisak-2026-di-borobudur-menag-kebencian-hanya-berakhir-dengan-cinta-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/06\/01\/waisak-2026-di-borobudur-menag-kebencian-hanya-berakhir-dengan-cinta-kasih\/","title":{"rendered":"Waisak 2026 di Borobudur, Menag: Kebencian Hanya Berakhir dengan Cinta Kasih"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id<\/strong><\/em> | Magelang &#8211; Menteri Agama Nasaruddin Umar menggaungkan pesan perdamaian dan cinta kasih kepada dunia saat Puncak Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31\/5\/2026).<\/p>\n<p>Di tengah masih berlangsungnya berbagai konflik, peperangan, dan kekerasan di sejumlah belahan dunia, Menag mengajak seluruh umat manusia untuk menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan.<\/p>\n<p>\u201cDalam memaknai perayaan Waisak ini, dari pelataran Candi Borobudur ini, mari kita serukan perdamaian kepada dunia,\u201d ujar Nasaruddin di hadapan ribuan umat Buddha yang mengikuti rangkaian perayaan Waisak Nasional 2026.<\/p>\n<p>Menurut Menag, perdamaian tidak dapat terwujud selama kebencian terus dipelihara. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengedepankan cinta kasih sebagai jalan untuk memutus rantai konflik dan permusuhan.<\/p>\n<p>Mengutip ajaran Sang Buddha dalam Kitab Suci Dhammapada, Nasaruddin menegaskan bahwa kebencian tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kebencian.<\/p>\n<p>\u201cKebencian hanya akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih. Inilah hukum abadi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Pesan tersebut dinilai relevan dengan kondisi global saat ini, ketika berbagai ketegangan sosial, politik, dan kemanusiaan masih terjadi akibat egoisme kelompok, keserakahan, serta tumbuhnya prasangka dan kebencian.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan itu, Menag juga menyoroti capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) Indonesia yang berada pada level yang kokoh dan membanggakan, yakni stabil di atas angka 76,0. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa kohesi sosial dan toleransi antarumat beragama di Indonesia berada dalam kondisi yang sehat.<\/p>\n<p>\u201cPerayaan Waisak di Borobudur hari ini adalah bukti empiris bahwa angka indeks yang tinggi itu adalah cerminan kesadaran batin bangsa Indonesia yang semakin inklusif, dewasa, dan bijaksana,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Perayaan Waisak Nasional 2570 BE di Candi Borobudur kembali menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu contoh harmoni keberagaman di tingkat dunia. Ribuan umat Buddha yang mengikuti prosesi ibadah dengan khidmat menjadi gambaran nyata bahwa perbedaan dapat dirawat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai, rukun, dan sejahtera.<\/p>\n<p>Dari situs warisan dunia yang sarat nilai spiritual itu, pesan yang disampaikan bukan hanya untuk umat Buddha, melainkan juga untuk masyarakat global: bahwa perdamaian dapat dimulai dari kesediaan untuk mengikis kebencian dan menumbuhkan cinta kasih kepada sesama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | Magelang &#8211; Menteri Agama Nasaruddin Umar menggaungkan pesan perdamaian dan cinta kasih kepada dunia saat Puncak Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era (BE) di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (31\/5\/2026). Di tengah masih berlangsungnya berbagai konflik, peperangan, dan kekerasan di sejumlah belahan dunia, Menag mengajak seluruh umat manusia<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9068,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[99,104,101,100,103,102,98],"class_list":["post-9066","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori","tag-borobudur","tag-cintakasih-kerukunanumatberagama-toleransi-indonesiaharmoni-waisakborobudur-moderasiberagama","tag-kementerianagama","tag-nasaruddinumar","tag-perdamaiandunia","tag-trisuciwaisak","tag-waisak2026"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9066","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9066"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9066\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9070,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9066\/revisions\/9070"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9068"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9066"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9066"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9066"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}