{"id":9801,"date":"2026-06-03T16:34:23","date_gmt":"2026-06-03T16:34:23","guid":{"rendered":"https:\/\/analisnews.co.id\/?p=9801"},"modified":"2026-06-03T16:34:23","modified_gmt":"2026-06-03T16:34:23","slug":"gratis-di-tim-jakarta-future-festival-2026-ajak-publik-merumuskan-masa-depan-ibu-kota","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/2026\/06\/03\/gratis-di-tim-jakarta-future-festival-2026-ajak-publik-merumuskan-masa-depan-ibu-kota\/","title":{"rendered":"Gratis di TIM, Jakarta Future Festival 2026 Ajak Publik Merumuskan Masa Depan Ibu Kota"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Analisnews.co.id<\/strong><\/em> | Jakarta \u2014 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Future Festival (JFF) 2026 sebagai wadah partisipasi publik untuk membahas berbagai tantangan dan peluang pembangunan kota di masa depan. Festival yang akan berlangsung pada 5\u20137 Juni 2026 di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, ini terbuka untuk masyarakat secara gratis.<\/p>\n<p>Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya, JFF 2026 mengusung tema \u201cNavigating Resilience\u201d atau menavigasi ketangguhan. Tema tersebut dipilih sebagai respons atas berbagai isu strategis yang dihadapi Jakarta, mulai dari perubahan iklim, pengelolaan sampah, perumahan, tata kelola air, hingga pengembangan energi terbarukan.<\/p>\n<p>Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania, mengatakan festival ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan dan aspirasi terkait masa depan Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cJakarta Future Festival adalah festival perencanaan kota yang berupaya menghimpun energi dari berbagai unsur masyarakat. Kita bersama-sama mencurahkan ide dan gagasan untuk membangun Jakarta,\u201d ujar Atika dalam konferensi pers di Ruang Pola Bappeda, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3\/6\/2026).<\/p>\n<p>Menurut Atika, pembangunan Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan warga, komunitas, akademisi, pelaku usaha, hingga generasi muda menjadi faktor penting dalam merumuskan arah pembangunan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Tahun ini, JFF menghadirkan sejumlah program baru. Salah satunya adalah JFF for Kids, program edukasi yang memperkenalkan isu-isu perkotaan kepada anak-anak melalui pendekatan kreatif. Program tersebut digelar bekerja sama dengan Visinema dan Rekosistem, serta menghadirkan karakter populer seperti Jumbo, Nussa, Rara, dan Pelangi di Mars.<\/p>\n<p>Selain itu, terdapat sesi Jakarta Forecast yang membahas proyeksi masa depan ibu kota, serta Urban Talks yang mengangkat beragam persoalan perkotaan. Festival ini juga menghadirkan Urban Policy Lab, ruang kolaborasi yang mempertemukan komunitas pemikir muda seperti Think Policy dan Habibie Innovators untuk merancang solusi atas berbagai tantangan kota.<\/p>\n<p>Untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda, JFF 2026 menyelenggarakan Urban Debate, kompetisi debat bertema isu perkotaan bagi pelajar SMA. Tidak hanya itu, lebih dari 30 aktivasi komunitas turut meramaikan festival, mulai dari kegiatan silent reading, Indo Swing, hingga latihan tari Betawi.<\/p>\n<p>Atika menegaskan, JFF bukan sekadar festival hiburan, melainkan forum ilmiah yang mempertemukan berbagai perspektif dalam membahas isu-isu strategis perkotaan. Sejumlah topik yang menjadi fokus antara lain perubahan iklim, energi terbarukan, pengelolaan sampah, mitigasi urban heat island, perumahan, serta pengelolaan sumber daya air.<\/p>\n<p>Untuk memperkaya diskusi, Bappeda DKI Jakarta juga mengundang 18 profesor dari berbagai universitas di Amerika Serikat, Eropa, dan Inggris. Para akademisi tersebut akan terlibat dalam sesi Urban Knowledge Hub bersama para pakar nasional dan internasional.<\/p>\n<p>\u201cMereka akan bergabung dalam beberapa sesi dan berdiskusi bersama para pakar di Urban Knowledge Hub. Jadi, isu global juga akan dibahas bersama pembicara lokal dan internasional,\u201d kata Atika.<\/p>\n<p>Di sektor pariwisata, festival ini menghadirkan sesi khusus yang membahas strategi pengembangan destinasi wisata Jakarta. Diskusi tersebut melibatkan narasumber dari kementerian terkait serta para pegiat pariwisata.<\/p>\n<p>Seluruh hasil diskusi, lokakarya, dan masukan kebijakan yang muncul selama penyelenggaraan JFF 2026 akan didokumentasikan sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah. Hasilnya akan dirangkum dalam sebuah buku resmi yang dapat diunduh masyarakat secara gratis melalui kanal resmi Bappeda DKI Jakarta.<\/p>\n<p>Selain menghadirkan forum diskusi dan kolaborasi kebijakan, JFF 2026 juga menyuguhkan berbagai kegiatan kreatif seperti pameran fotografi kota, permainan board game bertema tantangan perkotaan, pertunjukan seni, hingga penampilan sejumlah musisi ternama seperti Maliq &amp; D\u2019Essentials, Kahitna, Yura Yunita, Endah N Rhesa, Bilal Indrajaya, Lalahuta, dan Ali Radio.<\/p>\n<p>Melalui festival ini, Pemprov DKI Jakarta berharap tercipta ruang dialog yang inklusif untuk mempertemukan berbagai gagasan lintas sektor dalam mewujudkan Jakarta yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing di masa depan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Analisnews.co.id | Jakarta \u2014 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Future Festival (JFF) 2026 sebagai wadah partisipasi publik untuk membahas berbagai tantangan dan peluang pembangunan kota di masa depan. Festival yang akan berlangsung pada 5\u20137 Juni 2026 di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, ini terbuka untuk masyarakat secara gratis. Memasuki tahun ketiga<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":9802,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[202,209,208,201,196,205,199,210,197,200,198,207,206,203,204],"class_list":["post-9801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-tak-berkategori","tag-bappedadki","tag-festivalkota","tag-generasimudajakarta","tag-jakartaberdaya","tag-jakartafuturefestival2026","tag-jakartakolaboratif","tag-jakartamasadepan","tag-jakartauntuksemua","tag-jff2026","tag-kotatangguh","tag-navigatingresilience","tag-pembangunanberkelanjutan","tag-smartcity","tag-tamanismailmarzuki","tag-urbaninnovation"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9801"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9801\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9804,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9801\/revisions\/9804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/9802"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/analisnews.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}